Minggu, 14 Juni 2020

LUPA MEMPERINGATI



Sudah diniatkan minggu kemarin tepat di tanggal 31 Mei untuk setor demi memperingati 3 tahun tetap bertahan di nomor 14 walau ga tiap minggu rajin setor juga.

Tapi apa daya antara mager banget sama rebahan yang berakibat terlupakan niat itu, setidaknya sudah niat loh ya. Sebenarnya bukan dari tanggal tersebut karena sebelumnya pun sudah bergabung di september 2016 dengan form setornya masih gfrom dan kicknya manual ga by sistem gitu. Obrolan grup masih imbang antara obrolan akademis per-blog-an dan gosip serta obrolan receh lainnya, namanya juga kehidupan mungkin sekarang komunitasnya jadi lebih baik dari segala bidang.

Lalu tulisanmu setelah lama gabung gimana mia? Ya gitu-gitu aja seputar curhatan yang tak berstruktur, semau-maunya aja gimana suasana hati dan bawa santai aja. Mungkin nanti atau entah kapan bisa jadi mulai memikirkan hal yang bersifat profesional dan komersil dari dunia penulisan online. Mana tau ya kan Allah Maha Membolak balikkan hati hambaNya.

Jadi inti tulisan kamu apa mi? Ah biar kaya orang aniv 3 tahun gitu. Walau ga heboh gimana secara lagi corona tapi tetap ku sayang komunitas blog kesayanganku 1minggu1cerita

Jumat, 08 Mei 2020

REVIEW NOVEL ANAK : HANTU SUNGAI KARYA NOVIA SYAHIDAH

Hari ini saya mau berbagi novel yang saya baca dengan kilat hanya dua jam dan satu jam untuk bikin review. Demi menjaga kewarasan selama masa diam di rumah memang perlu sesekali baca buku yang ringan, sederhana dan lekat dengan kehidupan sehari-hari

Judul Buku : Hantu Sungai
Penulis : Novia Syahidah
Penerbit : Gema Insani
Cetakan Pertama Juli 2009
ISBN 979-56-0150-4

“..setiap orang pasti berubah jadi lebih baik…”
-Hal 79-

Novel anak dengan judul Hantu Sungai, sebuah buku yang menceritakan keseharian seorang gadis kecil bernama Yaya yang tinggal bersama Ayah, Bunda, dan kedua kakaknya, Kak Rita dan Bang Fauzan serta kucingnya, si Bayam. Novel yang terdiri dari 9 kisah dengan tokoh yang sama.

Kisah pertama dibuka dengan judul "Yayaaa...!"Yaya, gadis belia yang suka makan mangga sampai membuatnya harus bohong pada Bunda. Diam-diam dia akan pergi mencari mangga bersama Neti, sahabatnya, tanpa minta ijin dulu pada Bunda. Sampai-sampai perutnya sakit malam harinya setelah menghabiskan 5 mangga sehingga membuat Bunda memarahinya.

Kemudian ada cerita yang dipakai untuk judul novel yaitu "Hantu Sungai" yang menceritakaan saat Yaya, Azimah, Neti dan Tary bermain, makan siang kemudian mandi di sungai. Neti mengingatkan teman-temannya untuk tidak mandi di rimbunan semak yang menuju ke arah hilir sungai. Karena, Emaknya bilang di bawah rimbunan semak-semak itu ada hantu. Awalnya ketiga teman Neti bergidik ngeri. Tapi, mereka terlupa akan cerita hantunya saat mandi dan merasakan kesejukan air sungainya. Sambil tertawa-tawa mereka naik ke atas tanggul sungai dan menghanyutkan diri ke hilir. Namun, keceriaan itu buyar saat Neti hanyut ke arah semak belukar yang katanya tempat si hantu tadi. Yaya, dan Azimah pun berteriak meminta tolong karena kebingungan mendengar teriakan Neti...."Toloooong!"  Cerita yang sarat akan makna dimana kita terkadang masih percaya dengan tahayul dan mitos yang berkembang dari mulut ke mulut, pesan yang sebenernya ingin disampaikan untuk tidak boleh bermain di sungai nanti akan terseret pusaran air sungai, akan tetapi dibaluti dengan bumbu cerita rakyat yang dipercaya oleh sebagaian besar orang Indonesia yaitu hantu.

Masih ada 7 kisah Yaya lainnya yang tak kalah serunya. Novel Hantu Sungai ini memang menggambarkan masa kecil yang riang, tanpa beban dan menyenangkan. Kenakalan kecil, ketidakpatuhan pada orang tua, keusilan antar saudara, kehangatan keluarga, persahabatan, rasa hormat pada guru dan rasa sayang pada binatang menjadi gambaran keseharian tokoh Yaya. 

Novel ini sarat akan makna tentang nilai-nilai kebaikan yang musti dianut dalam kehidupan. Juga menerapkan hukuman untuk sebuah kesalahan juga akan memberikan penghargaan akan prestasi yang dicapai putra-putrinya. Nilai agama yang dilekatkan dalam kebiasaan shalat lima waktu, rajin mengaji di mushalla dan menjadikan Al Quran sebagai tuntunan hidup manusia. Selain itu juga nilai kasih sayang pada sesama yang tertuang pada hubungan Yaya dengan kedua kakak dan teman-temannya. Juga rasa kasih pada makhluk lain, seperti pada hewan peliharaan dan pohon manggis yang ada di halaman.

Novel ini dituliskan dengan pilihan kata yang sederhana sehingga mudah dimengerti saat dibaca oleh anak-anak usia sekolah. Dan hanya perlu beberapa penjelasan jika dibacakan untuk anak usia pra-sekolah.

doc pribadi dengan hasil edit menggunakan aplilkasi photogrid


Kamis, 07 Mei 2020

TERPAKSA MASAK DAN MAKAN TERATUR SELAMA PEMBATASAN DIRI DIAM DIRUMAH



Manusia hidup membutuhkan makanan. Makan umumnya dilakukan sehari 3 kali, pagi, siang, dan sore/malam. Cara orang menyediakan makan berbeda-beda. Ada yang memasak atau membeli makanan dari warung makan langganan, bahkan makan di lokasi tempat orang berjualan seperti warung makan atau restoran dan pesan melalui aplikasi ojek online yang umum dilakukan orang saat ini. Pada masa pandemik sekarang dengan segala kekhawatiran apabila membeli diluar dan keterbatasan akses maka tanpa tersadar kita dituntut untuk memasak di rumah.

Memasak dengan membeli makanan apabila dibandingkan yang paling baik adalah memasak. Memasak kita bisa menentukan sendiri kualitas bahan masakan, jenis masakan, dan rasa masakan walau terkadang ada pendapat enak dan tidak enak masakan sendiri ya minimal akan dimakan oleh kita sendiri. Apabila membeli kita tidak mengetahui apakah kuliatas bahan yang digunakan baik, ataukan proses memasak dilakukan secara bersih atau tidak. Membeli makanan merupakan budaya konsumtif dengan mengeluarkan uang lebih banyak dibandingkan memasak sendiri, tentu pola tersebut bukan hal baik mengingat perlu berhemat mengingat entah sampai kapan kondisi pembatasan ini berakhir
Memasak adalah kreativitas. Bumbu dasar pada masakan apapun sama yaitu bawang merah dan bawang putih. Bumbu lainnya disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter masakan. Sekalipun konon kabarnya mecin dan aneka bumbu instan bisa jadi penyelamat segala rasa masakan itupun yang terjadi di masakan saya. Zaman teknologi sekarang, apabila kita tidak mengetahui resep masakan, kita dapat searching di internet. Resep masakan diseluruh dunia bisa kita dapatkan baik tertulis maupun berbentuk video sehingga tidak perlu khawatir apabila timbul keraguan akan hasil akhir masakan dan tentunya bisa menjadikan resep tersebut sebagai tameng bila menjadi aneh secara lidah.
Memasak adalah kreativitas. Mengenai rasa sesuai selera, apabila kita akan memasak menu baru, kita dapat melakukan beberapa kali percobaan. Sehingga kita dapat menemukan resep pas sesuai dengan selera. Memasak adalah kreativitas memasaklah itu jauh lebih baik dibandingkan membeli langsung kemudian mengkonsumsinya. Beberapa hasil terpaksa memasak tiada henti demi kebutuhan perut terpenuhi.
doc pribadi dengan editan menggunakan aplikasi photogrid
Bahkan untuk cemilanpun akhirnya memasak sendiri, biasanya suka jajan untuk selingan makan ini. Selama diam dirumah tentu hasrat nafsu makan makin tinggi dengan ditandai mulut gatal untuk selalu mengunyah
doc pribadi dengan editan menggunakan aplikasi photogrid

Secara tidak sadar selama pandemik ini pola makan jadi teratur dan sangat mempertimbangkan setiap gizi yang akan kita makan. Pola makan teratur akan membantu tubuh tahan akan berbagai macam penyakit karena asupan yang dibutuhkan tubuh sudah terpenuhi. 
Sebagian besar orang banyak yang meremahkan akibat dari telat makan dengan alasan malas makan atau juga karena hal lain seperti sedang tanggung bekerja yang berujung pada perut yang nyeri.Pentingnya membiasakan pola makan yang sehat sebenarnya tidak terbatas pada makan saja, tetapi juga bagaimana cara kita memakan makanan tersebut. 
Dengan kebisaan pola makan yang sehat dan teratur akan membantu tubuh kita terhindar dari berbagai macam penyakit. Apalagi asupan makanan yang kita makan hasil olahan dari masak sendiri. Biasakan makan teratur dengan pola hidup sehat.

sumber : www.1minggu1cerita.id

Hasil Telusur

Hasil Web dengan Link Situs



Rabu, 06 Mei 2020

7 REFERENSI TAYANGAN PODCAST BUAT TEMAN DIAM DI RUMAH

Adakah yang suka mendengarkan podcast?

Pada awalnya podcast muncul bersamaan dengan lahirnya iPod di tahun 2001. Seperti yang telah dijabarkan oleh Tirto, sebutan podcast sendiri berasal dari gabungan istilah “iPod” dan “broadcasting”. Sepintas kedengarannya mirip dengan siaran radio dengan embel-embel broadcasting tersemat di sana, tapi, ternyata bukan begitu. Podcast adalah bentuk media yang cukup unik. Podcast tidak bertumpu pada frekuensi AM/FM seperti pada radio dan siarannya pun tidak terpatok pada jadwal.
Alih-alih menyamakan podcast dengan siaran radio, podcast malah cenderung lebih mirip dengan YouTube. Podcast memiliki bersifat on-demand yang berarti kontrol tayangnya berada di tangan si pendengar, bukan si penyiar. Jadi, kamu bisa mendengarkan semua podcast yang kamu inginkan kapan saja dan di mana saja. Dengan kata lain, podcast merupakan siaran suara yang tingkat fleksibelitasnya jauh lebih tinggi daripada radio konvensional.
Bagi yang belum tahu apa itu podcast saya akan mengutip dari artikel https://crafters.getcraft.com/id-articles/sejarah-perkembangan-dan-panduan-menulis-naskah-podcast 
Penjelasan lain bisa baca di artikel tersebut saja ya

Disini saya mau kasih referensi podcast yang bisa didengar di masa pandemik ini sebagai teman - teman membunuh waktu yang terasa amat panjang. Podcast yang saya dengar melalui aplikasi spotify (tentu mempergunakan aplikasi spotify yang gratis bukan premium hihihi)

1. Podcast DariTaDi Yu Ya Yukk
Ada dua pasangan suami istri Ditto Percussion dan Ayudia dan pasangan Tara Budiman dan Gya. Isi podcastnya sederhana dan ringan tentang hal-hal yang terjadi di kehidupan pernikahan beserta keseharian yang umunya di alami kita

2. KinosGina
Podcast dari pasangan suami istri Kinos dan Nycta Gina yang enak banget di dengar karena meraka berdua memang penyiar radio jadi tektokan udah pas saja. Obrolannya seputar kisah masa lalu dan pernikahannya, khasnya sih suara cempreng dari Nycta Gina.

3. PODNEST
Podcast dari komedian, aktor dan bahkan sutradara yaitu Ernest Prakasa, saya suka dengerin kisah-kisah dia terhadap pembuatan filmnya dan juga ada sesi tentang stand up juga pembahasannya. 

4. Podcast Raditya Dika 
Format talkshow jadi ciri khas dari podcast Raditya Dika bagi yang suka mengikuti memang hampir sebagian besar adalah sama seperti kanal youtubenya tapi beberapa ada yang hanya ditampilkan di podcast tapi tidak di youtube miliknya.

5. Meira Bicara 
Istri dari Ernest Prakasa yang merupakan penulis dari buku yang keren banget dan sudah di filmkan yaitu Imperfect dengan tagline yang terkenal merubah Insecure menjadi bersyukur. Setiap tema bahasannya pas sekali untuk perempuan agar selalu mensyukuri terhadap penampilan dan kehidupan yang sekarang dijalani.

6. DESTAnya Siapa?
Obrolan dari Desta Mahendra tentang pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul di lingkungan sekitar, walau dia memang pembawa acara yang kocak tapi karena penyiar radio juga jadi lebih enak aja isi dari podcastnya.

7. Bambang Pamungkas
Pemain bola paling favorit dari zaman SMP dan sedih ketika akhirnya gantung sepatu ternyata punya podcast juga. Suka banget karena disini akhirnya ada jawaban kenapa komen instagramnya di non aktifkan, Suara khasnya itu loh dengan segala pembahasan hal-hal yang bersifat opini BP terhadap hal-hal yang selama ini jadi pertanyaan para penggemarnya

Itu 7 referensi podcast yang biasa saya dengarkan mungkin yang lain bisa kasih referensi podcast lain untuk bisa saya dengar agar menambah referensi untuk didengarkan oleh saya. 

Alasan utama kenapa suka dengerin podcast bisa dipindah sesuai tema yang saya suka dan tidak seperti youtube yang memang harus di tonton kalau mendengarkan podcast bisa sambil mengerjakan pekerjaan lain tanpa gagal fokus untuk tetap menonton. Jangan sampai keasikan pada sesuatu jadi menghambat aktivitas lainnya jadi pastikan aktivitas pun bisa multitasking.

Selasa, 05 Mei 2020

PERSIAPAN REBAHAN BAGI IBU RUMAH TANGGA


Menghidangkan sebuah sajian makanan tidak hanya dilakukan sekejap kecuali bila olahan secara instan, akan tetapi tidak mungkin dilakukan secara setiap hari untuk olahan instan dan pesan melalui aplikasi online, tidak semua bisa secara finansial dengan sistem seperti itu. Ada kalanya tetap harus masak dengan segala kerepotan tetapi begitu dimakan dengan lahap oleh keluarga ada kepuasan tersendiri.

Ditengah masa pandemik ini saya merasa sebagai ibu rumah tangga masak ketika diam di rumah itu lebih luar biasa banyak dan belum ditambah dengan penyediaan cemilan karena mulut seperti gatal kalau tidak mengunyah. Diawal sampai merasa letih sekali dengan rutinitas masak ditambah memang tidak memakai PRT, bahkan urusan beberes rumah dan segala pekerjaan domestik lainnya yang juga perlu dikerjakan. 

Akhirnya ku coba untuk atur strategi memasak agar tinggal oseng-oseng dan goreng saja dengan masak yang bisa disimpan di kulkas berhari-hari, capek di awal tapi bisa santuy rebahan kemudian. Maka terciptalah aneka masakan persiapan rebahan.

doc pribadi dengan edit menggunakan aplikasi photogrid

Masak yang ku olah untuk persiapan rebahan yaitu
1. Telor pindang 
Rebus telor ayam dengan kulit bawang ditambah garam, rebus 2 jam untuk menghasilkan warna dan rasa meresap ke dalam telur
2. Bacem-baceman
Bumbu bacem yang digunakan : ketumbar, lengkuas, bawang putih, bawang merah, gula merah, kecap manis, serai, daun salam, garam, kemiri dan air kelapa 
3. Kentang rebus
Bisa buat digoreng sebagai teman cemilan dan menu sarapan bahkan untuk pengental bikin sambal kacang.
4. Jengkol
Rebus jengkol pakai kopi dan kulit bawang agar tidak terlalu bau jengkol apabila disimpan di kulkas. Doyan jengkol? Oh tentu tidak ini dipersiapkan untuk suami tercintah yang ketika masak tinggal goreng campur sambal
5. Ungkep-ungkepan
Tidak sempat terfoto tapi selalu stok ungkep pakai bumbu kuning instan dengan tambahan daun aromatik agar harum, yang biasa dimasak ayam dan ati ampela ayam

Mungkin banyak juga referensi stok masakan lain yang teman-teman persiapkan tapi ini dipersiapkan sesuai dengan selera lidah masing-masing keluarga. Jangan biarkan lelah masak mengganggu waktu rebahanmu hahaha







Senin, 04 Mei 2020

BUKU BACAAN SELAMA DIAM DI RUMAH

Sudah hampir dua bulan di dalam rumah yang apabila tanpa dibarengi dengan suatu aktivitas bukan saja berakibat pada tingkat kebosanan tapi juga stress hingga mengakibatkan imun drop. Selain mempersiapkan kebutuhan makanan yang merupakan pokok saat ini kita juga perlu mempersiapkan kebutuhan untuk menghibur diri kamu selama berdiam diri di rumah.

Salah satu dari sekian banyak kegiatan asik yang bisa dilakukan di rumah yaitu membaca buku. Membaca buku bisa menjadi pilihan yang menyenangkan juga, bisa membuat membunuh waktu sehingga merasakan cepatnya waktu berlalu, tidak membutuhkan banyak energi, ilmu baru dan banyak lagi yang bisa dirasakan.

Membaca buku tidak mesti baru bisa jadi banyak timbunan buku yang belum selesai kita baca atau semacam membaca kembali koleksi buku yang dimiliki agar tidak sekedar tumpukan, pajangan dan tempat dari debu-debu manja. Kalau bosan dengan koleksi yang ada bisa juga membaca dari aplikasi digital, sekedar info saya punya dua referensi dua aplikasi digital yang sering saya gunakan yaitu IPUSNAS DAN IJAK

Banyak juga aplikasi perpustakaan dan digital buku lainnya, ingat ya sebisa mungkin bacalah dari yang legal bukan pdf-pdf yang bertebaran, agar kita menghargai proses penulis buku hingga menghasilkan karya yang tentu tidak semudah dari hasil download yang ilegal. 

Selama masa diam dirumah inilah buku-buku bacaan yang sudah saya baca dan memang pasti posting di feed instagram karena masuk dalam komunitas online gerakan one week one book agar memotivitasi komitmen membacanya dan punya teman dengan frekuensi yang sama.
doc pribadi hasil sc dari instagram


yang mau selancar dan berkenalan aktivitasku di sosmed boleh lah di cek ricek

Membaca bukanlah suatu aktivitas yang berat, apabila merasa bahan bacaan terlalu berat maka cobalah membaca bacaan yang ringan terlebih dahulu agar membaca bisa dijadikan sebagai gaya hidup.

Rabu, 29 April 2020

HAL PERTAMA YANG AKAN DILAKUKAN


doc pribadi

Setelah masa pandemik ini berlalu dan bumi dinyatakan sehat untuk melakukan segala aktivitas tanpa terbatas dan proteksi diri yaitu melangkah keluar gerbang rumah ini dengan keluar tanpa masker, tidak repot membawa segala proteksi diri dan ketika kembali setelah beraktivitas dari luar bisa leha-leha ga buru-buru mandi keramas dan segera mencuci bersih pakaian yang digunakan. Tentunya ingin mengunjungi orang tua di Bogor dan Sumedang selama 6 minggu dirumah benar terasa makna keluarga yang tak didapat dari yang lain.

Ingin nongkrong sekejap dengan berbagai relasi, di masa pandemik ini amat terlihat siapa yang benar-benar sahabat dan hanya teman biasa saja. Berandai-andai dulu boleh kan agar bisa membahagian hati ini yang mengejar 6 tulisan dalam satu hari akibat terlalu santuy terhadap kewajiban yang harus menulis satu hari satu tulisan hahahahahaha

WOLES TERHADAP SEGALA PEMBERITAAN



Begitu banyak berita dan kabar tentang Covid-19 sudah pasti kita dapatkan di setiap sosial media, media massa sampai jadi obrolan ketika belanja ke warung sayur (ibu-ibu banget ya ampun). Pada dasarnya sumbernya fakta yang akhirnya terlalu banyak bumbu opini yang secara pesan berantai dengan tambahan sudut pandang penerima sehingga terkadang akhirnya menjadi sebuah hoax, apalagi sudah dibuat cocokologi dengan hal yang bersifat politik duhhhhh. Bad News is Good News konon kabarnya yang sering kudengar ketika ada acara debat-debat di TV.

Ketika diawal masa-masa dihimbau untuk diam dirumah segala macam informasi masuk baik data jumlah, pencegahan-pencegahan, kondisi setiap daerah dan hal lainnya yang belum tentu kebenerannya dengan dalih apabila di bantah bahwa berita itu hoax dengan pendapat "buat pengingat aja" ingin sekali bilang sekarang negara kita sudah ada UU ITE tapi ya hanya bisa berkata dalam hati saja mengingat grup dan yang menyebarkannya ah sudahlah. 

Lalu bagaimana menyikapi kondisi seperti itu "WOLES" dan berusaha cari kebahagiaan atas segala hirup piruk dan hingar bingar pemberitaan, bukan menjadi seolah antipati dan jadi gerakan anti nonton TV, blokir segala akses pemberitaan. Ya tonton aja sih biar jadi ilmu filter juga terhadap informasi, kalau ga suka pindah atau matikan. Kalau ada informasi yang kamu gatal sekali ingin berkata kasar dan bilang itu tidak benar, ketahuilah susah bilang ga bener ke orang tua dan kurang waras jadi sebagai orang yang berusaha untuk waras ngalah aja biar imun terjaga dan hati bahagia agar baik selama masa pandemik ini. 

Bahagia adalah kunci dari segala kunci 

MANFAAT BERKEBUN DI RUMAH SELAMA COVID-19


Doc pribadi dengan hasil edit menggunakan aplikasi PhotoGrid

Berkebun di rumah menjadi salah satu kegiatan favorit refreshing suami di kala penat pekerjaannya. Mungkin latar belakang masa kecilnya bertani sehingga sekalipun sekarang sudah tidak bertani dan menjadi guru tentulah tidak kacang lupa kulit bahkan masa-masa kuliahpun suka memanfaatkan lahan di sekretariat pramuka. Ketika menikah melihat area rumah banyak yang bisa dijadikan sebagai sarana untuk melampiaskan kesukaan berkebun maka beliau memanfaatkan lantai atas (dahulunya ketika rumah masih ramai itu dijadikan tempat jemuran dan main rumah-rumahan sama sepupu), samping rumah, depan rumah dan garasi untuk bercocok tanam.
Bahkan saya yang memang tinggal dan tahu seluk beluk rumah untuk berkebun tidak pernah ada dalam pikiran, sekalipun dahulu mbah memang suka menanam aneka macam pohon yang kita terkadang suka menikmati buah dari hasil pohon-pohon tersebut. Dengan tangan yang memang mengenal cara berkebun tentulah hasil berbeda dan bahagianya tentu saya sebagai manajer dapur dimana dalam hal sulit di masa pandemik ini sangat membantu sekali. Minuman pohpohan atau curcuma lah itu semua hasil dari kebun yang jadi tidak menjerit dengan mahalnya harga bumbu dapur. Kegiatan berkebun merupakan kegiatan yang positif untuk mengisi waktu luang di masa Covid-19 dan tentu banyak manfaat yang didapatkan dari berkebun di rumah. Seperti yang dikutip dari https://www.suara.com/bisnis/2016/02/17/074028/ini-tiga-manfaat-berkebun-di-rumah
1.Kesehatan Mental
Dengan berkebun, Anda akan melakukan kontak langsung dengan alam dan hal ini bisa meningkatkan mood yang baik dalam diri seseorang. Melihat tanaman yang tumbuh, bunga yang mekar, atau pohon yang berbuah bisa membuat Anda senang. 

2. Kesehatan Fisik
Berkebun juga menyehatkan karena ada aktivitas fisik yang terjadi. Anda akan membakar kalori saat menyiram, menggemburkan tanah, mencabut rumput, dan sebagainya. Merawat tanaman akan membuat tubuh Anda bergerak sehingga bisa membuat tubuh Anda lebih fit.

3.Melindungi Bumi
Selain itu, berkebun menjadi salah satu cara untuk turut menjaga dan melindungi bumi karena bisa membantu menyerap karbon dioksida, menghasilkan oksigen, dan menetralkan polusi udara di lingkungan rumah Anda.

Tambahan manfaat yang saya rasakan dari (menikmati) hasil berkebun yaitu
4. Mengurangi pengeluaran
Kita dapat mengurangi pengeluaran untuk belanja sayur dan buah sehari-hari. Dengan demikian, uangnya dapat anda pergunakan untuk keperluan lainnya jadi lebih hemat.
5. Instagrammable
Tanaman dianggap tidak memberikan keindahan bagi pandangan mata. Namun, bila ditanam dalah sebuah halaman atau pekarangan yang dibuat dengan telaten akan menghasilkan pemandangan indah yang bagus dijadikan konten story whatsapp, instagram dan blog dong ya seperti saat ini.

Mari memanfaatkan lahan sekecil apapun untuk bertanam karena banyak cara untuk memanfaatkan media berkebun asal bukan kebun dan pekarangan tetangga. Kalau tidak bisa mari memotivasi keluarga kita untuk berkebun seperti saya sehingga nanti menghasilkan panen yang dinikmati oleh saya hahahahahah

NONGKRONG ONLINE SELAMA COVID-19

Dibeberapa tes psikolog baik yang legal ataupun ala-ala internet saya terduga sebagai anak introvet, suka kaget juga sih tapi begitu baca penjelasannya memang benar sih bahkan sekelas untuk cerita hal yang personal sekalipun dikorek pasti tidak segitu mudahnya untuk menyampaikan isi hati dan kecenderungan anti sosial. Masa pandemik ini banyak yang bilang bersyukurlah jadi anak intovet pasti akan jadi sebuah situasi kenyamanan untuk diam dirumah, bekerja dirumah dan pembatasan kepentingan keluar rumah. Ternyata kenyataannya tidak seperti itu saudara-saudara, anak introvet macam diriku aja sudah gerah, bosan dan gatal ingin sekedar nongkrong sekejap tanpa perlu dimasker, ribet bawa proteksi diri dan bisa leha-leha kalau sudah dirumah tanpa buru-buru ganti baju dan mandi keramas. Mohon maaf ya bukan bermaksud untuk mengeluh tapi sekedar sebuah spam emosi sedetik saja.

Di tengah wabah pandemik Covid-19 yang membuat para karyawan kantor terpaksa bekerja dari rumah, popularitas aplikasi video conferencing untuk tatap muka dari jauh meroket. Mengingat suami adalah orang IT yang punya akses sebagai admin di aplikasi cisco, jadi ketika kosong tanpa meeting tercetuslah untuk melakukan nongkrong online atau gayanya bahasa sekarang nongkrong virtual dengan teman seperjuangan kami di pramuka kampus, FYI kami menikah karena bertemu atau cinlok ketika mengikuti UKM Pramuka UPI Bandung (scrol-scrol blog sebelumnya ya sering ku sisipkan cerita cintaku). Nongkrong online ini terjadi di hari Selasa tanggal 14 April 2020. Kenapa ga pakai zoom seperti pada umunya? Jauh sebelum berita jebol data dan di hack kalau pakai aplikasi zoom, suami memang selalu menyarankan untuk tidak pakai aplikasi tsb kecuali bila terpaksa pun dengan segala proteksinya agar data kita aman. 

Selama nongkrong online memang tidak seperti ketika kita nongkrong yang berhadapan langsung, beda sekali keterbatasan sinyal bahkan aplikasi conferencing kalau dicari sumber informasinya memang nyata adanya sangat menyedot kuota untungnya dirumah pakai wifi jadi ga segondok yang pakai kuota lah. Tentu sebagian besar atau bahkan semua setuju selama covid ini pengeluaran kuota dan pemakaian smartphone bagaikan kebutuhan pokok disamping nafsu makan yang berlebih.

Inilah nongkrong onlineku diluar kebutuhan pekerjaan bersama teman-teman masa kejayaan kuliah, FYI orang-orang ini Alhamdulillah masih pada hidup dengan segala aktivitasnya padahal dahulu perut-perutnya jadi saksi segala macam percobaan makanan yang saya buat, entah efek kepepet daripada tidak ada yang dimakan mungkin hahaha.


doc pribadi (hasil sreenshoot dari PC)

Saran agar nyaman menggunakan aplikasi conferencing baiknya menggunakan laptop saja agar aman dari jebol data dan tangan-tangan jahil. Pastikan sinyal mendukung, aplikasi ini bisa terlihat sekali kalau tidak ada sinyal pasti luplep dan tentunya paket data harus cukup agar setelah nongkrong online ga gigit jadi karena tidak punya kuota buat menemani rebahan.

Kalau tidak bisa untuk nongkrong melalui aplikasi conferencing maka ada hal sederhana seperti chat-chat memalui sosmed yang rutin dan menyamankan tidak sebar-sebar berita yang belum tentu kebenerannya. Yang suka saya lakukan yaitu whatsapp grup voice call, bahkan rekor terlama di masa pandemik ini saya bisa habiskan selama 3 jam. Ngobrol apa aja? Apapun, inilah yang disebut pertemanan ketika bisa mengobrol lama-lama berarti persahabatannya solid. Kami bertemu di suatu tempat yang akhirnya saya resign di tempat itu, katanya kalau kita keluar dari dunia kerja pertemanannya hanya kepentingan profesional dan ketika keluar tidak akan punya persahabatan. Mungkin iya tapi Alhamdulillah saya masih komunikasi dengan tiga orang ini dan teman-teman lain yang bisa rutin untuk nongkrong dengan rutin dan obrolan ga cuma gibahan aja tapi obrolan sharing personal.

doc pribadi hasil SC dari hape

Selalu ada berbagai cara membuat kita selalu bahagia sekalipun kondisi sekarang amatlah membuat mental tidak waras.

NYAMAN SELAMA WORK FROM HOME SELAMA COVID-19

Selama masa covid-19 yang menghimbau kita untuk WFH selain pekerjaan yang memang diharuskan untuk tetap keluar rumah salama pandemik. Bagi orang yang terbiasa berinteraksi dengan orang lain, bekerja dengan nuansa kantor tiba-tiba dirumah dalam jangka waktu yang lama tentulah jadi sebuah masalah bisa menjadi tidak waras secara mental padahal kewarasan mental menjadi sebuah keharusan agar imun selalu terjaga.

Itupun yang terjadi terhadap suami, awal-awal perlu penyesuaian dengan pola WFH (pekerjaan sebagai guru produktif informatika), dimana mainset rumah adalah tempat beristirahat yang kalau ga kepepet ga akan mengurusi pekerjaan. 

Sebagai seorang istri tentu perlu ikut membantu menyamankan suasana bekerja agar tetap produktif. Fase pertama beliau bekerja di depan ruang TV dengan posisi duduk di kursi lalu karena lelah akhirnya duduk dibawah lantai. 

Fase kedua akhirnya saya kasih bantal duduk agar nyaman tetapi permasalahan berikutnya kalau cape akhirnya tidur di kursi. Suka mengeluh sakit badan karena tidur di kursi yang bukan sofa gitu kan ya jadi wajar saja badan jadi sakit.

Fase ketiga tiba-tiba terlintas dalam pikiran kenapa ga sekalian simpen kasur single aja di tempat biasa dia bekerja dan ternyata suasana hatinya lebih baik. Lalu ada pertanyaan kenapa beliau tidak ada inisiatif dalam hal ini, memang secara kecenderungan beliau tidak banyak inisiatif dan rada pasrah sama keadaan jadi istrinya rada vokal urusan seperti ini. 

doc pribadi

Seperti tukang jaga warnet ya hihihi, tapi memang karena suami pekerjaannya di bidang IT jadi seperti itulah penampakan ruang kerjanya sekarang. Ada ruang kerja yang duduk di kursi tapi entah mengapa selama masa ini tidak tersentuh sama beliau mungkin kalau bosan dengan posisi rebahan santuy dia akan bekerja dengan posisi duduk.


doc pribadi

Karena istrinya juga sibuk utak atik dapur akibat nafsu makan main naik selama banyak diam dirumah jadi ada bonus yang menemani si makhluk lucu warna abu-abu dan bila beliau lelah di depan layar bisa dipakai rebahan. Siapa tau posisi nyaman ini bisa jadi referensi yang membaca dan mengatur tempat bekerja agar nyaman. Ketahuilah kita harus tetap waras dan nyaman di rumah agar imun tidak ngedrop. 

Jumat, 24 April 2020

PENTINGNYA PENAMPILAN SELAMA MASA COVID-19

Tulisan pertama saya di bloger perempuan ingin yang simpel-simpel saja mengingat menjalani kehidupan selama masa pandemik ini sudah bikin imun suka autodrop. Apalagi sudah banyak melewatkan tulisan dengan hutang-hutang yang tentunya akan kulunasi secara bertahap xixixixi.

Pernah ada di fase repot kalau mau pergi kemana-mana karena harus berpenampilan oke dan make up selalu on?

Hampir sebagian besar perempuan ketika keluar rumah tentu yang dipikirkan adalah penampilan minimal tidak terlihat sudah mandi sekalipun belum tentu. Ketika sebelum masa pandemik ada sebuah pepatah perempuan pada umumnya suka mengatakan, "Tidak apa-apa belum mandi yang penting jangan lupa pakai lipstik". Tentu pepatah ini tidak berlaku ketika masa pandemik ini dimana sekalipun masker dibuat selucu mungkin tentu tidak terlihat warna lipstik kita yang merona.

Jadi sekarang saya punya pepatah di penampilan perempuan sekarang, "Tidak apa-apa belum mandi yang penting riasan mata pastikan tidak terlihat kerutan dan mata panda" (mau pakai alis suka ga berani karena misua autoambilitisubasahsayyyyy.  Bagi saya perempuan berhijab, dengan keluar untuk kepentingan mendesak dan memang harus keluar terutama urusan perut yang perlu diwaraskan agar imun tetap baik, kerudung yang dipakai benar-benar dibuat senyaman mungkin dan simpel. Sudah tidak ada istilah hijab ala ala deh buat nyaman memakai masker aja udah bikin nafas berasa sesak, terutama ketika wilayah Bandung Raya kena aturan PSBB yang harus pakai masker kemana-mana (domisili tempat tinggal saya di Cimahi).

Ini beberapa tampilan penampilan saya pada saat keluar rumah 

Tampilan look hijab dan make up kalau keluar rada jauh seperti ambil uang ke ATM, belanja ke minimarket/supermarket atau lainnya dimana minimal sejam keluar dari rumah





Tampilan look hijab dan make up kalau keluar dekat seperti warung sayur, beli-beli yang sekitar rumah atau kunjung ke rumah tante yang di depan rumah




Sesuai dengan saran dan himbauan yang saya baca dan dengar dari beberapa artikel ketika kita pulang dari keluar rumah dan berinteraksi dengan orang, maka setelah pulang harus segera lepas alas kaki, seluruh pakaian diganti termasuk masker (selama masa pandemik ini saya menggunakan masker kain dengan berbagai tipe, pertama tidak mau ikut panik dengan mencari masker bedah dan memang aktvitas masih dalam taraf normal) dan mandi keramas. Peralatan tempur yang saya bawa ketika keluar rumah ada di tulisan http://simiati257.blogspot.com/2020/03/peralatan-tempur-ketika-keluar-di-masa.html

Menjaga penampilan tentu penting selama hampir sebulan dirumah jadi suka merasa baju tidur dan baju santai rumah lebih sedikit daripada pakaian keluar mungkin bisa nanti ketika pergi ke dapur harus memakai pakaian nongkrong dan seragam kerja (baju ngajar maksudnya) hahahahahaha. Jangan lupa make up yang sudah dibeli dan tidak pernah dipakai agar sesekali dipakai, karena bisa jadi dahulu kita ingin berpenampilan cantik untuk orang lain bukan untuk keluarga terutama suami. 


Minggu, 12 April 2020

JARAK MENJADI SEBUAH BARANG MEWAH


Sebagai anak yang jauh dr orang tua dan mertua kondisi sekarang adalah sebuah hal paling pelik yang dirasakan dimana himbauan pemerintah untuk tidak memperbolehkan mudik sebuah hal paling drama. Walau masih dalam satu provinsi tapi mudik dan mengunjungi orang tua tidak bisa dilakukan secara sering mengingat persiapan finansial pun amat perlu dipersiapkan.

Jarak menjadi sebuah hal yang amat mewah saat ini apalagi ketika orang tua sudah mulai menanyakan kabar dan meminta untuk diam saja di tempat orang tua. Ingin pulang sudah pasti karena di masa sekarang arti keluarga amat terasa sekali tapi rasa sayang untuk memutus rantai penyebaran amatlah penting.

Ini hanya sebuah coretan kelelahan akan pelik kehidupan yang sudah mulai membosankan, untuk tipe tertutup dan hidupnya senang rebahan saya pun sudah jengah dan ingin segera berakhir dan melalukan aktivitas seperti biasa. Saat ini yang tak mungkin merasa jadi manusia paling susah, dengan suka melihat sekitar bahkan untuk makan sekalipun harus gadai barang tentu jadi sebuah tamparan agar selalu bersyukur dan menikmati hidup