Minggu, 13 Juni 2021

PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL SAAT INI

Saat ini sebagian besar warga pengguna media sosial tengah berada dalam masa yang cenderung anti komunikasi. Salah satunya dalam kasus penggunaan sosial media.

 

Tanggal 10 Juni diperingati sebagai Hari Media Sosial Nasional, sejak tahun 2015. Hari dimana bisa dijadikan sebagai waktu yang baik untuk intropeksi diri dan bijak menggunakan segala perkembangan teknologi media sosial.

 

sumber : https://www.instagram.com/gerakan_1week1book/

Trend yang tengah digandrungi oleh masyarakat saat ini ialah penumpahan amarah serta opini negatif yang begitu mudah disampaikan melalui sosial media dengan mengabaikan perasaan dan kenyamanan orang lain. Hal ini cukup menyimpang dari pengertian komunikasi sesungguhnya.

 

Orang-orang dengan mudahnya memojokkan serta memberikan penghakiman kepada orang lain tanpa memastikan kebenaran informasi tersebut.  Ini justru semakin memperkeruh suasana dan bukan hanya di dunia nyata yang memiliki kubu/geng tetapi di dunia online pun ada kubunya sendiri.

 

Padahal komunikasi itu sendiri bertujuan untuk memberikan energi, pencerahan serta pemupuk kebersamaan atas banyaknya keanekaragaman. Lalu apakah kita sudah paham akan tindakan yang dilakukan sudah sesuai dengan etika komunikasi atau belum.

 

Eksis demi aktualisasi diri di media sosial itu, hak setiap orang, tapi bijak dalam menggunakan media sosial tetap penting dipahami.


Minggu, 06 Juni 2021

REVIEW NOVEL RUANG INAP NO.6


 

Namanya Ivan Dmitrich Gromov, usia tiga puluhan tahun. Ivan menderita paranoia pengejaran. Ivan mulai menyendiri dan menghindari orang banyak. Ia takut dicelakakan. Belum pernah sebelumnya pikirannya demikian lentur dan kreatif mempengaruhi ingatannya. Perilaku serupa berulang terjadi ketika di kota orang sibuk membicarakan peristiwa pembunuhan seorang nenek dan anak laki-laki.


Belakangan, seorang dokter bernama Andrei Yefemich datang ke rumah sakit itu tetapi tidak bersungguh-sungguh mengubah keadaan di rumah sakit yang bobrok itu. Yefemich sendiri lebih tertarik pada pemikiran-pemikiran

Ruang Inap No. 6 // Anton Chekhov // Penerjemah: Koesalah Soebagyo Toer // Kepustakaan Populer Gramedia // 286 hlm // ISBN: 9789799100153

Melalui cerita pembuka ini, Anton Chekhov seakan membuka kunci-kunci rahasia mengenai manusia. Apa yang tampak di luar tidak selalu sama dengan yang di dalam. Yang tampak baik, belum tentu baik, demikian pula sebaliknya.

Tokoh Ivan Dmitrich Gromov dan cerita kegilaannya di atas adalah tokoh fiksi dalam novelet berjudul "Ruang Inap No.6" karya Anton Chekhov. Dan Ruang Inap No.6 adalah rumah sakit di mana Ivan Dmitrich dirawat secara kejiwaan.

Anton Chekhov mengajak para pembacanya masuk ke dunia yang penuh misteri di dalam diri manusia. Idealisme, pikiran-pikiran, kegelisahan, kekecewaan diceritakan dengan lebih serius, lebih mendalam. Salah satu cerita Ruang Inap No. 6 misalnya, pembaca akan diajak untuk mengenal suasana bangsal jiwa di sebuah rumah sakit yang bobrok, dengan pengelolaan yang bobrok pula.

Masih menganggap bahwa penulis favorit kita yang terbaik. Karya-karyanya adalah sebuah karya yang sangat hebat. Dan memandang bahwa penulis lain yang tak kamu sukai, karyanya biasa saja dan sering mengejek karya tersebut. Cobalah untuk lebih terbuka dan menganggap hebatnya sebuah buku hanya dari siapa pengarangnya bukan isinya. Hal tersebut adalah sikap yang nyatanya, book-shaming.

Minggu, 30 Mei 2021

SENJA

Suka dengar istilah anak senja? 


Konon kabarnya anak senja itu secara umum artinya orang atau sekelompok orang yang menyukai suasana senja atau Terbenamnya matahari.

Bahkan beberapa artikel yang kubaca, anak senja itu pandai berfilosofi dan puitis, terutama saat melihat senja. Benarkah itu? 

Begitu banyak quote senja bertebaran ketika ku ketik di kolom pencarian google. Dari beberapa quote, ada salah satu yang kusuka, yaitu, 
"Persahabatan itu seumpama laut dan pasir, senantiasa bersama-sama menghadapi pecahan ombak, bersama-sama merasakan lelehan senja, dan saling melengkapi dari masa ke masa."
-Aiman Bagea

Minggu, 23 Mei 2021

KEMBALI KE RUTINITAS SETELAH LIBUR LEBARAN

Walau masih bulan syawal tetapi semua aktivitas sudah kembali lagi, dengan segala protokol kesehatannya.


Kembali buka laptop dengan segala rutinitas aktivitasnya. Ternyata banyak deretan pekerjaan menanti ðŸĪĢ





Kembali jalan kaki, yang sempat libur hampir dua minggu dan bahkan selama bulan puasa lumayan turun pace-nya.




Kembali siap bertahan hidup ditengah pandemi ini dengan sudah menuntaskan vaksin.




Kembali rutinitas masak-masak, yang walaupun agak fitri sekali ya isinya (itu foto kemarin, sekarang agak lumayan penuh lah)




Kembali memikirkan dan menjalani hidup, apalagi setelah lebaran itu lumayan yaaaaa malah lumanyun terkadang.


Terus ini tulisan pindahin dari caption Instagram kesini dengan perubahan sesuai kebutuhan, ya itulah menikmati kemageran dan rebahan itu sesekali bolehlaaahhhh



Minggu, 16 Mei 2021

SEBUAH CERITA TENTANG PUASA DAN LEBARAN DI 2021



Kebudayaan atau bisa disebut kebiasaan pada umumnya tersebar di Indonesia itu banyak banget, terutama ketika dalam menyambut bulan puasa dan atau lebaran, hampir setiap daerah di Indonesia punya cara dan acara sendiri untuk merayakannya.

Sebuah kegalauan ketika pandemik sekarang, mau tak mau banyak kebiasaan yang biasa kita lakukan, tidak diperbolehkan bahkan dibatasi.

Beberapa cerita yang kulalui selama puasa dan lebaran ini, biar jadi kenangan betapa surveyornya saya dan teman-teman yang baca artikel ini, bisa bertahan dengan caranya masing-masing di masa serba luar biasa ini.


FASE MAKAN SAHUR SEBAGIAN UMAT INDONESIA
Menu sahur hari pertama dan hari terakhir
Sungguh perbedaan yang sangat mencolok sekali 😂😂😂


Terniat sampai akhirnya, ya udahlah yang penting sahur krn puasa terakhir pasti butuh energi yang besar


Jadi siklus menu sahur itu nyata adanya, cuma bedanya pada umumnya karena faktor finansial tp bisa jadi menu sahur dipengaruhi faktor kemalasan (saya lah contohnya).

Semoga kita dipertemukan kembali ramadan berikutnya ðŸĨš


TAK BOLEH MUDIK KEMBALI DI 2021
Mereka hanya ingin berjumpa dengan orang terkasih
Mereka hanya ingin menjadi dirinya sendiri di tempat ternyaman mereka
Mereka bukan tak tahu akan segala resiko
Mereka bukan seolah tak sayang dan tak membayangkan bagaimana kedepannya
Mereka bukan tak menghargai para tenaga ahli yang berperan untuk menghalau dan memberikan edukasi saat nekat
Mereka hanya rindu kampung halaman


Angkat topi bagi siapapun yang tetap memutuskan untuk tidak mudik

Dan bagi yang memang memutuskan mudik, jangan jaga kesehatan serta protokoler kesehatan dan hargailah perasaan  mereka-mereka yang tetap memutuskan untuk tidak mudik


KANGEN MAKAN KETUPAT???
Sebelum lebaran
Kangen makan ketupat dan opor

Setelah shalat ied
Masih aman dan menikmati hidangan lebaran


Mulai-mulai jam siang
Kayanya seger makan mie instan atau baso enak ya, eh ada tukang cuankie lewat 😆


Setelah beres lebaran
Kangen makan ketupat dan opor

Gitu aja terus polanya ðŸĪŠðŸ˜‚😂😂


BERBAKSO DI HARI RAYA
Sudah mulai gumoh sama makanan santan yang dihangatkan kesekian kali??? Atau sudah jadi ayam opor yang digoreng?

Mari kita mencari baso yang segar, agar pergumohan ini segera berlalu. Lalu ingat harus segera jalan kaki kembali, untuk melunturkan segala lemak santan dan hidangan lebaran lainnya. Dahlah pikirin besok lagi aja 😂😂😂


Bosen ah makan makanan yang ada dirumah
Tapi tangan ga berhenti mengambil apa yang ada didepan mata
Iya satu kok ngambilnya tapi sering 😆


Yu mari mulai agak bergerak keluar rumah sekejap biar kalori agak kebakar tetapi tetap dijaga protokol kesehatannya, ya jangan cari tempat wisata lah, sama aja boong (cari aman aja ya manteman, yg penting asupan bahagia bisa diakali) 😅😂😂😂


Semua cerita di atas mungkin hanya sebagian kecil saja, baik menyambut Ramadan atau Idulfitri adalah sebuah wujud rasa syukur kepada Allah yang dilakukan dengan berbagai cara. Hal ini menjadikan keunikan sangat beragam karena akan terkenang di hati setiap yang menjalankannya setiap daerah mempunyai caranya sendiri dalam memanjatkan rasa syukurnya.



Setitik tinta jadi noda, sedikit salah jadi dosa. Bila ada kata atau kalimat dari kami yang melukai hati, dan perilaku tanpa pikir menyinggung nurani. 


Hari ini tanpa maaf terucap di bibir, seperti kosong diri tak lagi fitri. 


Selamat idulfitri, mohon maaf lahir dan batin. Selamat menikmati makan siang kembali 🙏


Kiki Solihin, S.Pd.,Gr - YD1ION & Simiati Nurwakhidin S.Pd


Beberapa cerita sudah pernah di publikasi ka  di instagram https://instagram.com/simiati_nw?igshid=yuaiyquvry92 dengan perubahan yang diperlukan  

Minggu, 09 Mei 2021

SEBUAH CERITA TENTANG JALAN KAKI

 


Setiap orang pasti melakukan aktivitas berjalan kaki, Jalan kaki sering kali dianggap sepele daripada jenis aktivitas lain yang lebih berat, seperti joging atau bersepeda. Padahal, jalan kaki bisa memberi banyak manfaat jika dilakukan secara rutin.

 

Selama masa pandemik, pola tidur saya bisa dibilang lumayan kacau, dimana bisa disebut pola tidur kalong. Siang jadi malam, malam jadi siang, kira-kira gambarannya seperti itu. Sampai akhirnya di bulan September 2020, tanpa sengaja liat percakapan di grup WAG 1M1C tentang tanos. Tanos itu Tantangan NaOn Sih, yang artinya tantangan apaan sih? Program awalnya adalah sebuah ajakan untuk melakukan aktivitas jalan kaki, minimal 20 menit.

 


Seketika ku berpikir, kenapa tidak dicoba, maka ikutan. Ternyata tidak sekedar jalan kaki yang dihitung manual, tentunya dibantu dengan aplikasi yang bisa di download pada hp masing-masing.  Karena tanos ini, saya jadi mengenal dan mencoba beranekaragam aplikasi jalan kaki dan sekarang lagi nyaman dengan aplikasi strava dan itupun bisa melihat jalan kaki teman-teman lainnya karena masuk dalam grup di strava.

 

Saya sedikit lupa, kapan mulai masuk grup WAG Tanos, yang didalamnya berbagai macam orang dengan karakter dan latar belakang yang berbeda. Salah satu grup yang bikin nyaman banget dan ga perlu menjadi seseorang yang ‘good looking’ atau ‘hits’, semua seolah menyatu dan saling apresiasi, bahkan obrolan harianpun terasa menyenangkan.

 

Biasanya setelah jalan kaki kita share di WAG atau "congkak" pencapaian tantangan kita, misal untuk walking challenge kita share rute dan jarak tempuh disertai foto makanan atau foto menarik yang kita temui pada saat jalan kaki. Yang tidak jalan kakipun tidak merasa minder, karena itu balik lagi kalau memang sedang tidak bisa jalan kaki, ya bisa liat aktivitas teman lainnya yang mudah-mudahan jadi motivasi.

 

Setelah 7 (tujuh) bulan melaksanakan aktivitas jalan kaki, banyak manfaat jalan kaki, terutama jadi lebih mengenal rute jalan sekitar rumah, bahkan jadi hapal tempat makan enak dan beberapa lokasi yang baru disadari, oh ternyata ada ini ya, semacam istilah “kemana aja loe mi, baru sadar”.  Banyak aktivitas dan keanekaragaman epic selama jalan kaki, mulai dari nyasar-nyasar pas coba rute baru, kesel lagi enak jalan malah hujan, dikejar waktu karena harus mengerjakan hal lain, pake kostum kerja, sampai pernah jalan kaki ke sekolah sambil bawa laptop dan hal lainnya.

 


Manfaat secara fisik memang belum sampai ke tahap menurunkan berat badan yang drastis, tapi masa lemak berubah jadi masa otot. Paling bahagia ya itu, biasa bisa tidur abis subuh, sejak jalan kaki bisa lah paling engga tidur jam 12 malam, kalau jalan kaki disertai aktivitas lainnya malah bisa tidur jam 9 malam. Manfaat sosial yang tidak disadari, jadi lebih peka dengan lingkungan sekitar, bisa memandang langit dan pemandangan lainnya selama jalan. Belum bisa jalan-jalan yang gimana, paling engga dengan jalan kaki bisa mengobati rindu jalan kaki.

 

Minggu, 02 Mei 2021

REVIEW BUKU GATAL MENAWAR By Kembangmanggis

doc.pribadi


IDENTITAS BUKU

JUDUL BUKU                 :     GATAL MENAWAR
PENULIS                        :    Kembangmanggis
JUMLAH HALAMAN      :     264 halaman
TAHUN TERBIT             :    2018
PENERBIT                     :     PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN Digital                   :     9786020618746
Baca melalui @gramediadigital


BLURB

“Gatal Menawar” berisi 20 kisah ringan yang terungkap lewat kata-kata sederhana & mudah dicerna.

Seperti menikmati tarikan cepat garis-garis sketsa yang melukiskan peristiwa nan penuh warna yang biasa kita temukan dalam keseharian.

“Bubur Tikus” hingga ke “Gang City” dapat dibaca sambil tertawa dinikmati dengan secangkir kopi
mengisi waktu santai atau sambil menunggu.

Lezat dibaca dan perlu.

*Kembangmanggis adalah penulis era 80-an kembali muncul dengan seri sketsa-sketsa kehidupan


CELOTEH TENTANG BUKU

 "Malas itu normal," kata saya lagi. "Kenalilah dirimu sendiri. Kapan kemalasan itu muncul? Bagaimana mengatasinya? Carilah kiat-kiatnya agar kita bisa melampauinya."

(hal. 57)

Apabila suka mengalami tremor, bisa jadi sama dengan kisah di salah satu judul, bahwa penyebabnya bukan tua atau bawaan genetika yang bagaimana, bisa jadi karena belum makan

Pada judul yang sesuai dengan buku, penulis menyoroti kebiasan tawar menawar harga di pasar dengan mudah. Tapi alih-alih menawar, justru pembeli memaksa penjual untuk mengikuti kemauannya.

"Harapan adalah pangkal dari kesulitan. Pangkal dari terjebaknya kita pada kemungkinan kekecewaan yang bila terjadi, akan menyedot energi besar dalam hidup."
(hal.131)

Pada bagian teman sulit, yang bukan hanya menyulitkan diri tapi menyulitkan banyak orang, tetap bagian terbaik. Masih banyak teman sulit di sekeliling kita yang berperan sebagai korban, jadi pandai-pandailah memilah dan membatasi diri.

Kumcer dengan beraneka ragam rasa yang terkadang sedikit mengandung kritik sosial dan selalu ada sketsa di setiap judul cerita.

Penulis pandai mengulas perihal kehidupan dan menuangkannya ke dalam kisah-kisah ringan, beliau juga pintar memberikan referensi dan memberi pesan moral pada setiap untaian kalimat yang disampaikan



Minggu, 25 April 2021

ARTI NAMA BLOG SIMIATI257

 

Tanpa terasa sudah 13 hari kita berpuasa, apa kabar puasanya? Masih berjalan lancar sampai waktu berbuka atau harus selalu belajar menahan diri untuk tidak terpancing emosinya? Apa pun itu semoga dilancarkan terus ibadah puasa kita sampai ke hari kemenangan nanti dan tentunya imun selalu terjaga agar selalu diberi kesehatan di masa pandemik seperti ini, Amiiin

 

Sebenarnya sudah jauh sebelum Ramadan, sudah tahu ada tantangan dari Blogger Perempuan di Instagram, mengadakan program menulis di blog selama bulan Ramadan, temanya lumayan menarik ketimbang tahun lalu yang akhirnya memutuskan untuk berhenti, karena terlalu mual nulis tentang covid dkk dan saya pun bertanya ke diri sendiri, kenapa tidak coba ikutan lagi? Siapa tahu tulisan saya yang suka-suka hati ini, bisa konsisten walau baru memulai hari ini, hahaha

 

Sudah tak aneh dengan kalimat dari Shakespeare, apalah arti sebuah nama. Sepertinya saya terlanjur spontan pada saat membuat blog dan terlalu aktualisasi diri pada tahun tersebut, sampai tidak pernah memikirkan secara mendalam filosofi dibalik nama blog http://simiati257.blogspot.com/ .Tentu saja setiap nama menyimpan arti dan makna. Tapi, untuk saya dan sedikit males mikir. Karena dulu bikin blog murni ingin menyimpan file-file materi kuliah dan bisa meringkan yang sejurusan dengan saya ketika membuat tugas.

 

Masih ingat, bikin blog April 2011 di warnet (kala itu belum punya laptop sendiri). Maunya setiap minggu posting materi tugas yang pernah dibuat dan sesekali tulisan lain, apa daya keuangan dan mood selalu menghalangi komitmen dan akhirnya blognya antara ada dan tiada, nulis sesuka hati saja dan kalau ingat.

 

Sampai akhirnya di bulan September 2016, bergabung ke komunitas blog https://www.1minggu1cerita.id/ , walaupun judulnya menulislah walau satu tulisan di satu minggu, ya tetap saja, belum serutin itu. Tapi, sesuai komitmen awal tahun yang nanti akan diceritakan di tema harapan, mencoba untuk ruitn dan komitmen.

 

 

edited by canva

ARTI NAMA BLOG SIMIATI257

Sesuai dengan celoteh di awal, pada masa itu dengan segala bentuk aktualisasi diri sampai akhirnya nama blogpun memakai nama depanku. Sedikit cerita, namaku bisa disebut unik dan kadang suka salah penulisan oleh orang lain, sehingga dalam beberapa akun sosmedpun pasti pakai nama asli, minimal nama depan itu pasti selalu ada. Paling tidak dengan nama unik ini, orang bisa merasa lebih dekat secara personal walau sifatnya online dengan nama akunku yang tidak jauh dengan nama asli.

 

Kenapa ada angka 257? Sesimpel yang melihat blogku paham, bahwa diriku lahir di tanggal 25 Juli, walau tak semua orang peka juga kalau lihat nama blogku, bahkan saking aktulisasi diri, emailku pun simiati257@gmail.com . Ya kali aja, ada yang tiba-tiba kasih kejutan di tanggal tersebut lah ya, namanya juga berharap.

 

Maka hingga hari ini, blogku masih dengan nama http://simiati257.blogspot.com/ , bila berikutnya akan berganti, mana tahu. Allah Maha membolak-balikkan hati hambaNya

 

Terlalu lumayan panjang juga pembukaannya dan malah pas bagian arti nama tidak terlalu panjang, maafkan ya 🙏

 

Oke, baiklah,  tema untuk mengawali menulis di tantangan https://bloggerperempuan.com/ramadan-2021/ . mudah-mudahan secara bertahap bisa mengejar tema-tema yang sudah ditulis teman-teman lain Semoga tekad tulus ini sebanding hingga menulis hingga akhir dan moodnya bisa terarahkan untuk menulis.

 

Minggu, 18 April 2021

PERSONA KARYA FAKHRISINA AMALIA

 

doc.pribadi

"Setiap kali kamu merasa kalau segala sesuatu yang ada dalam hidup kamu nggak nyata, ingat aku. Aku nyata"

 (hal : 236)


Judul Buku    : Persona

Penulis          : Fakhrisina Amalia

Penerbit         : PT. Gramedia Pustaka Utama   

Tebal              : 248 hlm

ISBN               : 978-602-03-2629-0

Baca melalui aplikasi Gramedia Digital

 

Kisah tentang remaja putri yang menginjak dewasa bernama Azura Kalila Halim.  Azura adalah seorang gadis penyendiri, lebih suka membaca manga atau komik daripada bersosialisasi dengan teman. Kehidupan Azura mulai berubah, setiap kali ada keributan di rumah ia memilih di kamar dan menyakiti pergelangan tangannya dengan cutter  untuk meredam sakit di dalam hatinya.  Rumah yang dahulunya penuh dengan keceriaan dan kebahagiaan berubah penuh dengan kesedihan dan air mata.

 

Azura makin menarik diri dari teman-temannya, hingga ada murid baru pindahan yang bernama Altair Nakayama, blasteran Jepang. Kehadiran Altair perlahan membuat hati Azura ceria kembali, kebiasaan menyakiti diri sendiri apabila ada sesuatu yang menyakiti hatinya, sudah mulai berkurang.

 

Sebelum bertemu dengan Altair, Azura secara diam-diam menyukai kakak kelasnya yang bernama Ka Nara. Tetapi sejak mengenal Altair, perlahan perasaannya terhadap Ka Nara memudar.

 

Saat kuliah, akhirnya Azura mempunyai sahabat, bernama Yara. Persahabatan yang dimulai dari hal sederhana saat Azura melihat gambar kupu-kupu 3 dimensi di Mading Kampus, yang ternyata itu buatan Yara.

 

Bagaimana reaksi Altair terhadap Azura setelah menghilang tanpa kabar hampir 6 tahun?? dan siapakah sebenarnya Altair ??

 

Secara harfiah, kata persona dalam bahasa Latin berarti “topeng”. Topeng yang kita kenakan ini akan berbeda mengikuti situasi dan kondisinya. (https://pijarpsikologi.org/)

 

Novel ini mengangkat isu psikologis yaitu mental ilness yang terjadi pada Azura. Semacam genre yang cukup gelap dan terasa sulit untuk diikuti, tetapi, Persona ditulis dengan sangat baik karena bahasan psikologi terasa ringan dan mengalir saat dibaca, bahkan terkejut dengan plot twist-nya ah sudahlah takut spoiler.

 

Karakter kuat, setting lokasi yang mengangkat kebudayaan lokal setempat, dan ide cerita yang berbeda.latar tempat juga bukan sekedar ada tapi memang di angkat isu serta polusi yang sering terjadi di sekitar. Beberapa ditemukan kosa kata bahasa Jepang, akan lebih baik ada catatan kaki, agar tidak menduga-duga terjemahannya.

 

Novel ini juga menyinggung tentang bintang-bintang yang akan berhubungan dengan isi ceritanya.

 

 

 

Minggu, 11 April 2021

PENAT

 

doc.pribadi

Tema minggu ini sepertinya sesuai dengan perasaan beberapa minggu kebelakang, yaitu penat. Penat menurut KBBI adalah merasa letih (sehabis bekerja keras dan sebagainya).

 

Walau menurut Moammar Emka, “Kadang cuma butuh satu helaan napas panjang buat menyudahi penat hari ini sambil membayangkan sepotong senyumanmu.” Tapi ternyata tak semudah itu untuk menghilangkan penat.

 

Sekalipun penat, tapi tetap berusaha untuk melakukan aktivitas seperti biasanya atau lebih tetap memaksakan diri untuk selalu beraktivitas rutin (pekerjaan domestik rumah tangga tentu perlu tetap dilakukan, karena kekayaanku bukan seperti Nia Ramadhani, Nagita Slavina, dll ).

 

Bagaimana rasanya tetap melakukan aktivitas sekalipun sedang penat?

Jawaban simpel : BERAT

 

Beberapa hal yang biasa dilakukan sebelum kepenatan datang dan tetap berusaha dilakukan, tapi efeknya secara kualitas sedikti menurun. Misal : Jalan kaki biasanya dilakukan agak pagi dan semangat memikirkan rute yang mau dicoba, tetapi sekarang sedikir ogah-ogaha, walau akhirnya tetap jalan karena takut nanti susah lagi buat mulai jalan kaki. Baca buku yang biasanya sehari bisa puluhan bahkan ratusan halaman, ini terasa dipaksakan. Bahkan mengajarpun seolah enggan (mungkin muridnya jadi senang sekalian ada masa liburlah ya)

 

Ada beberapa pendapat, jangan terlalu keras sama diri sendiri. Tapi balik lagi ke masing-masing orang, setiap orang punya caranya masing-masing dalam mengatasi masalah dirinya.

 

Walau sedikit disadari ada beberapa hal yang sifatnya mempengaruhi kepenatan, penat akan situasi dimana seharusnya kamu marah dan kecewa  tetapi memutuskan untuk diam, karena melihat yang lain jauh lebih marah. Bagusnya tak seperti itu ya, karena dipendam malah jadi tidak baik (itung-itung ngomong ke diri sendiri hahaha)

 

Bahkan saking penatnya, baru kemarin buat postingan tentang kumpulan mi, iya aneh memang, saking penatnya. https://www.instagram.com/p/CNgVKAPFzXJ/?utm_source=ig_web_copy_link

 

Saat ini ketika kamu sedang penat dan tak mampu mendeskripsikan kepenatanmu, nikmatilah dan lakukan yang bisa kamu lakukan, syukur-syukur bisa berbagi kepada orang yang kamu anggap dekat.

 

"Berlarilah ketika kamu bisa, berjalan jika harus, merangkak jika perlu, jangan pernah menyerah."

(https://www.brilio.net/ )

Minggu, 04 April 2021

JANGAN SISAKAN NASI DALAM PIRING seri Ubud Sketsa KembangManggis

 

doc.pribadi


IDENTITAS BUKU

Judul : JANGAN SISAKAN NASI DALAM PIRING seri Ubud Sketsa KembangManggis 

Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama 

Tahun Terbit : 2018 

ISBN DIGITAL 9786020618722 

Tebal : 224 hlm ; 21 cm 

Baca melalui aplikasi Gramedia Digital 


CUPLIKAN CERITA 

Terdapat 23 kisah yang memiliki latar tempat di Ubud. Sebagai pembaca dibuat jatuh cinta oleh tulisan tentang Ubud. Gaya bahasanya ringan dan ringkas dengan kalimat yang bisa dipahami.

 

Buku ini berkisah tentang seorang ibu  asal Bogor yang memiliki dua anak perempuan: Anggit dan Nala. Mereka singgah ke Ubud dan mendirikan studio karena daripada setiap ke sana sewa penginapan, dia lebih baik mendirikan pemondokan.

 

Suasana khas wilayah Ubud disampaikan dengan jelas oleh penulis. Kepolosan para tokoh yang hidup di daerah perdesaan.Begitulah Ubud yang diceritakan penulis dengan segala keunikannya. Banyak refleksi terhadap nilai-nilai kehidupan yang sederhana sekaligus bermakna.

 

Tak ketinggalan, ragam makanan disinggung pula pada beberapa bagian cerita. Membaca bagian yang dibumbui kuliner mampu membuat saya langsung membayangkan nyicip makanannya (Tapi ada yang hanya dibayangkan karena tak boleh dimakan untuk kepercayaanku).

 

“Jangan Sisakan Nasi dalam Piring” yang diambil menjadi judul utama buku. Bagian tersebut menjelaskan kisah tokoh utama yang mengamati proses penanaman padi hingga panen. Ada sebuah asumsi umum yang beredar di masyarakat: bahwa panen adalah suatu kegembiraan sekaligus ajang pesta petani.

 

Apakah benar seperti itu? Dalam kisah ini digambarkan bahwa ketika panen tiba para petani begitu bekerja keras dari pagi hingga petang. Masa panen adalah waktu para petani bekerja keras. Lebih keras pada zaman dahulu dan tentu tetap kerja keras pula di masa sekarang (meski intensitasnya berkurang). Terjadi perbandingan antara panen masa lalu dengan panen masa kini.

 

Sebulir padi menjadi amat berharga. Prosesnya menjadi nasi pun tak mudah. Harus ditapi, dibersihkan, dan ditanak sedemikian rupa hingga setelah melalui proses panjang nasi pun terhidang. Atas segala proses yang tak mudah itu, makanya orangtua memberi nasihat: jangan sisakan nasi dalam piring! Berbeda dengan zaman sekarang. Petani telah dipermudah dengan segala alat canggih. Nasi hangat pun terhidang. Lebih praktis dan mudah.

 

Penulis memberi pesan bahwa kita harus menghargai setiap tetes keringat petani, melainkan pula menghargai proses dan kebaikan alam. Jika ditarik benang merah, maka buku ini terbagi atas nilai budaya, kuliner, kemasyarakatan, nilai kehidupan, fenomena alam, pencaharian, dan refleksi tokoh utama tersendiri dalam menilai kisah-kisahnya.


Ada sketsa-sketsa di setiap bagiannya. Bahasa yang ringan membuat buku ini amat cocok sebagai teman duduk sambil menyesap kopi atau mencicip cemilan sore.


Sudah pernah di publikasikan di Instagram pribadi dengan segala perubahan sesuai kebutuhan https://www.instagram.com/p/CNFf9MWFns3/?utm_source=ig_web_copy_link

NOVEL ANGKATAN BARU BUYA HAMKA

 

doc.pribadi

IDENTITAS BUKU

Judul Buku : ANGKATAN BARU

Penulis : Hamka

Penerbit : Gema Insani

Cetakan Pertama, Januari 2016

ISBN : 978-602-250-727-7

X + 90 hlm

Baca melalui aplikasi Gramedia Digital


BLURB

Seusainya mengeyam sekolah menengah, tidak ada yang dikerjakan Syamsiar, kecuali duduk-duduk santai di rumah atau membaca buku roman di dalam kamarnya. Sebagai perempuan yang mengenyam pendidikan tinggi, pantang bagi Syamsiar melakukan pekerjaan rumah, seperti memasak, mencuci, apalagi turun ke sawah. Ia hanya tahu senang saja, sambil berharap dating seorang pemuda yang juga berpendidikan untuk melamarnya.

Angkatan Baru mengangkat tema tentang peran pendidikan kepada para pemuda. Pada saat itu, para pemuda yang memiliki pendidikan tinggi dianggap tidak pantang mengerjakan pekerjaan kasar, seperti bertani atau berdagang keliling. Menjadi guru pun haruslah dengan gaji tinggi.

Buya Hamka dengan gaya berceritanya yang bernas dan menarik, mengajak para pembaca untuk menyelami arti pendidikan yang sesungguhnya, yaitu untuk membaca manfaat dan kemajuan bagi masyarakat sekitar. 



CUPLIKAN CERITA

Seusai mengenyam sekolah menengah, tidak ada yang dikerjakan Syamsiar, kecuali duduk-dukuk santai dirumah atau membaca buku roman di dalam kamarnya. Sebagai perempuan yang mengenyam pendidikan tinggi, pantang bagi Syamsiar melakukan pekerjaan rumah, seperti memasak, mencuci apalagi turun ke sawah. Ia hanya tahu senang saja, hingga akhirnya ia menikahi Hasan, pemuda yang juga berpendidikan agar ia setara karena sama-sama berpendidikan. Kehidupan rumah tangga dengan segala lika-liku sisi ego dua insan, apakah akan membuat Syam dan Hasan kuat menghadapinya?


Kisah kehidupan sebagian besar pemuda lepasan sekolah agama yang mempunyai diploma. Ketika seseorang yang mempunyai diploma, dipandang tinggi oleh masyarakat. Terutamanya wanita. Ia dianggap wanita yang terpandang dan berdarjat tinggi.


Tokoh Syamsiar dan Hasan dijadikan sebagai tokoh utama. Syamsiar digambarkan sebagai wanita terpelajar yang mempunyai cita, suka membaca (terutamanya karya roman Arab) dan juga bebas pergaulannya. Syamsiar ini digambarkan oleh Hamka sebagai penyakit anak muda pada zamannya (waktu novel ini ditulis).

 

Novel ini menggunakan gaya bahasa Melayu yang juga menjadi ciri khas Hamka dalam deretan karyanya. Beberapa hal yang di kritik oleh Buya Hamka pada novel ini, yaitu :

1. Mementingkan hal pribadi, sehingga lupa tanggung jawab

2. Tidak mengamalkan ilmu yang dipelajari

3. Tidak mau terjun dalam masyarakat, karena beranggapan masyarakat setempat itu kolot dan tidak mau maju.

 

Seperti novel lainnya, Hamka mengkritik adat masyarakatnya, yaitu

1. Terlalu memanjakan anak yang berpelajaran (sehinggakan anak itu tidak tahu menguruskan hal ehwal rumah tangganya)

2. Mengongkong keputusan anak muda

3. Masuk campur urusan rumah tangga anak-anak dan adik beradik mereka.


Sudah dipublikasi di Instagram  pribadi https://www.instagram.com/p/CNC0z6BFENH/?utm_source=ig_web_copy_link

Minggu, 28 Maret 2021

HUNTING FOTO TRANPORTASI UNIK DI CIMAHI



Hasil hunting foto pagi ini, biar bisa ikutan challenge dr @tanos.challenge (walau agak rapel krn ini harusnya tema untuk minggu pertama 😂😂😂).


Tadinya mau foto becak yang biasa mangkal di depan jalan, eh pas niat foto ga ketemu, giliran lagi bawa gegembolan dr pasar, buanyak ketemu mamang becak. Karena tema yang diambil adalah kendaraan yang unik, langsung kepikiran, setiap jalan kaki selalu menemukan mobil unik ini. Tapi tentunya unik dipandang saja yaaaa.



Biar sekalian memperkenalkan salah satu sejarah bangunan yang ada di cimahi, jadi ku kutip info yang ada di blog, biar lebih mantap, khawatir salah penyampaian.




Penjara Poncol atau Rumah Tahanan Militer Poncol merupakan Bangunan Penjara Militer yang dibangun pada tahun 1886 bersamaan dengan pembangunan markas-markas militer. Bangunan yang merupakan bagian dari adanya markas-markas militer tersebut terletak di Jl. Poncol Cimahi berada dekat Lapangan Rajawali Cimahi sebagai sel tahanan bagi tawanan musuh dan para prajurit militer yang bermasalah dalam kedisiplinan. Bangunan ini pernah menjadi Kamp konsentrasi Jepang untuk menahan penduduk sipil atau tawanan militer selama pendudukan Jepang di Indonesia (1942-1945) yang berada di bawah pengawasan Jepang.
Sumber : http://cimahi-cyber-city.blogspot.com

Tema 1 : Jenis transportasi yang unik di daerahmu