Minggu, 16 April 2017

MAWAR

Jiwa manusia adalah juga seperti bunga mawar, di dalam setiap jiwa selalu ada "mawar" yang tertanam. Allah yang menitipkan kepada kita untuk dirawat. Allah yang meletakkan kemuliaan itu di setiap kalbi kita. Layaknya taman-taman berbunga, sesungguhnya di dalam jiwa kita juga ada tunas kawar dan duri yang akan merekah.

Sumber : forumstudimahasiswa.wordpress.com

Sayang, banyak dari kita yang hanya melihat duri yang tumbuh. Banyak dari kita yang hanya melihat sisi buruk dari kita yang akan berkembang. Kita sering menolak keberadaa diri ini, kekecewaan juga rasa tak mau menerima hadir terhadap diri. 

Kita berpikir bahwa hanya hal-hal buruk yang akan tumbuh dari diri kita menolak untuk"menyirami" hal-hal baik yang sebenarnya telah ada. Dan akhirnya, kita kembali kecewa, kita tak pernah memahami potensi yang dimiliki.

Banyak orang yang tak menyangka, mereka sebenarnya memiliki mawar yang indah di dalam jiwa. Banyak orang yang tak menyadari adakah mawar itu, kita kerap disibukkan dengan duri-duri kelemahan diri dan onak-onak kepesimisan dalam hati ini. Orang inilah yang kadang harus menunjukkannya.

Andai kita bisa menemukan "mawar-mawar" indah yang tumbuh. Kita akan terpacu untuk membuatnya selalu merekah hingga berpuluh-puluh tunas baru akan tumbuh. Pada setiap tunas itu akan berbuah tunas-tunas kebahagiaan, ketenangan, kedamaian, yang akan memenuhi taman-taman jiwa kita. Kenikmatan terindah adalah saat kita berhasil menunjukkan diri tentang mawar-mawar itu dan mengabaikan duri-duri yang ada.


Minggu, 19 Maret 2017

TIPS MENIKMATI AKTIVITAS MEMBACA

Kapan terakhir membaca buku?

Kalau baca status beda ya
Atau membaca hati pasangan yayayayyayaya 

Terlahir dari seorang ibu yang sangat menyukai baca sehingga kebiasaann itu menurun
Faktor turunan ya mungkin dari segi kebiasaan
klaristar.wordpress.com

Mau sedikit sharing Kegiatan membaca itu ditanamkan oleh orang tua dalam bentuk berlangganan majalah
SD : Majalah bobo kadang suka beli tabloid Gaul (Masa AFI gitu lah)
SMP : Majalah Gadis, tabloid Gaul (kadang)
SMA : gonta ganti majalah dan banyak ke novel
Kuliah : ikutan baca langganan mbah (masa kuliah tinggal sama mbah) koran Republika, koran Pikiran Rakyat, Tabloid Nova
Sekarang2 kadang suka beli majalah Intisari
Masa lebaran adalah masa terindah dimana bisa membeli novel untuk menambah kolekasi perpustakaan pribadi, saking niat sampai bikin label pada setiap buku dan pernah saya tuliskan juga di blog bisa di baca http://simiati257.blogspot.co.id/2016/11/bukuku-bukan-bukumu.html

Banyak manfaat dari kegiatan membaca dan saya setuju dengan pict nemu dari google ini
sumber : ernawatililys.com

Jadi masih bilang bahwa baca buku itu tidak penting?

Mau sedikit berbagi tips menikmati aktivitas membaca buku 
  1. Pilihlah waktu luang yang tepat untuk membaca buku, misalnya saja saat  malam hari menjelang tidur, daripada stalking yang bikin susah tidur ya ga
  2. Pilih posisi yang nyaman pada saat membaca buku, misalnya dengan duduk di kursi. Selalu atur jarak antara mata dengan buku, yaitu sekitar 25 hingga 30 cm (ini berdasarkan pola yang sehat walaupun si sayapun tak seperti itu hahhaa)
  3. Menentukan tujuan membaca buku untuk mendapatkan hasil yang optimal. Seseorang yang membaca buku tanpa tujuan, sama saja dengan seorang pengembara yang tak tahu arah. Sama seperti hubungan yang perlu tujuan kemana hihihi
  4. Sebelum membaca sebaiknya kita mengetahui gambaran besar tentang isi buku, hal tersebut akan mempermudah konsentrasi pada saat membaca. Bisa dengan bantuan google untuk mendapat riview buku
  5. Selalu fokus pada apa yang kita baca. Karena salah fokus mungkin lupa belum minum aq**
  6. Menjadi pembaca yang aktif, dalam artian kita bisa melakukan dialog dengan buku. Misalnya saja kita bisa membuat berbagai pertanyaan yang nantinya akan kita temukan jawabannya di dalam buku yang kita baca.
  7.  Menentukan teknik dalam membaca, misalnya saja kapan waktu yang tepat untuk membaca dengan cepat, lambat, dengan nada keras, maupun membaca dalam hati. Tapi please kalau lagi diangkot jangan baca dengan nada keras kaya baca UUD 45 pas upacara tar disangka orang stress
  8. Mencatat hal-hal penting yang telah kita baca. Hal ini akan membantu kita untuk mengingat intisari dari buku yang telah kita baca.
Saya punya kebiasaan minimal menamatkan baca 1 buku dalam satu minggu, kamu kapan?










Minggu, 26 Februari 2017

PEJUANG PEMBANGUN INSAN CENDIKIA part 1


Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku
Tuk pengabdianmu

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Pembangun insan cendikia


Ada yang ingat dengan lirik lagu diatas?
Mungkin ada yang aneh dengan lirik terakhir ya terjadi perubahan pada bait terakhir, hal ini didukung oleh Perubahan lirik lagu Hymne Guru pada kalimat terakhir telah disepakati dan ditandatangani pada tanggal 27 November 2007, disaksikan oleh Dirjen PMPTK Depdiknas dan ketua pengurus besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Hal itu juga diperkuat dengan surat edaran PGRI Nomor 447/Um/PB/XIX/2007 tanggal 27 November 2007. 

Perubahan itu dilakukan karena kalimat 'tanpa tanda jasa' terkesan mengurangi pentingnya profesi guru. Padahal peran guru sangat besar sekali sehingga lirik tersebut diganti dengan 'pembangun insan cendekia' yang membuat profesi guru terangkat dan mulia.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Sumarna Surapranata mengatakan lirik Hymne Guru berubah sejak tahun 2006. Namun rupanya masih banyak orang lupa atau bahkan belum mengetahui perubahan itu.

Tapi tulisan ini bukan untuk bahas lagu dan gubahan lagunya, bila kurang info silahkan cek artikel terkait dari mbah google tercintahhh walaupun masih banyak yang tidak tahu akan gubahan ini



Menjadi seorang pendidik atau biasa disebut guru merupakan cita-cita SD yang terkabulkan, sangat ingat pada memory dimana setiap guru akan bertanya cita2 apa yang diinginkan oleh murid dan selalu saya jawab "Guru". Kalau dilihat secara jurusan yang diambil kuliah bukan yang seharusnya mengajar di sekolah karena jurusan (sekarang departemen) adalah pendidikan luar sekolah ya walaupun memang bergelar S.Pd, tugasnya memang mendidik tapi pada ranah Pendidika Non Formal. Bukan berarti tidak bisa mendidik untuk ranah pendidikan formal karena basic pedagogik sudah dibelajarkan masa kuliah, untuk mengajar mata pelajaran tinggal mau menyesuaikan diri dengan kurikulum.

Lalu mengapa pada akhirnya pada saat ini seorang Simiati Nurwakhidin memutuskan untuk menjadi guru? Setelah wisuda ada kondisi dimana perlu mentranfer ilmu dan bersosialisasi dengan kebanyakan orang agar ilmu dan wawasan yang dimiliki makin berkembang, disamping memang sudah aktif di Bisnis juga. Kebetulah di hari itu lagi gogoleran di kasur dan otak atik hape lalu muncullah info lowongann ngajar setelah menimbang, mengingat dan seterusnya (duh bahasanya macam berita pengesahan aja cyn) akhirnya kuberanikan diri untuk melamar menjadi guru singkat cerita diterima dan menjadi guru mata pelajaran Sejarah dan Prakarya dan Kewirausahaan. Dan perlu menjadi catatan bahwa saat ini mengacu pada kurikulum 2013 atau disebut saat ini kurikulum nasional.

Menjadi guru itu terkadang tiba bisa modal nekat dan macam tentara perang siap tempur, ada hal yang perlu dipersiapkan seperti administrasi guru. Bisa aja sistem rapel atau pas kepepet (udah ditagih sekolah) dalam menyiapkan administrasi guru tapi perlu berstruktur dalam menyampaikan ilmu. Apalagi modelnya saya yang bahkan tidak pernah mengecap mengajar formal tentu disamping menyampaikan ilmu perlu juga saya belajar. Kadang suka ada kekhawatiran apabila ilmu yang disampaikan tidak sesuai dengan kurikulum, membuat murid paham atau murid ga tau apa yang disampaikan saya.

Sudah satu bulan ini saya mencoba menjadi sahabat dengan Kalender Pendidikan, Silabus, RPP, Administrasi Guru. Apalagi ketika membuat RPP, memang tidak dipungkiri kita suka mencari di mbah google dan copas edit tapi pada realitanya perlu penyesuaian dengan keadaan kelas yang kita ajar. Untuk silabus pada kurikulum 2013 tidak seperti KTSP yang membuat sendiri tapi sudah dipersiapkan oleh Kemendikbud. Point penting dari mengajar menurut sudut pandang saya yaitu penguasaan kelas, posisi sekarang saya mengajar di SMK Swasta ya bisa dibayangkan keunikannnya terutama kalau kita guru mata pelajaran wajib suka dipandang sebelah mata ketimbang guru produktif mereka. Bukan salah murid tapi PR sebagai pendidik agar murid mau koperatif dan ikut dengan kita, solusi yang saya buat yaitu membuat aturan main yang harus dimulai dari kita yang menjadi teladan, misal menyuruh murid untuk tepat waktu maka sebagai pendidik datanglah pada waktunya dan keluar saat jam berakhir. 

Hal yang sering dihadapi pendidik yaitu kaku dengan rencana, kita memang tidak boleh mengikuti arus keinginan murid tapi ada masa dimana ketika murid jenuh dengan cara kita mengajar maka belajarlah untuk berinovasi metode tanpa mengubah kurikulum dan materi yang ingin disampaikan. Terutama karakter anak sekarang tidak sama dengan masa dulu anak sekolah, sekarang mana ada anak urban yang tidak bisa lepas dari gadget.

Sekian cerita pembuka kali ini akan dilanjutkan pada part berikutnya setelah menerima hasil UTS hihihi











Minggu, 12 Februari 2017

MEMAAFKAN KEADAAN

Banyak hal yang kadang suka kita lupakan, tentu pada umumnya pernah membaca pepatah 3 kata yang suka kita lupakan. Sedikit mengingatkan ini adalah kata-kata yang suka kita lupakan :


Sumber : http://anthonydiomartin.blogspot.co.id/2014_02_01_archive.html

Apa yang paling sulit dilakukan?

Tolong? Walau tidak terucap tapi terkadang bahasa tubuh sudah dapat mewakili bila kita dalam posisi ingin minta tolong

Terima kasih? Walau terkadang kita lupa atau telat dalam mengucapkan tapi sang pemberi atau juru penyelamat sudah dapat mengartikan rasa terima kasih meski tak terucap atau telat

Maaf? Kalimat yang terlontar terkadang hanya sebuah statment atau formalitas
Pernah terucap ga "Sudah dimaafkan walaupun tidak akan merubah yang sudah terjadi" atau "Kalaupun tidak dapat dimaafkan, Allah Maha Pemaaf ko" atau kalimat-kalimat lainnya

Awalnya saya tidak menyadari ada benih adat yang kurang baik bila dipelihara yaitu pendendam dan suka mengungkit kesalahan/masalah yang sudah berlalu. Secara positif saya adalah video/biografi berjalan dimana dapat dengan hapal kronologis dalam sebuah kejadian/peristiwa. Dampak negatif kadang bagi yang sedang sensitif akan merasa tersinggung seolah-olah saya nyiyir atau mengungkit yang sudah lalu dan mengkait2kan segala kejadian macam puzzle. Bagi orang yang bijak dan berpikir simpel melihat adat saya seperti macam manusia riweh.

Ada titik dimana akhirnya mencoba untuk berubah dengan mencoba memaafkan keadaan, karena bila tidak bisa memaafkan secara personal maka dicoba untuk memaafkan keadaan yang membuat diri seolah-olah manusia paling teraniaya. Dari membaca buku dan sharing dengan para sahabat akhirnya ada beberapa trik yang saya lakukan yaitu

1. Atur nafas dengan baik dan fokus pada tujuan datang 
Misal datang untuk menghadiri kegiatan berarti fokus untuk membawa diri dengan baik selama kegiatan.

2. Tersenyum
Kesannya simpel ya tapi sangat membantu karena dengan tersenyum membuat suasana hati jauh lebih tenang dan menyenangkan hati sekeliling kita.

3. Memulai untuk berinteraksi dengan sang tak termaafkan
Ini adalah bagian tersulit dimana mencoba memulai kembali komunikasi, dengan menjadi orang pemaaf bukan berarti menjadi orang kalah kan.

4. Doakan
Dengan mendoakan orang ada jalan terbaik yang telah diciptakan oleh Nya

5. Berdamai dengan keadaan
Istilah ini saya dapatkan ketika mengobrol dengan sepupu, maksud yang saya tangkap ketika kita merasa nasib kita gini-gini aja, takdir tidak berpihak kepada kita, mempersalahkan orang lain terhadap kejadian maka cara terbaik adalah berdamai dengan keadaan yaitu mencari solusi terhadap masalah kita dan lakukan yang bisa kita lakukan bila tidak bisa maka ikuti alur kehidupan dengan membawa diri dengan baik.

point terakhir yang sedang atau proses karena ternyata hati masih dibolak balikkan oleh keadaan. Yu jadi orang pemaaf ^_^v

*yeahhhh nulis lagi euy setelah membolos satu bulan uwowww (jangan ditiru) memang harus memaafkan si pemalas*









Jumat, 30 Desember 2016

TERUNTUK UMI

Selamat hari ibu untuk umi tersayang
Momen yang tidak hanya ketika 22 Desember saja tetapi di setiap hari dan setiap waktu selalu hari ibu.
Furqon.Doc

Semoga Allah selalu memberi umi kesehatan dan kelanaran dalam segala urusan
Semoga saat mia wisuda merupakah hadiah untuk umi, hadiah ini tidak senilai dengan semua perjuangan dan pengorbanan umi untuk teteh, mia dan usman. Bila menceritakan perjuangan dan pengorbanan umi selama mengurus kita mungkin tidak akan cukup, biar Allah menjadikan perjuangan dan pengorbanan umi menjadi bekal di Akhirat. Pelajaran hidup yang diajarkan sama umi, jangan pernah memandang orang hanya dari covernya saja dan jangan malu dengan keadaan.
Terima kasih telah menjadi teladan bagi kita dan doakan mia setelah lulus dapat agar dapat mengaplikasikan ilmu dan mohon maaf bila belum dapat membanggakan umi dengan apa yang mia capai sekarang.
Terima kasih menyematkan nama mia menjadi dua di akte yang secara administrasi Negara bernama Simiati Nurwakhidin tetapi ada nama lain di akte yaitu Siti Rohmah Yulianti Nurwakhidin.
Terima kasih selalu mengantarkan mia ke sekolah dari mulai SD hingga SMA dengan motor bahkan pernah merasakan naik motor bareng dari Bogor (bogor nyingcet ciampea) sampai Cimahi dengan selamat walaupun umi sudah tidak berani untuk bawa ngebut (wanita 50 tahun dong bawa motor bogor bandung pp)
Terima kasih atas keterbatasan umi dalam hal kerapihan, make up dan masak sehingga sekarang mia berupaya untuk bisa memasak, belajar make up dan belajar membawa diri dimanapun mia tinggal.

Tertanda anakmu
Simiati Nurwakhidin


Bila ada yang mempertanyakan kenapa harus nulisnya di blog kenapa ga diomongin langsung ke umi, Alhamdulillah tulisan ini sudah dikirim ketika moment hari ibu ke Umi langsung.

Furqon.Doc

JANGAN REMEHIN ORANG DI BELAKANG LAYAR, KELAR HIDUP LOE!!!

Jangan remehkan orang-orang yang ada dibelakang layar terutama ketika kamu yang menjadi sorotan utama atau bisa disebut pengantinnya. Ada lelah, peluh, tetes air mata, tetes keringat, korban waktu dan hal2 yang bersifat materi untuk menghasilkan kesuksesan sebuah acara. Bila dianggap remeh kelar hidup loe!

Tulisan ini kupersembahkan kepada adik-adik di Racana Prabu Siliwangi – Subang Larang UPI Bandung atau di UPI dikenalnya dengan UKM Pramuka UPI Bandung (eskul lah kalo zaman sekolah mah). Dalam adat Racana terdapat upacara-upacara yang menjadi khas dalam setiap moment salah satunya adalah pesta wisuda.
Furqon.Doc
Collages Photo By Simiati Nurwakhidin 

Efek suka main ke sekretariat jadi tahu secara umum perkembangan di setiap fase dan gejolak kepengurusan, salah satunya ketika merencanakan acara pesta wisuda ini. Sangat menghargai dan apresiasi terhadap kinerja kepanitian, waktu yang sangat mepet dan SDM yang terbatas semacam lagu tahu bulat lah, goreng dadakan tapi jadi. Tadinya sempet males dan ada sedikit keegoisan untuk ga peduli mau dijemput dan disambut kaya gimanapun, untuk setelah prosesi wisuda itu hujan deras dan liat yang jemput udah basah kuyup jadi aja mengalah untuk menghargai acara yang sudah disediakan. Aba dan umi jadi ada tempat untuk beristirahat dengan nyaman tak perlu gelar tiker atau berteduh di tempat umum ketika beres acara karena ada sekretariat yang menerima dengan baik.Segitupun orang tua mah seneng karena Aba dan Umi orang pramuka juga, padahal mah asal aba dan umi tahu mungkin lebih.



Furqon.Doc

Bo 7 tahun jadi tau lah standar bikin kegiatan kaya gimana dan pagi liat kaga ada banner aja komitmen mau pulang setelah prosesi universitas dan ambil cinderamata di jurusan.Ditambah flu berat sampai shading idung kehapus kan tetep aja keliatan pesek pas di foto hahahahaha. Kalaupun akhirnya jadi sebuah acara pasti ada keriwehan selama pagi hingga siang untuk sekedar menyambut, belum ngajak orang-orang yang kayanya jadwalnya kaya artis padet banget dan so no coment alias hanya di read bahkan diacuhkan, hal-hal kecil semacam itu yang bikin naik darah. Ga perlu hal-hal yang besar, hal kecil aja seperti banyak yang hadir itu sudah sangat berarti.

Furqon.Doc
*Foto bareng sama sahabat yang senasib 7 tahun wkwkwkwkwk*

Terima kasih kepada Bayu Permana dan Yeni Anggarwati beserta tim. Semoga di moment dan acara berikutnya lebih baik lagi dan menguatkan kepengurusan, maaf apabila selama acara kakakmu ini banyak menyusahkan dan mohon maaf belum menjadi teladan yang baik bagi kalian. Nanti kan ku coba mencari mood untuk menuliskan pengalaman 7 tahun di belakang layar itu (semoga mau padahal draft tulisan udah ada)

FROM SETIABUDI 229 WITH LOVE (Part 1)


Call it a clan, call it a network, call it a tribe, call it a family: Whatever you call it, whoever you are, you need one. 
— Jane Howard —


Mengawali menulis kisah dua insan yang dipertemukan dalam satu organsasi hingga akhirnya yang orang katakan cinta lokasi. Terkadang menuliskan sesuatu roman non fiksi banyak kekhawatiran terdapat makna tersirat yang menyinggung atau tidak berkenan untuk dibaca secara umum jadi ya banyak hal yang coba di filter dan di hide demi demi yang ingin didemikan.


"Teruntuk Kiki Solihin, S.Pd yang selalu memotivasi dan mendampingi dengan sabar dan penuh pengertian kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi."

(Tulisan sesuai dengan ucapan terima kasih dalam skripsi pemilik blog)


Hai patner yang hingga tulisan ini di publish terhitung sudah 78 bulan 6 hari kita berjalan sebagai sahabat. Sahabat berbagi dalam berbagai hal dan menghargai pilihan kehidupan tanpa saling mengekang, mengawali komitmen sebagai pacar. Selama 78 bulan 6 hari aku tetap menjadi pribadi yang bisa tetap menjalani kehidupan dengan apa yang kupilih tanpa perlu meminta pertimbangan dan saling menekan, "belum jadi suami aja so ngekang dan ga bolehin ini itu situ oke"
Bertemu di bulan september 2009 sebagai pengurus yang menyambut adik baru dan masih sama-sama asing dalam komunikasi. Pernah menjadi pemateri manajemen perkemahan pun yang ada dia ku serang dengan pertanyaan abis kesel dijawab singkat dan tiis pisan (kayanya dia mah lupa).
Mulai saling mengenal di Desember 2009 sempat menemui kecocokan hingga akhirnya memutuskan untuk berjalan dengan kehidupan dan waktu karena sama-sama menghargai pasangan masing-masing.
Hingga akhirnya hati tak dapat dibohongi untuk menjadikan sebagai sebuah hubungan tepat di 25 Juni 2010 berkomitmen untuk menjadi pasangan, berkomitmen untuk tidak saling menutupi kekurangan tapi saling menguatkan. Kerikil permasalahan selalu ada mulai dari awal tahun yang alay dan menomor satukan kehidupan berdua hingga akhirnya mengalir seperti waktu yang terus berjalan.
Akhir tahun 2013 tepat di waktu setelah lebaran menjadi prototype pasangan dalam tempat yang mempertemukan kita, selalu disoroti hingga terkadang kita lelah untuk selalu terlihat sempurna dari satu sudut pandang hingga akhirnya memutuskan untuk tabah akan setiap penilaian karena lebih baik mengerjakan yang bisa dilakukan tanpa lelah, hingga akhirnya kita akan tetap menjadi kita. Apakah kita kalah dengan pandangan itu? Sepertinya tidak karena waktu yang membuat pada umumnya dapat melihat karya yang kita hasilkan sekalipun tidak diakui dan diapresiasi karena kita tidak pintar menjadi penjilat yang baik.
Tepat di tahun 2016 hampir setengah tahun menjadi goncangan terbesar dalam kisah kita fase dimana segalanya seperti hambar dan tak bernyawa hingga akhirnya untuk menapaki langkah paling serius tepat di tanggal 25 Desember 2016 kau datang bersama dengan keluargamu karena kita tidak sekedar kita, ada keluarga yang akan disatukan dan doa mereka menyertai di setiap perjalanan kita. Beberapa bulan ke depan akan menjadi hari sakral dalam hidup kita, semoga selalu diberi kelancaran.
Ada beberapa hal yang membuat kita bertahan salah satunya yaitu jangan biarkan orang lain ngontrak ketika kita berdua (dunia itu bukan cuma milik berdua bro dan jangan biarkan mereka canggung ketika ada pasangan), salah dua dan seterusnya nanti di part berikutnya (caelah kaya yang rajin nulis aja)

Furqon.Doc
Collages Photo By Simiati Nurwakhidin 
*emang dari dulu lebih bagus candid daripada foto 1,2,3 cekrek*
Foto diambil ketika wisuda 14 Desember 2016