Minggu, 06 Agustus 2017

BILA TEMPAT MEMPENGARUHI KEDISIPLINANMU

Apa itu disiplin?
Menurut KBBI 
disiplin/di·sip·lin/ n 1 tata tertib (di sekolah, kemiliteran, dan sebagainya); 2 ketaatan (kepatuhan) kepada peraturan (tata tertib dan sebagainya); 3 bidang studi yang memiliki objek, sistem, dan metode tertentu;
-- ilmiah 1 cara pendekatan yang mengikuti ketentuan yang pasti dan konsisten untuk memperoleh pengertian dasar yang menjadi sasaran studi; 2 cabang ilmu; 
-- nasional kondisi yang merupakan perwujudan sikap mental dan perilaku suatu bangsa ditinjau dari aspek kepatuhan dan ketaatan terhadap ketentuan peraturan dan hukum yang berlaku dalam kehidupan berbangsa dan bernegara;

Disiplin bukan sekedar taat pada aturan karena bila hanya berkomitmen pada aturan apabila tidak ada aturan maka terkadang kita tidak taat. 
Saya bisa disiplin didukung oleh tempat yang membuat disiplin, hal ini yang saya rasakan selama 7 bulan ke belakang kerja di tempat yang secara tidak langsung membuat saya memiliki alarm untuk selalu disiplin. 
Faktor pemimpin sangat mempengaruhi sikap disiplin hal ini terlihat dari kepala sekolah yang selalu datang tepat waktu dan saya sebagai guru tidak perlu mengkondisikan siswa untuk masuk dan tenang untuk belajar. Guru ga masuk jangan harap anak-anak bisa santai ga ada guru karena akan ada guru yang inval atau menggantikan.
Kadang zaman dulu sekolah guru bisa datang seenaknya datang setelah berapa puluh menit dari bel dan keluar sebelum waktu bel tapi di sekolah tempat saya mengajar kita benar-benar datang sesuai waktu masuk dan keluar sesuai dengan bel keluar. Anak-anak kita istirahatkan lebih dulu dan dipulangkan lebih cepat ?? Ga ada istilahnya bisa seperti itu yang ada kita sebagai guru mata pelajaran yang akan ditegur karena tidak disiplin.
Dalam hal kebersihan sekalipun sangat amat rapi dan bersih sehingga membuat nyaman siapapun yang datang ke sekolah.
Terkadang kita terlalu seram mendengar kata disiplin tetapi bila mendapat tempat yang membuat disiplin bisa membuat kita terbentuk sikap untuk disiplin. Seperti hal yang saya alami selama mengajar di SMK CIPTA SKILL Bandung

Doc Pribadi


Minggu, 23 Juli 2017

MENIKMATI KUALITAS WAKTU

Pernah ga ada dalam posisi pengen nonton TV harus mematikan sebagian lampu, memastikan tidak ada peralatan elektronik yang daya listriknya tinggi terpasang. Hal itu yang saya alami selama liburan lebaran di rumah mertua tepatnya di Kabupaten Sumedang Kecamatan Pamulihan Desa Cimarias Dusun Neglasari. 
Doc Pribadi


Konon dari cerita suami di wilayahnya baru merasakan listrik pada tahun 1995 dengan masing-masing rumah diberi jatah daya 450 watt. Itupun yang untuk keluarga suami saya listriknya dibagi untuk dua rumah yaitu rumah kakaknya. Baru mulai tahun 2000an sebagian besar warganya menaikkan daya listriknya, ya kalau rumah orang tua suami tetap dengan daya listrik segitu lah.

Kembali ke topik awal, sebelum menikah sempat beberapa kali belum merasakan arti keterbatasan terhadap listrik karena sekedar main saja dan awal nikah ketika munduh mantu terlalu larut dengan kesibukan secara masih menikmati keakraban dengan keluarga besar suami dan beberes tetek bengeknya.

Ketika liburan lebaran kemarin mulai terasa,selama hidup di cimahi atau rumah orang tua di bogor waktu berasa sangat cepat tau-tau malam, tau-tau udah pagi kalau di sumedang waktu berasa sangat panjang terutama malam hari. Udara dingin kalau tiba-tiba pengen jajan jangan harap ada indomaret, alfamart dkk warung aja udah tutup dr magrib. Mau pergi kemana-mana juga jauh dan rawan lah (kiri dan kanan masih kebon). Mau nyalain laptop harus tanpa di cash, kalau sambil di cash ya ngejepret (entahlah istilah Indonesianya apa hahahaha), karena pada saat itu kita berdua lagi kerajingan sama sinetron Dunia Terbalik RCTI dan sang suami berpikir bagaimana caranya untuk menonton TV. Strategi yang digunakan yaitu :
1. Nonton di atas jam 9 malam (karena dirumah kakaknya biasa sudah tidur)
2. Mematikan sebagian lampu (bahkan yang nyala cuma lampu depan, lampu ruang nonton sama kamar mandi aja)
3. Selalu sedia senter di deket saat nonton (kalo tiba2 ngejepret kan nyesek cyn cari penerangan)

Seminggu liburan di Sumedang bikin saya benar2 menghargai penggunaan listrik yang benar2 terbatas dan manfaatnya menjadikan kita benar-benar merasakan kualitas kumpul dengan keluarga hingga tidak heran keakraban keluarga suami memang luar biasa.Dapat banyak melaksanakan kegiatan positif dan produktif. Novel-novel yang ga pernah dibaca dan tak tamat2 pun selama liburan jadi tamat, bahkan menulis blog pun bisa banget dkerjain disana kalau di Cimahi ah sudahlah inipun luar biasa bisa menulis wkwkwkwkwk

Doc. Pribadi


Duh ku ingin liburan kembali ya begitulah manusia dikasih libur mau kerja udah mulai kerja mau libur




Sabtu, 01 Juli 2017

IF YOU SAY QUIT



Dalam sebuah interaksi sosial atau kehidupan organisasi tentu tidak segalanya berjalan dengan mulus adakalanya suatu keadaan membuat kita tidak nyaman, tidak sesuai dengan prinsip/visi kita atau hal lainnya yang membuat kita tanpa sadar terucap untuk keluar dari lingkaran tersebut, entah dalam bentuk kalimat dan didukung nada tinggi terucap untuk keluar.

"UDAH AKU MAU KELUAR AJA"

Kejadian lain dalam sebuah percakapan di grup sosial media misalnya whatsapp atau line, ada masa ketika kita tidak nyaman atau pengen caper (cari perhatian) atau hal lainnya tiba-tiba keluar grup ya mending kalau sebelum keluar grup permisi dulu menyampaikan maksud kenapa keluar misal grup kepenuhan, hape eror, atau sebab krusial lainnya eh ini tiba2 left dan membuat pertanyaan banyak pihak sehingga banyak keambiguan yang mengganggu interaksi pihak lainnya

Terselip perasaan berharap ketika kita mengucapkan kalimat tersebut yang mendengarkan dan melihat membuat kita dibujuk dan dirayu untuk kembali agar tidak keluar itu harapan indahnya

Faktanya ketika kita keluar tidak semua respek bahkan kecenderungan apatis dan masa bodo

Semua permasalahan pasti ada solusi jalan keluar dan tidak semua selesai dengan kita keluar dari lingkaran permasalah
Kalau pada saat kita keluar atau berucap untuk keluar tiba-tiba ada yang berkata "ya udah kalau mau keluar silahkan" gondok ga tuhhh

Hal tersebut pernah saya alami ketika masa sekolah pada saat rapat untuk persiapan mos (kalau sekarang mpls duhhh keliatan tuirnya) lagi panas-panasnya rapat karena ingin diperhatikan dan didengar pendapatnya terucaplah kalimat "ah kesel mau keluar aja" mungkin karena si pemimpin rapat juga kesel banget ke saya yang tukang protes dengan lempengnya dia bilang "silahkan mi kalau mau keluar pintu udah kebuka" ya karena sudah halus diusir keluarlah eke dan end aja urusan.

Pun ketika kita sebagai senior atau orang tua bila berkata kepada yang lebih muda agar jauh lebih didengarkan maka berkata "keluar" belum tentu mendapat respek atau perhatian dari yunior atau anak kita. Karena anak zaman sekarang (tua banget ini kalimat) ketika kita marah dan mengancam justru malah menantang bukan jadi takut, terjadi saat saya mengajar tanpa sengaja mendengar percakapan anak murid yang kurang lebihnya berkata "guru itu (skip nama) ngancem kita kalau nakal terus mau keluar kelas dan ga mau ngajar kita lagi ya udah mending keluar aja tu guru nanti juga pasti ada guru baru lagi." Jadi bisa diambil kesimpulan tak selamanya metode berkata keluar efektif mendapat respek yang menjadikan orang berubah demi kita yang ada malah jadi bahan olok-olok dan ledekan.

Tiada cara terbaik dalam menyelesaikan masalah ketidaknyamanan kita yang baik adalah coba untuk tak ikut dalam arus permasalahan dan tenangkan emosi lalu setelah tenang selesaikanlah. Sebaik-baiknya masalah adalah diselesaikan bukan hanya sekedar dicari solusi.
Sumber : http://rdseciora.blogspot.co.id











Sabtu, 27 Mei 2017

STEAMBOAT ALA PENCINTA ALAM RUMAHAN

Steamboat adalah makanan berkuah yang isinya macem-macem, ada daging, sayuran, bakso, dan banyak lagi. 
Steamboat merupakan makanan yang berasal dari negeri tembok raksasa yaitu Cina yang dibuat dari berbagai jenis sayur dan daging. Namun kebanyakan orang mengira bahwa makanan Steamboat berasal dari Korea atau Jepang, karena di dalam adegan film-film Korea kebanyakan sedang memakan Steamboat.
Keunikan dari Steamboat yaitu cara penyajiannya yang berbeda dengan makanan-makanan lainnya. Penyajian Steamboat yang asli adalah semua bahan isi disajikan secara mentah, dan di atas meja juga disajikan panci berisi air, serta kompor kecil sehingga pelanggan harus memasaknya sendiri di atas meja. Setelah air mendidih, maka bahan isi seperti sayur dan sebagainya dimasukkan secara bersamaan dan tunggu beberapa saat hingga bahan isi matang.
Doc. Pribadi


Penyajian Steamboat di Indonesia sedikit berbeda dengan penyajian Steamboat di Cina, Korea atau Jepang. Kalau penyajian Steamboat di Indonesia, semua bahan isi sudah dimasukkan ke dalam wadah besar dan sudah matang komplit dengan kuah, hanya saja tetap di sediakan kompor kecil dengan tujuan untuk memanaskan Steamboat di atas meja makan yang sudah dimasak oleh penjual.
Steamboat menjadi pilihan saya dan sang suami yang masih pengantin baru,  ketika mulai bosan dan binggung mau makan apa lagi (secara sang suami dalam selera praktis tapi banyak ga mau,,,, bukan praktis itu mah hahahaha). Pilihannya adalah tepat kami menghabiskan waktu sambil menyantap Steamboat, diselingi tontonan NET 4.0 jadi bagian terbaik minggu kemarin (jangan tanya kenapa ga langsung nulis, masak dan cucinya juga lama say keburu tewas). Teringat masak ala resto jepang (padahal masakan ini dari cina) yang penyajiannya menggunakan kompor kecil dengan bahan bakar spirtus dan panci untuk merebus semua isian. Maka terpikirlah oleh kami untuk memasak kuah dan kukus isian tetap di kompor gas dan pada saat penyajian menggunakan kompor lapangan yang harga satu setnya kaya beli hengpong baru. 
Ini resepnya dapat dari inspirasi internet berbagai sumber dengan eksekusi sesuai mood pada saat itu,jangan lupa baca catatan dibawahnya.


RESEP STEAMBOAT TOMYAM ALA RUMAHAN


Bumbu Halus
5 siung bawang merah
3 siung bawang putih
5 batang cabe merah (buang bijinya)
3 batang cabe rawit (skip kalau tidak suka pedas)
1 butir tomat ukuran sedang
1 butir tomat ukuran sedang
1 sdm minyak goreng

Bahan
1 buah dada ayam
½ siung bawang Bombay iris kasar
1 tangkai serai
1 lembar daun jeruk iris tipis
5 cm lengkuas
2 cm jahe
3 batang daun bawang (batangnya di iris memanjang dan daun bawangnya iris tipis)
Air sesuai selera (ya kira-kira untuk 3 porsi lah)
1 sdm air jeruk nipis
secukupnya gula garam
2 bongol sawi pakchoy
1 buah wortel
10 biji bakso
2 buah sosis
1 bungkus mie instan rebus
Baso seafood sesuai selera (kalau saya beli di supermarket dengan baso seafood yang curah)
Bawang goreng secukupnya
Kecap asin secukupnya
Saos tiram secukupnya
Minyak wijen secukupnya
Penyedap rasa secukupnya
Merica bubuk

Cara Pembuatan
1.  Rebus dada ayam kira-kira 5 menit lalu buang kuahnya untuk menghilangkan kotor dan lemak, siram kembali dengan air bersih rebus bersama dengan garam hingga daging empuk. Setelah empuk potong dadu dagingnya
2.          Blender bumbu halus (apabila menggunakan ulek, ulek hingga halus)
3.          Tumis blenderan, terus sobek2 daun jeruk, geprek serai,jahe, lengkuas tumis sampe harum.
4.          Masukin air, kaldu, gula garam, air jeruk, batang daun bawang, Bombay
5.    Masukan kecap asin, saos tiram, minyak wijen, penyedap rasa sesuai selera
6.          Cicipin terus kalo udah pas matikan kompor
7.          Rebus mie instan dengan ditambahkan sedikit minyak goreng agar tidak lengket bila tidak langsung dimakan hingga setengah empuk
8.     Kukus baso, sosis dan baso seafood sebentar saja kira-kira 2-5 menit agar ketika penyajian matang akan sama dengan semua item sayuran
9.          Sajikan isian steamboat dalam wadah piring ceper atau sesuai keinginan
10.  Persiapkan alat masak lapangan atau kompor portable lalu rebus kuah kembali dan masukan isian steamboat, rebus hingga matang sesuai selera
11.    Setelah matang apabila kurang asin pergunakanlah kecap asin dan taburi daun bawang, bawang goreng dan merica agar lebih mantap
12.     Bila ingin ala khas Indonesia sediakanlah kerupuk biar kerupuknya bisa direbus pada kuah yang kental itu

Doc. Pribadi

Ukuran 3 porsi 

Catatan
1.             Tidak disarankan bagi orang yang ingin langsung makan karena proses memasak minimal 30 menit say dan belum penyajian steamboat minimal 10 menit jadi beli baso/ rebus mie instan banyak isian kalau lapar
2.       Apabila tidak memiliki kompor lapangan atau kompor portable maka isian sayuran dan baso langsung direbus ketika kuah mendidih
3.             Cocok untuk acara quality time dengan keluarga dan teman yang ingin kumpul sambal masak-masakan (berasa ingat zaman sd kan main masak-masakan pada benarnya)
4.       Masaklah dengan hati dan penuh rasa kasih sayang agar rasa menjadi enak 
5.    Tidak disarankan langsung makan apabila belum makan nasi atau perut kosong, makanlah dulu biskuit atau buah untuk penetral lambung 



Minggu, 16 April 2017

MAWAR

Jiwa manusia adalah juga seperti bunga mawar, di dalam setiap jiwa selalu ada "mawar" yang tertanam. Allah yang menitipkan kepada kita untuk dirawat. Allah yang meletakkan kemuliaan itu di setiap kalbi kita. Layaknya taman-taman berbunga, sesungguhnya di dalam jiwa kita juga ada tunas kawar dan duri yang akan merekah.

Sumber : forumstudimahasiswa.wordpress.com

Sayang, banyak dari kita yang hanya melihat duri yang tumbuh. Banyak dari kita yang hanya melihat sisi buruk dari kita yang akan berkembang. Kita sering menolak keberadaa diri ini, kekecewaan juga rasa tak mau menerima hadir terhadap diri. 

Kita berpikir bahwa hanya hal-hal buruk yang akan tumbuh dari diri kita menolak untuk"menyirami" hal-hal baik yang sebenarnya telah ada. Dan akhirnya, kita kembali kecewa, kita tak pernah memahami potensi yang dimiliki.

Banyak orang yang tak menyangka, mereka sebenarnya memiliki mawar yang indah di dalam jiwa. Banyak orang yang tak menyadari adakah mawar itu, kita kerap disibukkan dengan duri-duri kelemahan diri dan onak-onak kepesimisan dalam hati ini. Orang inilah yang kadang harus menunjukkannya.

Andai kita bisa menemukan "mawar-mawar" indah yang tumbuh. Kita akan terpacu untuk membuatnya selalu merekah hingga berpuluh-puluh tunas baru akan tumbuh. Pada setiap tunas itu akan berbuah tunas-tunas kebahagiaan, ketenangan, kedamaian, yang akan memenuhi taman-taman jiwa kita. Kenikmatan terindah adalah saat kita berhasil menunjukkan diri tentang mawar-mawar itu dan mengabaikan duri-duri yang ada.


Minggu, 19 Maret 2017

TIPS MENIKMATI AKTIVITAS MEMBACA

Kapan terakhir membaca buku?

Kalau baca status beda ya
Atau membaca hati pasangan yayayayyayaya 

Terlahir dari seorang ibu yang sangat menyukai baca sehingga kebiasaann itu menurun
Faktor turunan ya mungkin dari segi kebiasaan
klaristar.wordpress.com

Mau sedikit sharing Kegiatan membaca itu ditanamkan oleh orang tua dalam bentuk berlangganan majalah
SD : Majalah bobo kadang suka beli tabloid Gaul (Masa AFI gitu lah)
SMP : Majalah Gadis, tabloid Gaul (kadang)
SMA : gonta ganti majalah dan banyak ke novel
Kuliah : ikutan baca langganan mbah (masa kuliah tinggal sama mbah) koran Republika, koran Pikiran Rakyat, Tabloid Nova
Sekarang2 kadang suka beli majalah Intisari
Masa lebaran adalah masa terindah dimana bisa membeli novel untuk menambah kolekasi perpustakaan pribadi, saking niat sampai bikin label pada setiap buku dan pernah saya tuliskan juga di blog bisa di baca http://simiati257.blogspot.co.id/2016/11/bukuku-bukan-bukumu.html

Banyak manfaat dari kegiatan membaca dan saya setuju dengan pict nemu dari google ini
sumber : ernawatililys.com

Jadi masih bilang bahwa baca buku itu tidak penting?

Mau sedikit berbagi tips menikmati aktivitas membaca buku 
  1. Pilihlah waktu luang yang tepat untuk membaca buku, misalnya saja saat  malam hari menjelang tidur, daripada stalking yang bikin susah tidur ya ga
  2. Pilih posisi yang nyaman pada saat membaca buku, misalnya dengan duduk di kursi. Selalu atur jarak antara mata dengan buku, yaitu sekitar 25 hingga 30 cm (ini berdasarkan pola yang sehat walaupun si sayapun tak seperti itu hahhaa)
  3. Menentukan tujuan membaca buku untuk mendapatkan hasil yang optimal. Seseorang yang membaca buku tanpa tujuan, sama saja dengan seorang pengembara yang tak tahu arah. Sama seperti hubungan yang perlu tujuan kemana hihihi
  4. Sebelum membaca sebaiknya kita mengetahui gambaran besar tentang isi buku, hal tersebut akan mempermudah konsentrasi pada saat membaca. Bisa dengan bantuan google untuk mendapat riview buku
  5. Selalu fokus pada apa yang kita baca. Karena salah fokus mungkin lupa belum minum aq**
  6. Menjadi pembaca yang aktif, dalam artian kita bisa melakukan dialog dengan buku. Misalnya saja kita bisa membuat berbagai pertanyaan yang nantinya akan kita temukan jawabannya di dalam buku yang kita baca.
  7.  Menentukan teknik dalam membaca, misalnya saja kapan waktu yang tepat untuk membaca dengan cepat, lambat, dengan nada keras, maupun membaca dalam hati. Tapi please kalau lagi diangkot jangan baca dengan nada keras kaya baca UUD 45 pas upacara tar disangka orang stress
  8. Mencatat hal-hal penting yang telah kita baca. Hal ini akan membantu kita untuk mengingat intisari dari buku yang telah kita baca.
Saya punya kebiasaan minimal menamatkan baca 1 buku dalam satu minggu, kamu kapan?










Minggu, 26 Februari 2017

PEJUANG PEMBANGUN INSAN CENDIKIA part 1


Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku
Tuk pengabdianmu

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Pembangun insan cendikia


Ada yang ingat dengan lirik lagu diatas?
Mungkin ada yang aneh dengan lirik terakhir ya terjadi perubahan pada bait terakhir, hal ini didukung oleh Perubahan lirik lagu Hymne Guru pada kalimat terakhir telah disepakati dan ditandatangani pada tanggal 27 November 2007, disaksikan oleh Dirjen PMPTK Depdiknas dan ketua pengurus besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Hal itu juga diperkuat dengan surat edaran PGRI Nomor 447/Um/PB/XIX/2007 tanggal 27 November 2007. 

Perubahan itu dilakukan karena kalimat 'tanpa tanda jasa' terkesan mengurangi pentingnya profesi guru. Padahal peran guru sangat besar sekali sehingga lirik tersebut diganti dengan 'pembangun insan cendekia' yang membuat profesi guru terangkat dan mulia.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Sumarna Surapranata mengatakan lirik Hymne Guru berubah sejak tahun 2006. Namun rupanya masih banyak orang lupa atau bahkan belum mengetahui perubahan itu.

Tapi tulisan ini bukan untuk bahas lagu dan gubahan lagunya, bila kurang info silahkan cek artikel terkait dari mbah google tercintahhh walaupun masih banyak yang tidak tahu akan gubahan ini



Menjadi seorang pendidik atau biasa disebut guru merupakan cita-cita SD yang terkabulkan, sangat ingat pada memory dimana setiap guru akan bertanya cita2 apa yang diinginkan oleh murid dan selalu saya jawab "Guru". Kalau dilihat secara jurusan yang diambil kuliah bukan yang seharusnya mengajar di sekolah karena jurusan (sekarang departemen) adalah pendidikan luar sekolah ya walaupun memang bergelar S.Pd, tugasnya memang mendidik tapi pada ranah Pendidika Non Formal. Bukan berarti tidak bisa mendidik untuk ranah pendidikan formal karena basic pedagogik sudah dibelajarkan masa kuliah, untuk mengajar mata pelajaran tinggal mau menyesuaikan diri dengan kurikulum.

Lalu mengapa pada akhirnya pada saat ini seorang Simiati Nurwakhidin memutuskan untuk menjadi guru? Setelah wisuda ada kondisi dimana perlu mentranfer ilmu dan bersosialisasi dengan kebanyakan orang agar ilmu dan wawasan yang dimiliki makin berkembang, disamping memang sudah aktif di Bisnis juga. Kebetulah di hari itu lagi gogoleran di kasur dan otak atik hape lalu muncullah info lowongann ngajar setelah menimbang, mengingat dan seterusnya (duh bahasanya macam berita pengesahan aja cyn) akhirnya kuberanikan diri untuk melamar menjadi guru singkat cerita diterima dan menjadi guru mata pelajaran Sejarah dan Prakarya dan Kewirausahaan. Dan perlu menjadi catatan bahwa saat ini mengacu pada kurikulum 2013 atau disebut saat ini kurikulum nasional.

Menjadi guru itu terkadang tiba bisa modal nekat dan macam tentara perang siap tempur, ada hal yang perlu dipersiapkan seperti administrasi guru. Bisa aja sistem rapel atau pas kepepet (udah ditagih sekolah) dalam menyiapkan administrasi guru tapi perlu berstruktur dalam menyampaikan ilmu. Apalagi modelnya saya yang bahkan tidak pernah mengecap mengajar formal tentu disamping menyampaikan ilmu perlu juga saya belajar. Kadang suka ada kekhawatiran apabila ilmu yang disampaikan tidak sesuai dengan kurikulum, membuat murid paham atau murid ga tau apa yang disampaikan saya.

Sudah satu bulan ini saya mencoba menjadi sahabat dengan Kalender Pendidikan, Silabus, RPP, Administrasi Guru. Apalagi ketika membuat RPP, memang tidak dipungkiri kita suka mencari di mbah google dan copas edit tapi pada realitanya perlu penyesuaian dengan keadaan kelas yang kita ajar. Untuk silabus pada kurikulum 2013 tidak seperti KTSP yang membuat sendiri tapi sudah dipersiapkan oleh Kemendikbud. Point penting dari mengajar menurut sudut pandang saya yaitu penguasaan kelas, posisi sekarang saya mengajar di SMK Swasta ya bisa dibayangkan keunikannnya terutama kalau kita guru mata pelajaran wajib suka dipandang sebelah mata ketimbang guru produktif mereka. Bukan salah murid tapi PR sebagai pendidik agar murid mau koperatif dan ikut dengan kita, solusi yang saya buat yaitu membuat aturan main yang harus dimulai dari kita yang menjadi teladan, misal menyuruh murid untuk tepat waktu maka sebagai pendidik datanglah pada waktunya dan keluar saat jam berakhir. 

Hal yang sering dihadapi pendidik yaitu kaku dengan rencana, kita memang tidak boleh mengikuti arus keinginan murid tapi ada masa dimana ketika murid jenuh dengan cara kita mengajar maka belajarlah untuk berinovasi metode tanpa mengubah kurikulum dan materi yang ingin disampaikan. Terutama karakter anak sekarang tidak sama dengan masa dulu anak sekolah, sekarang mana ada anak urban yang tidak bisa lepas dari gadget.

Sekian cerita pembuka kali ini akan dilanjutkan pada part berikutnya setelah menerima hasil UTS hihihi