Minggu, 26 Januari 2020

SAKOCI (SABA KOTA CIMAHI)

Akhirnya sebagai orang lahir di cimahi dan sekarang berdomisili di cimahi (KTP Sumedang karena manut suami aja urusan administrasi mah) bisa menyempatkan waktu naik SAKOCI alias saba kota cimahi. Melewati Alun-alun kota Cimahi, Jalan Amir Mahmud, Jalan Gatot Subroto, Jalan Poncol, Jalan Baros, Jalan Haji Haris, Jalan HMS Mintaredja, Jalan Kerkof dan berakhir di Kampung Adat Cireundeu untuk beristirahat sejenak (dalam tulisan ini tidak akan diceritakan secara detail biar ga spoiler dan jadi penasaran yang baca jadi ingin mencoba). Apalagi ketika sampai di Kampung Adat Cireudeu semacam ajang nostalgia dimana tahun 2010 pernah kesana demi mendapat nilai salah satu mata kuliah dengan observasi ke kampung adat, tidak sampai masuk ke dalam karena pasti perlu izin khusus dan waktunya tidak akan sebentar untuk mengenal lebih dalam bagaimana budaya disana.

Doc pribadi


Selain bonus dapat ilmu tentang sejarah dan segala keunikan kota cimahi tentunya setiap laju sepanjang jalan semua mata tertuju padamu. Dengan segala keunikan transportasinya itu bikin mata ga sanggup untuk tidak menengok.Kalau tidak percaya cobalah sebagai penumpang dan penonton pasti akan menemukan sensasi berbeda. 

Doc Pribadi


Kalau ingin mencoba jangan lupa perhatikan waktu-waktunya karena hanya di 4 waktu yaitu : 08.00, 10.00, 13.00 dan 15.00 dengan karcis hanya 20.000. Tapi tidak disarankan naik pada saat hujan. Paham ya kalau sudah lihat fotonya. Dimana naiknya? Alun-alun kota cimahi depan puskesmas atau mungkin yang ingat ramayana cimahi ga jauh dr sana. Ada loket tiket untuk bisa langsung beli tiketnya atau bisa ketika naik kita bayar ke pemandunya.

Doc. Pribadi


Dan setelah ratusan purnama ku baru tahu dari aa pemandu bahwa tinggal di california bukan jalan kalidam maybe yang mau main ke cimahi jangan lupa urus visa dan bawa paspor ya #bercandareceh. Sebuah perjalanan yang menyenangkan apalagi bersama keluarga jadi tidak merasa dosa pernah naik Bandros tetapi belum pernah naik SAKOCI. 

Doc Pribadi


Tulisan ini pernah di publis di instagram dengan perubahan seperlunya https://www.instagram.com/p/B7f8vSSHHyN/?igshid=1s2tzyny6nx2c

Yuk coba naik SAKOCI atau kalau yang ke Bandung minimal 

Minggu, 22 Desember 2019

KEKUATAN MECIN PADA KEHIDUPAN DAPUR MIA

Mengutip dari tribuntravel.com Micin alias monosodium glutamat (MSG) adalah penambah rasa yang biasa ditambahkan ke dalam makanan.

Akan tetapi, dari sekian banyak riset dilakukan sejak muncul kabar MSG berbahaya bagi kesehatan, juga bisa menyebabkan kebodohan, tidak ada yang bisa menemukan bukti pasti adanya hubungan antara MSG dan gejala-gejala tersebut.



Pada setiap dapur pastilah ada bumbu penyedap rasa atau segala sesuatu yang sifatnya micin. Inipun yang terjadi kepada saya terutama setelah berumah tangga. Sebuah aktivitas masak yang memakai bumbu-bumbu dan tepung instan merupakan kekuatan micin dalam rumah tangga.

Ini bukanlah sebuah panduan yang harfiah hanya sebuah sharing singkat di kehidupan dapur seorang mia. Mudah-mudahan yang menganggap masak adalah sebuah aktivitas yang ribet dengan baca ini mau memulai masak yang simpel dan tentunya pasti enak karena tidak ada micin yang tak enak pastinya

1. Sambal instan


Bukan berarti harus sesuai merk ya tapi bisa pakai jenis sambal lainnya. Dari sambal instan ini menjadi sebuah masakan : nasi goreng, mie goreng, bihun goreng, tumisan (kalau malas potong2 bawang) dan tentunya sebagai cocolan lauk

2. Sup instan

Sebuah masakan tanpa sayur tidaklah lengkap tanpa semangkok sayur untuk sebagian orang mengingat kebutuhan serat perlu dipenuhi pada tubuh. Ribet pasti adegan potong-potong sayur itu dan segala kaldu agar ketika disendokkan kuahnya berasa gurih dan enak. Pakailah salah satu jenis sayur instan ini ditambah telur puyuh, jenis sayuran (bergantung selera kalau saya pakai brokoli, wortel) bahkan bisa ditambahkan baso (beli ke tukang baso minta kuah rada banyak biar sekalian buat kaldu). Ketika masak ini saya selalu mengatakan sayur sup micin ala mia 

3. Tepung instan
Mau bikin bala-bala/bakwan/gorengan ribet sama iris-iris dan ulek-ulek bumbu?
Tak usah repot ada ini dan merk lain sebagai solusinya. Kalau cuma dipakai tepung bakwan aja bikin hasil gorengan basah jadi tambahkanlah bumbu tepung ayam biar lebih krispy. Tambahkan gula dan daun bawang seledri biar ga terlalu micin banget.

Ini beberapa kekuatan micin pada dapur mia, mungkin kalau ga malas nanti ada tulisan berikutnya beserta resep di setiap masakan instan ini tapi nanti lah ya 

Selamat berkreasi dan jangan takut gagal karena masak bukan kemampuan tahu bulat yang langsung perlu diasah dan dipraktekan agar menemukan enaknya masakan bisa dimakan enak untuk orang lain bukan hanya diri sendiri semata

Minggu, 17 November 2019

PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Keputusan bukan hanya sekedar wacana yang perlu disebarluaskan dan seluruh dunia tau betapa kamu tidak dalam situasi baik tapi masih “terlihat kuat”

Pada saat sudah tidak kuat dengan situasi tidak hanya sekedar yakin tapi diperlukan keberanian karena pasti akan ada yang tidak rela untuk kau pergi. Pastikan di langkah terakhir tetap lurus ke depan dan tidak menengok ke belakang akan ada perasaan tersirat yang tak rela dan akhirnya memaksakan diri untuk tetap bertahan

Maka perencanaan matang tanpa diketahui banyak orang bukan hanya sekedar modal dasar tapi perlu memikirkan dampak atas segala hal bahkan ketika harus dihadapkan pada situasi merindu.

Maka nyamankanlah dirimu dimanapun berada sekalipun hanya sebuah kebahagian sederhana seperti membahas gosip ga jelas dan tidak memaksimalkan dirimu karena setiap tubuh dan mental memiliki ambang batasnya masing-masing.

Edited by aplikasi canva


Minggu, 13 Oktober 2019

REVIEW NOVEL DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN

REVIEW NOVEL DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN

PENGANTAR
Siapa sih yang nggak kenal dengan penulis berbakat Indonesia yang bernama asli Darwis ini? Hampir di semua novelnya tidak terdapat biografi beliau. Yap, Tere Liye sudah menghadirkan banyak karya-karya yang brilian yang menurut aku pribadi unik. Dengan tutur kata yang lain daripada yang lain, karya-karya penulis yang seharinya bekerja sebagai akuntan dan baru-baru ini memutuskan untuk menarik bukunya dari penerbit karena masalah pajak terhadap royalti penulis selalu mempunyai tempat di hati para penikmat buku fiksi. Bahkan bisa dibilang hampir keseluruhan novel Tere Liye sudah kubaca
Novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin merupakan salah satu karya terbaik Tere Liye yang mana novel ini merupakan novel yang sangat digemari oleh pembaca dalam kesusasteraan Indonesia. memang novel dengan judul “Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin” ini telah terbit bertahun-tahu yang lalu, jauh sebelum karya Tere Liye di kenal orang danjuga digandrungi oleh banyak penggemar novel. Cetakan pertama novel ini di tahun 2010.
Dari beberapa novel karya Tere Liye yang bergenre romance-nya, judul ini satu ini merupakan judul novel yang berhasil menitikkan air mata bagi setiap orang yang membaca dan yang masih memiliki hati nurani.
Karena di dalam buku atau novel ini, kita akan dibawa pada keadaan yang benar-benar pelik, antara kenyataan yang menghimpit keluarga kecil nan sederhana. Disini banyak sekali potret yang berada di daerah pinggiran Ibu Kota Jakarta. Namun yang di sayangkan, Indonesia tidak hanya di Jakarta saja, teteapi setiap kota maupun desa pasti memiliki lakon yang mirip dengan apa yang sudah digambarkan oleh Tere Liye pada bukunya tersebut. Khas seorang Tere Liye yang mengangkat kehidupan sosial yang membangkitkan jiwa empati pembacanya.

Judul Buku : Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
Penulis : Tere Liye
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 9786020331607
Cover : Orkha Creative
Cetakan : XXX Februari 2019
Genre : Romance

BLURB
Daun yang jatuh tak pernah membenci angin …

Dia bagai malaikat bagi keluarga kami. Merengkuh aku, adikku dan Ibu dari kehidupan jalanan yang miskin dan nestapa. Memberikan makan, tempat berteduh, sekolah dan janji masa depan yang lebih baik.

Dia sungguh bagai malaikat bagi keluarga kami. Memberikan kasih saying, perhatian dan teladan tanpa mengharap budi sekali pun. Dan lihatlah, aku membalas itu semua dengan membiarkan mekar perasaan ini.

Ibu benar, tak layak aku mencintai malaikat keluarga kami. Tak pantas, Maafkan aku, Ibu. Perasaan kagum, terpesona atau entahlah. itu muncul tak tertahankan bahkan sejak rambutku masih dikepang dua.

Sekarang, ketika aku tahu dia boleh jadi tidak pernah mengganggapku lebih dari seorang adik yang tidak tahu diri, biarlah …. Biarlah aku luruh ke bumi seperti sehelai daun … daun yang tidak pernah membenci angina meski harus terenggutkan dari tangkai pohonnya.

SINOPSIS

Novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin ini mengisahkan kehidupan kakak beradik yang bernama Tania dan Dede yang harus rela putus sekolah dan harus menjadi pengamen dikarenakan keterbatasan ekonomi keluarganya sepeninggal ayah mereka berdua.
Kemudian mereka berdua tinggal di rumah kardus bersama ibu mereka yang mana saat itu sedang sakit-sakitan. Kehidupan mereka benar-benar berubah setelah bertemu dengan seorang pria yang bernama Danar. Danar ini merupakan seorang karyawan yang juga sebagai penulis buku mengenai anak-anak.
Danar adalah orang yang baik sehingga keluarga kecil ini menganggapnya seperti malaikat. Tania benar-benar mengagumi Danar karena selain ia baik, dia juga mempunyai wajah yang menawan. Danar memberikan banyak jalan untuk perubahan pada keluarga mereka baik secara ekonomi dan Pendidikan.  Mereka semakin dekat seperti halnya keluarga. 
Suasana agak berubah saat Danar membawa teman dekatnya bernama Ratna. Tania pun merasa cemburu. Rasa tidak suka itu pun bukan saja sekedar perasaan iri antara seorang adik tetapi Tania kecil ini belum bisa menerjemahkan arti dari perasaannya itu. Kebahagiaan keluarga kecil itu berkurang saat ibu Tania dan Dede meninggal.
Perasaannya terhadap Danar itu pun juga semakin jelas. Lambat laun Tania mengerti bahwa perasaan itu bernama cinta. Tetapi cinta Tania terhadap Danar bukanlah cinta yang mudah. Karena bertahun-tahun mereka telah bersama dalam status kakak adik, apalagi usia mereka terpaut 14 tahun.
Keadaan ini semakin rumit saat Danar memutuskan untuk menikahi Ratna yang merupakan teman dekatnya itu. Tania pun patah hati. Ia pun memutuskan untuk tidak hadir saat pernikahan antara danar dan ratna meski Danar dan Ratna telah membujuknya.
Beberapa waktu berselang, Tania tahu jika kehidupan rumah tangga antara Danar dan Ratna tidak harmoni. Ratna bercerita kepada Tania jika Danar telah banyak berubah. Danar menjadi orang yang pendiam dan seringkali tidak berada di rumah.
Disitu Ratna tahu jika ada sesuatu yang menghalangi mereka, ada sesosok di antara mereka tetapi ia tidak tahu siapakah bayangan itu. Dari cerita Dede sang adik akhirnya Tania tahu jika Danar juga memiliki perasaan yang sama dengan nya.
Danar menuliskan perasaannya itu di dalam novel yang berjudul “Cinta Pohon Linden” yang mana buku itu tidak pernah selesai ia tulis. Draft novel yang dimana tak sengaja ditemukan oleh Dede pada saat buka laptop danar. Perbedaan usia yang terpaut jauh itu membuat Danar merasa tidak pantas jika harus mencintai Tania. Karena tidak seharusnya jika ia harus mencintai gadis kecil seperti Tania.

Sebelum saya disini akan melakukan Review terhadap novel “Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin”, saya akan memaparkan dari unsur intrinsik serta unsur ekstrinsik yang terdapat dalam novel ini diantaranya sebagai berikut;



Unsur Intrinsik
a. Tema : Cinta Rahasia yang Menyakitkan
b. Gaya Bahasa:
Hiperbola : Demi untuk membaca e-mail yang berdarah-darah itu, esoknya aku memutuskan utnuk pulang segera ke Jakarta (Hal. 230)
Metafora : Bagian tajamnya menghadap ke atas, kemudian tanpa ampun menghunjam kakiku yang sehelai pun aku tak beralas saat melewatinya. (Hal. 22)
Personifikasi :Menuju ke tempat rumah kardus ini kami dulu berdiri kokoh dihajar derasnya huja, ditimpa terik matahari. (Hal. 231)
Personifikasi :Hujan deras turun telah membungkus kota ini (Hal. 13)
c. Sudut Pandang : Orang pertama pelaku utama
d. Tokoh dan Penokohan:
Tania:
Tekun (Banyak prestasi dan mendapat beasiswa sekolah di Singapura) bahkan pada saat sekolah ia lompat kelas dan paling pintar di kelasnya
Ramah (Disukai banyak orang) 
Konsisten (Hanya mencintai Danar, meski banyak juga lelaki yang mencintainya) sehingga ia dingin kepada semua laki-laki
Pantang menyerah (Menjalani kehidupan)
Dede:
Sering iseng
Pandai menyimpan rahasia
Polos
Tidak bisa jauh dari sosok ibu
Ibu:
Tekun serta tidak mengandalkan orang lain
Sabar (Sabar menjalani hidup)
Tahu diri dengan tidak memanfaatkan kebaikan orang lain
Danar :
Suka menolong (Menyewakan kontrakan)
Pemendam rasa (Memendam perasaan cintanya terhadap Tania)
Bertanggung jawab (Mengurusi Dede dan Tania, sepeninggal ibu mereka berdua)
Tidak jujur dengan perasaannya cintanya
Ratna:
Tidak suka berprasangka buruk
Tidak cemburuan
Sabar
e. Alur : Pada awal cerita mundur kemudian pada akhir cerita campuran
f. Latar :
Tempat : Rumah Tania, Asrama Tania di Singapura,Toko Buku
Waktu : Pagi, siang, sore dan malam
Suasana :Sedih, Hening, duka, senang, tegang, rindu
g. Amanat :
Ceritakanlah apa yang dirasakan hatimu meskupun itu susah dalam kenyataannya, tetap berusah untuk meyakinkan diri jika dengan menceritakan apa yang sedang kita rasakan akan melegakan serta menentramkan hati kita sendiri dengan tidak memendam suatu perasaan.
h. Plot :
Perkenalan:
Saat Danar menolong Tania yang tertusuk paku. Kemudian Danar mengenal Tania dan Dede, lebih dalam lagi, hingga Danar pun sering mengunjungi rumah Tania. Kemudian danar juga sering membantu perekonomian keluarga Tania.
Sampai pada akhirnya Tania dan Dede bisa bersekolah kembali. Tania juga mendapatkan beasiswa ke Singapura.

Pertikaian:
Saat Danar hendak menikah dengan Ratna teman dekatnya itu, Tania tidak mau datang ke pernikahan tersebut. Lalu Selama beberapa tahun Tania dan Danar sama sekali tidak berkomunikasi.
Klimaks:
Saat Danar dan Tania bertemu di daerah rumah kardus Tania dulu. Di situ mereka mengutarakan perasaan masing-masing yang sebenarnya.
Antiklimaks:
Saat Danar dan Tania mengetahui jika Ratna sudah hamil 4 bulan, kemudian pada akhirnya Tania menerima dengan keadaan tersebut, dan dia pun tidak akan kembali ke Indonesia dan akan tetap berada di Singapura, hal itu dilakukan agar perasaannya kepada Danar tidak kembali seperti kejadian saat di Indonesia.

Unsur Ekstrinsik
Nilai Sosial :
Menolong orang dengan ikhlas dan tidak memandang siapa yang di tolong seperti dalam novel bahwa tokoh Danar menolong Tania dengan tidak memandang Tania itu siapa.
Nilai Moral :
Memberi pengetahuan terhadap kita bahwasanya sesuatu yang terlihat sulit ternyata tidak sesulit apa yang kita lihat apabila kita melakukannya dengan bersungguh sungguh untuk mencapainya seperti dalam novel ini.
Tokoh Tania yang memiliki sifat pantang menyerah di dalam menjalani hidupnya meskipun banyak sekali rintangan yang menghalanginya.
Ia memegang janji apa yang ia katakan “Aku menyeka sudut mataku yang berair. Tidak. Aku telah berjanji kepada Ibu untuk tidak menangis lagi. Bila menangis hanya di karenakan mengingat semua kenangan buruk itu.” (Hal. 31)

Setelah saya memaparkan unsur intrinsik dan ekstrinsik terhadap novel “Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin” maka sudah bisa dilakukan penilaian yaitu mengenai kelemahan serta kelebihan pada novel karya Tere ini.
Kelemahan yang ada di dalam novel ini antara lain; menurut saya cerita novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin ini klise, sedikit mirip dengan kisah-kisah romance pada umumnya.
Novel Karya Tere Liye yang lainnya selalu membuat saya betah untuk membaca tanpa ada keinginan pun untuk melewati meng-skip masing-masing atas setiap bagian cerita. Tapi saat membaca novel ini, berkali-kali saya telah lewatkan bagian-bagian yang berasa membosankan.
Berbeda dengan karya yang lain, walaupun sederhana tetapi bisa terasa istimewa melalui penuturannya yang memang apa adanya. Tetapi tetap saja jika di dalam novel ini memberikan banyak pelajaran bagi para pembacanya.
Terutama adanya filosofi “daun yang jatuh tak pernah membenci angin”. Yang maksudnya adalah Apapun yang sedang/telah kita alami, jangan pernah kita untuk menyalahkan keadaan.
Kelemahan lain dari novel yang satu ini sepertinya Tere Liye tidak menggunakan Editor ataupun penyunting di dalam penerbitan novelnya, disini saya tidak melihat nama dari editor di halaman ISBNnya. Tetapi, semua itu tidak sedikitpun mengurangi makna dari ceritanya. 
Cover terbitan ini sudah ke versi baru yang dimana lebih minimalis dan sweet, walau untuk beberapa pembaca novel ini lebih senang dengan seri cover sebelumya

Pesan
Isi dari novel ini cukup untuk membuka mata kita jika cinta tak pernah mengenal usia serta cinta itu membutuhkan suatu kejujuran.
Novel ini juga menarik karena dibuat seperti teka-teki di dalam alur cerita serta pada nama tokohnya, sehingga akan membuat para pembacanya menjadi penasaran untuk terus membaca sampai selesai. Walaupun begitu, alur campuran digunakan terkadang cukup untuk membuat pembacanya menjadi cukup kesulitan.
Nah, bagian akhir cerita ini yang tidak digambarkan secara jelas yang membuat para pembacanya menafsirkan ending yang berbeda-beda sesuai dengan apa yang mereka fikirkan masing-masing. Kelebihan dari novel ini tentunya sangat banyak. Tere Liye telah berhasil mengajak para pembaca untuk mempunyai logika dalam berpikir yang lebih rasional serta berbeda. Mengambil ia juga mampu kesimpulan tidak hanya dari satu sudut pandang, tetapi lihatlah atas sudut pandang lainnya. Jadi bagi pembaca yang mengikuti novel-novel Tere Liye pasti sudah paham gaya khas Tere Liye dalam membuat ending suka bikin gemas-gemas gimana gitu dengan endingnya.

Dengan adanya hal demikian, segalanya akan terasa adil serta masuk akal. Secara tidak langsung kamu akan menerima semuanya dengan lapang tanpa sedikitpun untuk membantah, seperti “daun yang tidak pernah membenci angin” yang telah menerbangkannya ke sana kemari.

Disini kita harus menerima sebuah takdir serta garis kehidupan yang telah ditentukan Tuhan. Karena apapun yang terjadi, hidup haruslah terus berjalan.
Bahasa yang digunakan di dalam novel ini sangat puitis, penggunaan bahasanya pun sangat tepat sehingga novel ini mampu menyentuh hati dan membuat imajinasi muncul saat membacanya. Meskipun demikian ada beberapa gaya bahasa yang sedikit sulit untuk dipahami bagi kaum awam.
Di dalam bahasa percakapan dalam novel ini bersifat narasi serta dialog, sehingga saat membacanya tidak terlalu memberikan efek jenuh atau kebosanan, malah disini kita di ajak untuk melihat hal sangat bervariatif, segar, dan menarik.

Akhirnya karya Tere Liye yang berjudul Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Anginini telah memberikan pemahaman kepada kita dan khususnya untuk para remaja, jika cinta itu tak pernah mengenal usia serta butuh sebuah kejujuran.
Kita tidak boleh untuk membenci terhadap orang yang sudah membuat kita jatuh cinta terhadpatnya. Semoga cepet nikah aja deh, nggak usah kelamaan.
Demikian tadi pembahasan kita mengenai Resensi dan Sinopsis Novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin. Jika ada sesuatu yang ingin di tanyakan silahkan comment di form yang telah disediakan. Semoga bermanfaat, sekian dan terima kasih.


Minggu, 08 September 2019

SELAMAT HARI LITERASI INTERNASIONAL

Edited by aplikasi Canva mobille

Membaca buku bukan hanya sebuah gaya hidup bagi saya tapi menjadi bagian hidup dimana bila dilihat pada tulisan sebelumnya sudah seringkali dibahas tentang membaca dan buku bahkan beberapa kali publikasi untuk review buku di instagram karena bergabung dalam komunitas yang harus setor satu minggu satu buku (walaupun suka bolong-bolong) sama halnya dengan bercerita dalam blog hingga bergabung dengan komunitas 1minggu1cerita ya sama walaupun suka bolong-bolong. Paling tidak pada saat tidak melakukan review buku yang dimana sebelumnya kita baca dulu bukunya dan tidak bercerita dalam blog maka sedikit malu.

Itu salah sekian cara agar saya terarah literasinya tidak hanya baca buku, larut akan kisahnya dan selesai. Share melalui media adalah cara berbagi kepada orang lain yang mudah-mudahan positif sehingga secara tidak langsung ada yang meniru dan mengikuti. Berbicara literasi bukanlah hal yang baru apalagi profesi saya sekarang sebagai guru dan sekolah masih menerapkan program GLS 15 menit sebelum pembelajaran dimulai. Bagus programnya akan tetapi ada beberapa yang perlu di evaluasi dalam pelaksanaannya, buat saya yang orang tidak sembarang berbicara sistem jadi cukup mengamati terlebih dahulu ya tau sendiri kalau di kehidupan kita apabila ada orang yang mengkritik sistem akan dikecilkan peran atau ditunjuk untuk mengurusi program tersebut. Jadi yang saya lakukan adalah biarkan sebagian besar lingkungan sekitar mengetahu bahwa saya sudah melaksakan program literasi walaupun tidak sebesar sampai menghasilkan karya komersial.

Gerakan literasi tidak hanya sekedar memindahkan kalimat buku karena sejatinya menurut wikipedia Literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan berbahasa.

Literasi pun tidak hanya sekedar menyuruh orang untuk literasi sementara dirinya hanya bisa untuk memberikan perintah kepada orang lain tanpa pernah melakukan aktivitas literasi, apalagi minimal membaca buku. Ingat membaca sosmed bukan bagian dari makna literasi sesungguhnya. 

doc.pribadi

Aktivitas beli buku menjadi cara untuk menghadiahi diri sendiri atas lelah selama satu bulan. Lupa kapan terakhir beli buku karena beberapa bulan ke belakang lagi suka baca buku online dan pinjam buku ke teman. Ini belum termasuk buku penunjang mengajar yang dimana akhirnya itu didahulukan ketimbang novel.

Sesuai dengan tanggal ini yaitu 8 September bertepatan dengan hari literasi, maka ku ucapkan "Selamat Hari Literasi Internasional"

Minggu, 18 Agustus 2019

SAJIAN LEBARAN HAJI

Lebaran idul adha 2019 sama halnya seperti awal menikah selalu di cimahi
Dikarenakan jadwal ada di waktu sekolah dimana bukan seperti lebaran yang penuh dengan hiporia lebaran. Mumpung masih dibulan yang sama akan kuceritakan bagaimana keriuhan kegiatan lebaran haji.

Seperti tahun 2018, di lebaran haji 2019 saya harus mengajar terlebih dahulu dimana waktu untuk belanja dan memasak jadi lebih sempit. Padahal sudah diantisipasi dengan belanja di hari sebelumnya tetapi tetap saja ada yang kurang pada saat mulai memasak.

Apalagi lebaran haji selalu identik dengan bakar sate, berasa rempong untuk menyiapkan tetek bengek perintilan bahan untuk bahan sate. Niat hati tidak ingin begadang eh ujung2nya tetap merasakan nikmatnya masak buat lebaran dengan begadang mungkin itu seninya.

Sajian lebaran haji kali ini sebenernya simpel cuma mood masak baru mulai malam efek lelah mengajar terlebih dahulu.


Doc.pribadi

Menu masak lebaran haji terdiri dari
Hasil masak sendiri
1. Semur ayam
2. Telor pindang
3. Pete
4. Tumis brokoli baso
5. Sambal ijo
6. Lalapan hasil kebon
Sponsor tante tercinta
1. Ketupat
2. Kari ayam
3. Sambal goreng kentang

Kegiatan tak terhenti disitu saja dengan dilanjutkan kegiatan sasatean. Tenang acara sasatean bukan hanya milik berdua tetapi untuk keluarga daerah Bandung agar berkumpul di rumah mbah jadi suasana rumah terasa ramai akan kebersamaan.



Dalam sebuah kehidupan kuliner lebaran pasti tak lepas dari kegiatan menghangatkan dimana sudah diperhitungkan agar makanan tak bersisa tetapi selalu saja ada yang perlu disimpan hingga akhirnya ku putuskan untuk bikin acara susukian sehingga tak begitu banyak makanan mubazir




Jadi jangan sedih bahwa kegiatan lebaran haji bukan hanya di tanggal 11 tetapi dilanjut hari sebelumnya. Sehingga stok kulkas tidak banyak isi buat lebaran ahhh indahnya

Sampai bertemu kembali di lebaran Idul Adha 2020

Minggu, 07 Juli 2019

SEPOTONG KISAH MUDIK 2019

Ini kisah tentang mudik yang baru sempat tertuliskan 
Sama halnya seperti tahun sebelumnya lebaran hari pertama merasakan di rumah mertua yang bukan sekedar kaki gunung karena secara ketinggian pun sudah paling puncak, kisah secara daerah pernah saya tulis di https://simiati257.blogspot.com/2018/07/edisi-lebaran-2018.html



Kali ini akan saya ceritakan bahwa budaya yang dimiliki oleh keluarga suami lebih tepatnya orang tua dari suami yaitu memberikan segala macam oleh-oleh kalau istilah kekinian sekarang "Hampers". Pada saat berangkat yang dibawa segala macam yang dibutuhkan untuk memasak karena disana sangat jauh dari minimarket dan akses angkutan umum. Kira-kira inilah bawaan pada saat pergi 

doc pribadi

Jangan dibayangkan bahwa kami naik mobil pribadi (mudah-mudahan di tahun berikutnya sudah memiliki mobil aminnnnn), suami membawa motor dengan segala macam perlengkapan yang suka saya sebut motor coltbak dan saya memakai umum.

Terus pulang lebih ringan dong?
oh jangan sedih lebih banyak zeyeeeng dengan segala negosiasi pulang tidak banyak yang dibawa maka jadilah seperti ini bawaan pulangnya

doc pribadi

Apakah merasa repot?
Repot itu pasti tapi itulah bentuk kasih sayang orang tua kepada anaknya dengan caranya dan keunikan keluarga masing-masing. Dimana oleh-oleh sumedang pun akhirnya bisa dinikmati pada saat kumpul keluarga cimahi

Minggu, 02 Juni 2019

UNDERDOG MASA ABU-ABU

Saya adalah tipe yang suka melow dan sedikit drama hidupnya walaupun secara cover kelihatannya rada garang pdhal sensitif apalagi kalau dikasih kenangan. Macam film dokumenter lagi diputar bisa langsung mengingat bahkan sampai ke detail peristiwa tersebut.

Hari ini entah mengapa rada melow lihat foto-foto zaman paskibra masa putih abu-abu. Efek denger istilah underdog di acara masterchef (jauh amat ya nyambunya hahahahaha). Dimana dalam suatu dinamika kehidupan, orang tersebut tidak dikenal bahkan cenderung tidak dianggap secara personal dan potensi tapi ternyata di akhir malah yang paling muncul dan sebagai pemenang.




Oleh karena itu langsung kepikiran di masa-masa awal ikut paskibra. Jadi zaman saya sekolah di MAN (mohon maaf ya gini gini alumni aliyah ya xixixi) disuruh masul eskul (zaman saya cuma ada 3 eskul). Dan masa itu paskibra masih berstatus intrakulikuler. Awal masuk cuma krn ingin tampil gagah aja jd pengibar, dimana teman2 yg lain smp nya ikut paskibra jd ga nol banget lah si saya cuma modal mau dan semangat aja.

Rutinitasnya kelas x di seleksi buat masuk pasukan inti dan pasukan cadangan. Sudah bisa ditebak lah pst si saya yg modal nol ini g kepilih sama sekali. Sempet drop dong dan mupeng aja tiap liat temen latihan bahkan dilingkar obrolan dan kumpul paskibra kaya ga dianggap dan dipandang sebelah mata. Akhirnya paskibra sedikit dinomor duakan lebih fokus ke mpk dan pramuka. Tapi tetap di setiap kumpul selalu datang yang akhirnya lambat laun orang kenal krn senior pramuka dan mpk orang2nya itu2 juga.

Mulailah di tahun kedua ketika kelas xi beberapa teman mulai menghilang biasa lah ya dalam organisasi sistem seleksi alam berlaku. Mulai rada dilirik sama pelatih dan senior paskibra buat jd calon komandan. Mungkin ini baru saya ceritakan bahwa sebenernya tidak dalam pikiran saya mengincar jabatan di paskibra krn yang terpikir mau jd pradana pramuka atau bph mpk. Dan Allah menunjukkan apa yang dibutuhkan bukan apa yang kita mau maka terpilihlah saya secara vote bahkan suara lebih dr 50% sebagai komandan langsung syok kan beneran blank. Apalagi baru beberapa bulan menjabat paskibra lg rada genting secara internal. Bayangkan angkatan saya yang 30an orang itu tetiba mengundurkan diri dan tersisa 4 orang (terima kasih ilas, yakub dan asma). Orang yg selalu menemani saya dimana yg lain meninggalkan saya secara organisasi.

Belum nama paskibra mau diganti dan perombakan secara organisasi agar tidak aktif hanya pada saat mau 17 agustus, upacara bendera dan lomba saja tapi produktif secara organisasi. Bagaimana di pramuka dan mpk? Tetap aktif dan setidaknya lumayan ditakuti kalau lagi kumpulan efek ditempa sangat keras di paskibra. Jadi efeknya sampai sekarang punya suara rada lantang, ga takut kalau nantangin orang, dimusuhin juga malah bisa boomerang ke orangnya dan rada maung dimanapun. Dan pembelajaran hingga sekarang ga perlu jd ketua, pimpinan inti atau apapun supaya terlihat "nih loh gw". Karena kalau orang sudah tau kemampuan km akan punya pengaruh dengan sendirinya.

Potensi dan bakat bukan hal utama dalam loyalitas organisasi tapi orang yang mau belajar dan punya semangat pst akan jd orang yg pertama di finish dan dikenang hingga akhir. Jangan pernah takut jd orang di belakang layar krn orang bisa menganggap kita (ini sih kisah masa kuliah nanti lah ya kapan2 kalau mood diceritain)

Mohon maaf jadi kepanjanganan dongengnya, ambil apabila ada manfaat kalau engga ya sudah anggap aja spam berpaedah

Minggu, 28 April 2019

TENTANG KETOPRAK

Ketoprak salah satu makanan favorite ya secara si saya tukang makan sekali 
Sekedar informasi Ketoprak adalah salah satu jenis makanan khas Indonesia dengan menggunakan ketupat yang mudah dijumpai. Biasanya ketupat dijajakan menggunakan kereta dorong di jalan-jalan atau di kaki lima.

Komponen utamanya adalah tahu, bihun, ketimun, tauge dan bisa juga pakai telur rebus yang dilengkapi dengan saus kacang, kecap, dan taburan bawang merah goreng. Dapat pula dihidangkan dengan tambahan kerupuk.

Ketoprak pada umumnya merupakan kudapan sarapan orang Indonesia. Untuk diwilayah Bandung, penjual ketoprak sedikit dibandingkan degan kupat tahu.  
Mungkin sesekali kucoba untuk membuat ketoprak atau jadi penjual ketoprak cantik aja gitu 😁


Kalau di Bogor ga susah cari jenis makanan ini dan rasa kelidahan sesuai selera lidah yang betawi banget
Beli ini pasti antri secara pengolahan makanannya ulek dadakan bumbunya
Selama di Bandung pasti ada aja yang jualan cuma rada susah cari yang kelidahan pasti B aja 


Ini sudah mendekati selera lidah, dimana belinya?????

Kalau dalam keadaan buru-buru disarankan untuk tidak makan ketoprak karena pada umumnya dibuat dengan dadakan dan penyajian menghabiskan waktu. 

Krn ku malas antri dan uji coba aja sugan enak jd **foodin aja dgn nambah 30% sama lah kaya ngongkos ke lokasi dan tanpa antri

doc pribadi

*iya tau pake styrofoam da ini mah di cimahi belinya dan ku tak bisa menolak ketika sudah sampai*

Minggu, 31 Maret 2019

SINOPSIS NOVEL RENCANA PALING SEMPURNA SIDNEY SHELDON



Judul : The Best Laid Plan (Rencana paling sempurna)
Penulis : Sidney Sheldon
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Hendarti Setiadi
Cetakan kedelapan Oktober 2006
ISBN 979 605 870 7

BLURB
Lestie Stewart, wanita cantik dan ambisius, menyadari bahwa kekuasaan bagi beberapa laki-laki adalah sesuatu yang paling menggairahkan. Dan Oliver Russel, gubernur tampan dari negara bagian kecil di Selatan menyadari bahwa kemakmuran seorang wanita ternyata mengalahkan dahsyatnya api neraka.
Kedua orang itu sama-sama menuju ke arah yang berlawanan. Oliver menyusun strategi untuk merebut kursi di Gedung Putih ; Lestie menyusun rencana untuk membuat laki-laki itu menyesal pernah dilahirkan ke dunia. Akhirnya keduanya harus mengakui bahkan rencana yang paling sempurna pun bisa meleset dengan akibat maut.

Kisah ini mengungkapkan liku-liku dua lembaga yang paling berkuasa dan keji di Amerika; dunia politik yang penuh dengan skandal, korupsi dan kejahatan yang terselubung ; dan dunia penerbitan surat kabar; tempat kekuatan pers biasanya dipakai untuk menghancurkan kehidupan atau menjatuhkan kepala negara demi mendapatkan berita atau meraih penghargaan.

SINOPSIS
Leslie Stewart begitu kecewa dan patah hati terhadap sikap Olliver Russel, lelaki yang didukungnya menjadi gubernur di Kentucky disaat para penyokong kampanye sebelumnya menarik dukungan. Menjelang hari pernikahannya, lelaki itu malah pergi ke paris dan menikah dengan mantan kekasihnya Jan, yang juga sebagai putri Senator Todd Davis. Meski ia memperlihatkan sikap merelakan pada media, tapi ia menyusun rencana untuk membuat Olliver menyesal meninggalkannya. Sementara Olliver menanjak dalam karier politiknya, berkat bantuan Senator Todd dan Peter Tager, Leslie pun meniti karier dalam bidang penerbitan. Keduanya semakin sibuk dan berhasil. Olliver mencapai posisi puncak sebagai presiden amerika, dan leslie memiliki banyak kantor penerbitan, saluran televisi dan media besar lainnya.

Salah satunya adalah Washington Tribune, di mana Matt Baker dan Dana Evans bekerja untuknya. Rencana besarnya sedikit lagi akan berhasil, yaitu menggulingkan kekuasaan Olliver melalui berita negatif tentangnya. Hal itu semakin mendekati tujuannya, sebab banyak isu negatif terutama pembunuhan yang terkait dengan gedung putih. Kecurigaan utama mengenai pembunuh 6 orang yang hampir memiliki kedekatan dalam pekerjaan Olliver dan siapa pun yang berusaha menggali informasi tentangnya lalu mati dalam sebuah kecelakaan yang terlalu kebetulan, semua ditujukan pada Olliver. Namun ternyata ada yang keliru, dan membuat rencana paling sempurna itu gagal

REVIEW
Sedikit bercerita lumayan lama saya berniat ingin membaca buku dengan genre misteri seperti halnya ketika masih zaman sekolah karena sekarang lebih senang menonton film dan youtube tema misteri lebih terasa ringan dengan aktivitas sekarang. Tapi ternyata setelah sekian lama koleksi buku lebih banyak romance dan fantasi baru sekarang setelah masuk kelas misteri saya baru ingat dirumah ada buku Shidney Sheldon yang belum saya baca yaitu The Best Laid Plan (Rencana Paling Sempurna)
Novel misteri ini bisa dikategorikan novel trailer dengan dominan konspirasi politik. Awalnya saya berpikir tokoh utama cerita berada di ‘tangan’ Leslie dan Oliver, ternyata ada sosok Dana Evans, seorang wartawati yang tiba-tiba hadir dan menjadi pembongkar aib bejat tokoh pemerintahan terkemuka. Dana menjadi tokoh utama dengan akhir cerita yang membahagiakan. Agak bingung juga sih, tapi tetap menarik. Menariknya terletak pada akhir cerita dendam Leslie, sosok misterius si maniak seks, dan cara Dana mengungkap si pembunuh, benar-benar di luar dugaan, Selain itu, konflik Timur Tengah, intrik politik, dan kondisi perang Bosnia Herzegovina menjadi bagian-bagian yang membuat cerita lebih bervariasi. Sosok Dana Evan lengkapnya ada Di buku karya Shidney Sheldon lainnya dengan judul The Sky Is Falling (Langit Runtuh) dimana ketika membaca review lainnya kenapa novel ini ratingnya tidak bagus karena sebagian kisah novel ini mirip dengan kisah novel langit runtuh.

Selama ini kalau membaca novel detektif atau misteri, saya selalu berpegang pada prinsip “curigailah orang yang paling tidak dicurigai”. Tapi prinsip itu lumayan sukses diterapkan saat membaca buku ini. Buku yang terdiri dari 24 bagian pada twist terakhir dikejutkan dengan dalang dibalik semua peristiwa. Bisa jadi otakku agak lengah, tapi berhasil menggiring saya untuk mengikuti plot yang dia ciptakan.

Pelajaran moral yang diambil dari novel ini yang tersirat disampaikan (bisa jadi spoiler juga dalam alur novel ini) yaitu
1.      Jangan mempercayai ramalan secara utuh
2.     Tidak selamanya tokoh yang ditampilkan terlihat baik secara kekeluargaan dan agama adalah benar, bisa jadi itu adalah cara untuk menutupi kebobrokan sifat yang tersembunyi

“Perdamaiana adalah kata yang mudah diucapkan tapi akibat yang ditimbulkan bias merambat kemana-mana. Perdamaian tidak memberikan keuntungan finansial. Selama ada perang, negara-negara lain membeli persenjataan buatan Amerika senilai miliaran dolar. Dalam keadaan damai, mereka tak membutuhkan semjata. Harga minyal bumi pun melonjak berhubung Iran dilarang menjual minyaknya, sehingga Amerika Serikat diuntungkan.” (Hal. 314)

Minggu, 24 Februari 2019

CITA CITA TERKABULKAN

Pernah ingat masa sekolah ketika ditanya guru apakah cita-citamu. Entah karena melihat sosok guru adalah penyelamat bagaikan bidadari atau pahlawan bertopeng pada masa sd dimana selalu dapat bullying saat itu (akan ada masa saya akan ceritakan masalah itu). Sehingga selalu memiliki jawaban cita-cita ingin jadi guru. Walaupun berjalannya waktu cita-cita itu pudar tergantikan oleh sosok profesi yang lebih menarik dan hebat.

Bagaimana jika ternyata cita-cita tersebut merupakan sebuah doa yang dikabulkan disaat yang tepat. Tepat setelah sebulan masa penggangguran wisuda akhirnya menjadi guru demi sebuah status dan membahagiakan orang tua karena lihat anaknya bukan diam aja nunggu waktu nikah (karena masa itu saya sudah dilamar) dan memiliki pekerjaan

Bagaimana jika ternyata sebuah niat hanya ingin sementara menjadi guru malah berlanjut hingga sekarang entah sudah terjebak pada sebuah perasaan sedih meninggalkan.
Bagaimana jika nanti saya tidak menjadi guru apakah saya akan bertahan lama dibandingkan profesi2 sebelumnya yang bertahan tidak lebih dari setahun atau menjadi ibu rumah tangga karena menjadi ibu rumah tangga pun bukan hanya profesi hanya tapi sebuah pengabdian.

Pernah di publikasi di Instagram tanggal 13 Januari 2019
Doc.pribadi

Minggu, 20 Januari 2019

3 HAL YANG MEMPENGARUHI NILAI UJIAN PESERTA DIDIK

Harap tenang saat ujian

doc pribadi

Dari sekian ujian yang dinilai akhirnya saya memiliki sedikit kesimpulan sederhana berdasarkan sudut pandang seorang pendidik di salah satu SMK swasta di Kota Bandung, bahwa hasil ujian peserta didik ditentukan oleh 3 hal, yaitu :

doc pribadi


1. Posisi duduk
Ada posisi-posisi tertentu ketika pengawas duduk dan berdiri terdapat titik mati dimana sekalipun si peserta didik mencontek tidak akan ketahuan. Dan bisa jadi ketika teman sebelah kanan kiri pintar dapat sedikit inspirasi jawaban

2. Siapa pengawasnya
Siapa yang menjadi pengawasnya pasti akan sangat mempengaruhi kemurnian  nilai ujian peserta didik. Terkadang pengawas suka menutup mata karena berpikir mengalami menjadi seorang peserta didik yang butuh nyontek tapi secara moral kita pun perlu mengarahkan peserta didik kita untuk benar bukan dan berpikir mau nyontek atau engga nilai akan tetap sama. Tenanglah bila saya sedang mengawas sangat baik hatinya 🤣

3. Faktor keberuntungan
Beruntung bila yang dihapal dan dibaca keluar ketika ujian, beruntung dapat pengawas penuh toleransi, beruntung posisi duduk di titik mati penglihatan pengawas dan keberuntungan lainnya.

Maka tenanglah dan jangan sampai ketidaktenangmu mempengaruhi nilaimu

doc pribadi

Minggu, 06 Januari 2019

KEGIATAN OLAHRAGA DI HARI MINGGU

Setiap wilayah pasti mempunyai tempat pasar kaget minggu dimana kita bisa beli barang dengan harga miring (apabila beruntung pintar menawar).

 Sebagai orang yang sudah 10 tahun lebih memghuni wilayah Bandung Raya ada beberapa tempat pasar kaget sekaligus tempat olahraga pagi di hari minggu yang suka saya kunjungi.
1. Gasibu
2. CFD dago
3. Pamkot cimahi
4. Lapangan brigif cimahi
Dan masih banyak lainnya



Hari ini saya kunjungi lapangan brigif cimahi, apabila yang datang mau ke arah Bandung dari pinggir terlihat lokasinya dimana. Hari minggu dibolehkan untuk dijadikan sebagai pasar kaget, hari biasapun kalau pagi dan sore suka digunakan untuk joging.

Ada beberapa tipe (menurut pendapat saya) apabila ada orang yang datang ke pasar kaget minggu

1. Apabila dia datang antara jam 06.00 - 08.00
Berarti dia niat olahraga pagi dan belanja jadi pilihan kedua setelah selesai olahraga
2. Apabila dia datang antara 08.00 - 10.00
Niat untuk olahraga sebentar dan lama belanja
3. Apabila dia datang antara 10.00 - 11.30
Niat belanja karena berpikir bila belanja sebelum waktu bubar akan dpt harga murah


Kamu yang mana?
Foto diambil pukul 10.58, jadi sudah tau lah ya saya tipe apa
🤣