Minggu, 01 November 2020

LIKA LIKU TRADISI PADA BUKU KETIKA SAATNYA KARYA DARMAWATI MAJID

 

Edit by Photogrid


Judul Buku : KETIKA SAATNYA 

Penulis : Darmawati Majid 

Penerbit : Kepustakan Populer Gramedia 

vi + 143 pages ; 11,5 cm x 17,5 cm 

978-602-481-139-6

Baca melalui aplikasi Gramedia Digital


“Cinta selalu kalah saat berhadapan dengan takdir dan adat.”

(hal.44)

 

Ketigabelas kisah dalam buku ini adalah kumpulan cerita perempuan menghadapi tradisi dan keluarga dengan latar tempat Bugis Makassar dan kental dengan budaya patriarki. Perempuan dianggap berada dalam lapisan sosial kedua. Setinggi apapun pendidikan, perempuan harus kembali ke dapur. Lalu untuk menjaga siri', perempuan ini dihargai sesuai statusnya. Ketigabelas cerita itu adalah :

1. Tentang Hal Yang Membawamu ke Sebuah Warung Coto di Pinggiran Kota pada Suatu Hari Sekitar Pukul 10 Pagi

2. Perempuan yang Terkunci Pintu Jodohnya

3. Ningai

4. Kiriman dari Inggris

5. Losari

6. Passampo Siri'

7. Nasu Likku

8. Kak Sulaeman

9. Pelahap Telinga

10. Uang Panaik

11. Ketika Saatnya

12. Buat Apa Sekolah?

13. Puang Biccu


Ketigabelas judul diatas,  diangkat dari tema yang beragam dari masalah perselingkuhan, uang panaik (uang yang diminta keluarga wanita kepada calon mempelai pria untuk biaya pernikahan dll), jodoh yang tak kunjung datang, peran perempuan dalam rumah tangga, kerinduan seorang adik kepada kakak laki-lakinya yang telah meninggal, pendidikan bagi perempuan hingga masalah mistis dalam cerpen terakhir berjudul Puang Biccu.


Ada 3 cerita yang membuat saya ikut larut dalam perasaan yaitu Losari, Pasampo Siri dan Uang Panaik. Bagaimana tidak seorang pria telah beniat baik untuk menikahi seorang perempuan namun niatan tersebut tak berujung pada kenyataan. Bukan sosok pria yang ingkar janji namun lagi dan lagi persoalan tradisi dan keluarga. Menjadi bahan pemikiran yang akan menikah orang tua atau anaknya? Mengapa harus dipersulit sedangkan perempuan menginginkan hal sederhana.


Sosok orang tua seperti Petta Tiro pada judul "Buat Apa Sekolah?", tentu amat dirindukan oleh sebagian besar anak, tokoh seorang bapak yang memiliki pemikiran bahwa sekolah adalah tabungan jangka Panjang. Terbukti Sidar mampu mengangkat derajat keluarganya dan memajukan perekonomian daerahnya.


Buku banyak menyisipan kearifan lokal Sulawesi Selatan, teutama Bugis Makasar, yang belum pernah digali secara mendalam  dan diksi penulis memiliki permainan logika bagi yang menyukai isu-isu sosial. Kisah pada buku ini sedikit menguras emosi.


Berkenalan dengan kumcer ini, melalui program baca bareng di Komunitas Gerakan One Week One Book. Tidak menyangka akan sesuka ini dan merasa tertampar terhadap ragam tradisi dan budaya yang ada di Indonesia, ternyata banyak yang belum kuketahui.



Tulisan ini sudah pernah di upload di Instagram dengan penambahan yang dibutuhkan :  https://www.instagram.com/p/CG-ZLGcgaJm/?utm_source=ig_web_copy_link

 


Minggu, 25 Oktober 2020

JEJAK NASIONALISME SUMEDANG

doc. pribadi


Sebagai wanita yang akhirnya menikahi lelaki asli Sumedang, memang ada baiknya untuk mengetahui beberapa fakta unik tentang Sumedang, tidak hanya melalui tradisi lisan yang secara tidak langsung suka diceritakan. Sehingga perlu didukung dengan pengetahuan berdasarkan data dokumen tertulis yang bisa dipertanggungjawabkan secara kebenaran. Dan sebagai bentuk rasa kangen karena selama pandemik, masih banyak berpikir untuk bepergian sebelum situasi membaik (walaupun ah ya sudahlah). Biar berasa sedang di Sumedang padahal lagi #dirumahaja , maka perlulah didukung dengan foto rumah Sumedang saja biar berasa ada disana.

Penjelasan foto sampul pada buku ini adalah Patung Kornel (kanan) dan Daendels di Jalan Raya Bandung – Cirebon atau lebih dikenal Cadas Pangeran di Desa Cijeruk , Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Patung tersebut adalah simbol perlawanan Kanjeng Pangeran Koesoemahdinata IX (Pangeran Kornel), Bupati Sumedang 1791-1828 terhadap Herman Wilem Daendles. Pangeran Kornel bersalaman dengan tangan kiri. 


Walaupun kisah Cadas Pangeran sebagai peristiwa sejarah masih dipertanyakan oleh sejumlah pihak. Kisah ini dianggap mitos yang berfungsi terbatas sebagai identitas lokal yang tumbuh dan beredar di masyarakat tertentu. 


Membaca buku ini aku menemukan beberapa fakta menarik tentang Sumedang:

1. Bupati Pangeran Kornel menjadi symbol perlawanan ketika menyambut Daendels, penguasa kolonial, sambil  menghunus keris

2. Cut Nyak Dien pernah diasingkan ke Sumedang. Di Sumedang, Cut Nyak Dien yang sudah kehilangan vitalitas memang hanya mengajar mengaji ke masyarakat sekitar.Walau kehadirannya tak menjadikan permasalahan sosial perempuan dapat terselesaikan.

3. Kata Sumedang berasal dari kata “Insun Madangan” yang berubah pengucapannya menjadi “Sun Madang”. Adapun secara etimologi “Insun Medal” berasal dari kata “Su” dan “Medang” (“su” artinya bagus ; “medang” adalah sejenis kayu jati, yaitu huru, yang banyak tumbuh di wilayah Sumedang dulu)

4. Kini Wilayah Sumedang berkembang menjadi 26 Kecamatan dan 269 desa.

5. Orang Sumedang lebih sabar, tetapi perlu pemimpin. Kalau tidak ada pemimpin, tidak aka nada jalan atau perubahan. Karena pada dasarnya orang Sumedang punya kultur manut kepada pemimpinnya.

6. Terdapat sisa pertahanan Belanda selama Perang Dunia I berupa benteng dan instalasi militer di Gunung Kerinci

7. Bila ingin kenal lebih tentang kebudayaan masyarakat Sumedang yang terdapat di Museum Prabu Geusan Ulun. (Setelah pandemik berlalu ya manteman)

Masih banyak yang perlu digali dan jadi motivasi buat diriku untuk lebih mencintai negara kita tercinta dengan segala kebudayaan yang khas setiap daerahnya.


Edit by photogrid


Judul Buku : JEJAK NASIONALISME

SUMEDANG : PERJUANGAN MELAWAN KOLONIAL

Tim Penyusun : Litbang Kompas

2019

vi + 85 (91 hlm), 16 x 24 cm

ISBN 978-602-412-786-2

Baca melalui aplikasi Gramedia Digital


Minggu, 11 Oktober 2020

MELALUI SEPTEMBER DENGAN SANTAI

Jangan kesal terlebih dahulu ketika membaca judulnya, karena ini memang ingin menceritakan bulan kemarin dengan santai. Jadi bukan sekedar September ceria saja tapi dengan santai, salah satunya setelah diadposi untuk gabung dalam tim patungan Gramedia Digital, semakin berwarna membaca bukunya. Tak perlu beli buku fisik bila ternyata secara ekonomi masih lebih penting bisa makan 🤣. Paling tidak baca buku digital dengan cara legal dulu lah, sebagai bentuk menghargai penulisnya. Hal ini berimbas kepada jumlah buku yang dibaca selama bulan September. Masih sama dengan bulan Agustus sih, dengan jumlah 10 buku tapi tidak menurunlah nanti jadi bukan September santai lagi. 

Photo edit by Canva


Itulah daftar bacaan buku selama September yang dibaca, bacaan yang santai lah ya karena beres dibaca dan di review di instagram tercintah, boleh di cek ko https://www.instagram.com/simiati_nw/ (walau belum semua di share di goodread karena lupa sama pasword ah elahhh tapi ya sudahlah santai saja nanti bikin baru sajaaaaa). Definisi santai yang didapat selain bisa baca buku dengan santai ya tidak terlihat sibuk sama orang kebanyakan. Lebih baik terlihat santai bukan di mata orang lain daripada terlihat sibuk, gw mah gitu orangnya 🤣🤣🤣🤣🤣. Terlihat santai dengan situasi orang-orang yang sepertinya punya dunia sendiri padahal membuat tak nyaman sekitarnya. Kalau yang memiliki dunia sendirinya saja bisa santai kenapa kita tidak, ya paling bincang-bincang santai di belakangnya saja (ghibah itu namanya rosalinda).


Ga paham ini tulisan tentang apa, hanya berusaha menutup tahun dengan rajin setor tulisan gitu dan mudah-mudahan komitmen walau tak nyambung juga. Kalau ga komitmen ya sudahlah santai saja, rugi ada pada diri sendiri (loh ini berarti tak santai). 

Minggu, 04 Oktober 2020

REVIEW NOVEL KAU, AKU DAN SEPUCUK ANGPAU MERAH

 

sumber : google


Judul Buku : Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah

Penulis : Tere Liye

Cetakan kedua puluh  : April 2018

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

521 hlm ; 20 cm

ISBN DIGITAL : 9786020355771

Baca melalui aplikasi Gramdia Digital

 

Disini adakah yang sudah baca karya dari Tere Liye? Atau seliweran lihat-lihat karya beliau?

Bila sudah membaca novel beliau, bisa jadi semua mengetahui beraneka ragam genre yang beliau tulis dan gaya penulisan beliau, novel yang akan saya sampaikan yang bisa disebut salah satu genre romance.Bila diurutkan, ini adalah novel keenam belas dari 42 karya yang sudah diterbitkan (belum dihitung serial anak mamak dan sang penindai yang berganti judul buku). *bila salah hitung mohon dikoreksi bersama ya, mungkin diriku siwerrr. Sebelum terlalu panjang prolognya akan saya sampaikan Blurbnya terlebih dahulu ya.

 

BLURB

Ada tujuh miliar penduduk bumi saat ini. Jika separuh saja dari mereka pernah jatuh cinta, maka setidaknya akan ada satu miliar lebih cerita cinta. Akan ada setidaknya 5 kali dalam setiap detik, 300 kali dalam semenit, 18.000 kali dalam setiap jam, dan nyaris setengah juta sehari-semalam, seseorang entah di belahan dunia mana, berbinar, harap-harap cemas, gemetar, malu-malu menyatakan perasaanya.

 

Apakah Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah ini sama spesialnya dengan miliaran cerita cinta lain? Sama istimewanya dengan kisah cinta kita? Ah, kita tidak memerlukan sinopsis untuk memulai membaca cerita ini. Juga tidak memerlukan komentar dari orang-orang terkenal. Cukup dari teman, kerabat, tetangga sebelah rumah. Nah, setelah tiba di halaman terakhir, sampaikan, sampaikan ke mana-mana seberapa spesial kisah cinta ini. Ceritakan kepada mereka.

 

Kalau baca dari Blurbnya sudah ditebak ya kental sekali dengan kisah cinta, sudah baca novel ini? Sekedar intermezzo, cover dari novel ini sudah ada pergantian cover tapi isi tetap sama. Ini runtutan pergantian cover dari novelnya.

 

Kisah tentang borno, bujang dengan hati lurus sepanjang tepian Kapuas.Anak yang paling dibanggakan, bukan karena bapaknya meninggal karena mendonorkan jantungnya tapi karena mewarisi semua kebaikan itu. Setelah pencarian mencari kerja akhirnya berlabuh pada pekerjaan sebagai pengemudi sepit yang merupakan pekerjaan turun temurun dari kakek, ayah yang sebenernya ayahnya mewasiatkan untuk tidak menjadi pengemudi sepit.


Kebiasaan para penumpang membayar ongkos sepit dengan menyimpan yang di dasar sepit. Sampai akhirnya ia menemukan amplop merah yang ia kira terjatuh milik penumpang. Dari sinilah cerita cinta borno dimulai dengan sang gadis sendu menawan mei. Borno ketemu cewek yang dia sebut "sendu menawan" berwal dari naik sepit nomor antrian 13 hingga ia berani menanyakan namanya. nama cewek tersebut "Mei" ,kisah cinta Borno dan Mei pun dimulai. Awal Mei menaiki sepit Borno ia hanya meninggalkan angpau merah. semenjak itu Mei sering naik sepit sampai Borno ingin mengajari Mei mengemudikan sepit, namun tugas mengajar mei di pontianak telah berakhir sehingga ia kembali ke Surabaya. Borno pun mendapatkan kesempatan pergi ke Surabaya bersama Pak tua untuk pengobatan Pak tua. tak disangka mereka bertemu di rumah sakit. Namun ketika Borno mengantarkan mei pulang ketika di Surabaya, ayah mei menampakan sikap tidak suka terhadap Borno. Borno pun semakin Bimbang sampai di Pontianak. Lalu bagaimana akhir dari kisah cinta mereka dengan dibayangi masa lalu yang menimbulkan perasaaan bersalah seumur hidup?


Cerita dengan latar belakang kota pontianak dan Surabaya seolah kita berada disana karena diceritakan secara detail sudut kotanya. Berbagai macam ras terwakili oleh tokoh-tokoh dalam cerita. Bukan hanya Mei yang keturunan Chinese dan Borno yang asli Pontianak, tetapi nilai-nilai kekerabatannya seolah sengaja dijalin dengan rapi sehingga tak ada istilah tetangga atau saudara jauh semuanya adalah satu rumpun. Satu keluarga. Masing-masing tak merasa sebagai salah satu keturunan tertentu semisal tokoh pak Tua yang menceritakan, “siapa di sini yang berani bilang Koh Acong bukan penduduk asli pontianak?” (hal 195)


Kisah yang dibayangi akan beban masa lalu yang menjadi misteri sehingga novel dengan halaman 500an tak terasa bagaikan membaca novel tipis. Penyajian sampul  pertama dengan lukisan gadis berwajah oriental dan berpayung dengan latar belakang perahu-perahu kayu senja (malam hari?) sangat cukup mendukung isi cerita di dalamnya. Pemilihan warna latar yang sendu, menegaskan bahwa  novel ini tak sekedar bagus untuk dilirik, bergantinya cover mungkin ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan penulis agar menyesuaikan dengan isi karyanya. Suka cover yang mana? Kalau saya pribadi masih suka dengan cover pertamanya.

 

Sumber foto : Google
Photo edit by : PhotoGrid

Dibalik kelebihan pasti ada sesuatu yang bikin mengganjal dari suatu buku, diantaranya: 
1. Tebal halamannya itu buat minder
2. Ini kisah yang Open Ending 🤣🤣🤣🤣 gemes pokoknya
3. Sifatnya masih hiburan tak memberi tantangan pemikiran kehidupan (buat yang suka klimaks banget ya)
4. Dari keseluruhan cerita yang bersifat ringan seolah-olah hanya memberi keasyikan, hiburan, tidak memberi tantangan pemikiran kehidupan.
5. Untuk yang menyukai sastra pasti terkesan pasif.
6. Sosok Pa tua terlalu misterius seolah-olah bapak peri begitulah

"Cinta sejati selalu menemukan jalan, Borno. Ada sama kebetulan, nasib, takdir atau apalah sebutannya. Tapi sayangnya, orang-orang yang mengaku sedang dirundung cinta justru sebaliknya, selalu memaksakan jalan cerita, khawatir, cemas serta berbagai perangai norak lainnya. Tidak usahlah kau gulana, wajah kusut. Jika berjodoh, Tuhan sendiri yang akan memberikan jalan baiknya ..." 
(hlm. 194)


Minggu, 20 September 2020

BELAJAR PEDULI DARI SOSOK HEIDI

doc.pribadi


Judul Buku : HEIDI

Penulis : Johanna Spyri

Cetakan pertama, Januari 2010

Penerjemah : Leo Sabath

Penerbit : PT. Bentang Pustaka

ISBN : 978-979-1227-89-6

338 hlm



Bagi Paman Alm, Peter dan Nenek, kehadiran Heidi adalah keajaiban yang melengkapi warna hidup mereka. Kehadiran Heidi mencairkan kebekuan yang ada di Pegunungan Alpen. Bagaimana tidak, Paman Alm sendiri dikenal tidak punya perasaan. Lebih memilih menyendiri di atas gunung, bahkan Paman Alm pernah berkata bahwa ia sudah memusuhi Tuhan, sehingga ia tak pernah lagi kelihatan datang ke gereja.


Heidi sangat menikmati rumah baru dengan segala keindahan alamnya bagaikan lukisan pemandangan serta roti lezat dengan irisan daging dan keju yang dibuat sendiri dari susu kambing.


Namun, situasi seolah berputar balik, Heidi dipaksa untuk menjadi teman seorang gadis kecil bernama Klara di Frankfurt, Jerman oleh bibinya. Kehidupan Heidi pun berubah total, dari yang asalnya terbiasa dengan padang rumput kini harus dibiasakan di dalam rumah besar dengan gedung-gedung tingggi tanpa warna hijau menghampar.


Sanggupkah ia bertahan di Frankfurt? Apakah ia akan kembali pada Paman Alm dan menikmati kembali keindahan alam Dorfli?


"Tidakkah engkau mengerti bahwa ditempat ini pun kesedihan bisa menyelubungi mata kita dengan bayang-bayangnya sehingga orang tidak bisa benar-benar menikmati keindahan ini, dan hal itu membuatnya semakin sedih..."

(Hlm.229)


Cerita yang terkenal bahkan diterjemahkan ke berbagai bahasa dari akhir abad 19. Zaman kecil sempat membaca versi cerita bersambungnya di majalah bobo, beli dari bundelan majalah (mungkin sekarang hal seperti itu pasti langka). Setelah cari-cari ternyata ada versi film dan kartunnya, belum sempat nonton tapi sudah nonton sekilas. Membaca kisah ini telah mengajarkan tentang kepedulian dan kerja keras. Kepedulian dengan orang lain dan kerja keras untuk tidak mudah menyerah dalam belajar. Sedikit terharu dengan sikap Heidi yang peduli terhadap orang lain, bahkan disaat ditanya hadiah, ia meminta hadiah yang sifatnya untuk orang lain.


doc. pribadi





Minggu, 06 September 2020

TRADISI BETAWI DALAM CATATAN NOVEL KRONIK BETAWI



Tertarik dengan kata “Kronik”, yang bila diterjemahkan berarti catatan peristiwa menurut urutan waktu kejadiannya. Hal ini selaras dengan alur dari novelnya, diceritakan secara runut menceritakan keturunan Betawi dimulai setelah sumpah pemuda sebelum jepang datang hingga masa reformasi menjadi latar waktu dalam novel ini. Novel ini seperti sebuah biografi, bukan biografi seseorang, tapi biografi sesuatu, biografi sebuah kota dengan etnis aslinya yang semakin terpinggirkan oleh pendatang dan pembangunan.


Juned adalah seorang yatim piatu yang bekerja di peternakan sapi tuan Henk sebagai pengantar susu. Suatu hari dalam perjalanan mengantar susu hendak dirampok mendapat pertolongan Jiung yang punya ilmu. Ketika jepang datang tuan Henk kembali ke belanda dan memberikan sapinya ke Juned yang waktu itu sudah menikah dengan Ipah pembantu tuan Henk juga.

Mereka mempunyai 3 anak Jaelani yang meneruskan peternakan sapinya, Jakarsi dan Juleha. Sama sperti Juned, Jaelani menikah 2x bedanya Jaelani menikah setelah istrinya meninggal. Dengan istri pertama Rimah, Jaelani mempunyai 3 anak Japri, Juned, Enoh. Salomah istrinya keduanya mempunyai seorang anak Fauzan satu-satunya anak Jaelani yang berhasil lulus sarjana. Jakarsi menikah dengan Enden mempunyai seorang anak tunggal Eda yang bercita-cita menjadi penari yang go internasional. Juleha menikah dengan Jiih tidak dikarunia anak bahkan Jiih menikah lagi dengan janda kembang. Meskipun Juleha sakit hati tapi tetap bertahan bahkan menguatkan tetangganya yang suaminya selingkuh.


Kisah tentang Haji Jaelani, Haji Jarkasi dan Juleha. Ketiganya mewakili permasalahan-permasalahan yang terjadi di lingkungan masyarakat Betawi pada umumnya. Jaelani mewakili kalangan masyarakat yang tanahnya terkena gusuran. Padahal tanah tersebut merupakan tanah warisan dari babehnya (ayahnya). Adiknya yaitu Jarkasi mewakili golongan masyarakat yang memiliki mata pencaharian pertunjukan gambang kromong . Akhirnya karena perkembangan zaman, pertunjukan semakin sepi orderan. Selain sepi mereka pun hanya dibayar seadanya. Sementara adik mereka, perempuan satu-satunya, Juleha, mewakili golongan perempuan Betawi yang mengalami poligami. Juleha mewakili perempuan Betawi yang menolak adanya anggapan bahwa para suami yang menikah lagi itu merupakan sebuah tradisi.


Novel yang cukup menarik dengan kalimat ceplas ceplosnya khas orang betawi. Ditambah bagian bagian dari percakapan dalam novel ini yang membuat saya tersenyum lebar, karena bahasa betawinya. Sudah sangat lama hampir 10 tahun lebih jarang mendengar lagi bahasa tersebut, semenjak aktivitas lebih banyak di Bandung. Pada awalnya pembaca mungkin bingung karena begitu banyaknya tokoh, bingung pada awalnya uniknya, begitu sampai ditengah tak perlu membolak balik, kita akan mulai mengerti sedikit demi sedikit menjadi sebuah kesatuan yang menarik dan unik.

Rating : 4/5

Judul Buku : KRONIK BETAWI
Penulis : Ratih Kumala
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan Pertama : Juni 2009
253 hlm
ISBN : 978 – 979 – 22 – 4678 –0
Baca melalui aplikasi Ipusnas

Minggu, 16 Agustus 2020

SINOPSIS LUPUS ABG : CINTA LUPUS



📃

Lupus adalah tokoh fiksi dalam serial novel berjudul sama karangan Hilman Hariwijaya.Kumpulan cerita Lupus ABG sebanyak 10 kisah sederhana. Selayaknya kehidupan ABG yang penuh dengan suka duka kehidupan rumah, sekolah, dan juga cinta, begitulah isi buku ini.


Dari 10 kisah Lupus, saya paling suka dua cerita yaitu Cinta Lupus dan Liburan Lupus


…karena saya punya rumah ideal yang pantas saya dikunjungi…..

(hlm.32)


Cinta Lupus yang mengisahkan tentang Lupus yang mulai melirik untuk mendekati Ori karena tidak mendapat respon dari Prudence. Cerita memberi hikmah ketika pria bosan mendekati wanita maka jangan marah kalau pria jadi melirik wanita lain untuk dijadikan gebetan.


….Lagian kita kan belum memproklamirkan hubungan kita, jadi, jadi gak ada salahnya dong kalo saya ama dia berdekatan……

(hlm.33)


Liburan Lupus, sudah direncanakan untuk ikut liburan bersama teman-temannya tapi karena kesiangan jadi ditinggalkan oleh teman-temannya, untuk menutupi malu tidak langsung pulang dan masuk ke kamar dengan diam-diam hingga disangka maling oleh adiknya


Lucu dan ‘garing’ Khas Lupus. Jargon-jargonnya tidak terlalu banyak, sehingga tidak ada hal yang bikin saya bingung ini apa itu apa selama membaca buku ini, buku ini memang khas lelucon generasi 80an.  Mungkin saya dari salah sekian yang tidak terlalu ingat masa novelnya ini diangkat menjadi sebuah sinetron yang menjadi hits di generasi 80an


📕

Judul Buku : LUPUS ABG : CINTA LUPUS

Penulis : Hilman & Boim 

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Cetakan Keenam Maret 2000

ISBN 979-605-345-2

128 hlm ; 18 cm

Hasil pinjam dari @ipusnas.id 


Sudah di publikasikan di https://www.instagram.com/p/CDd4ijhgTrA/?igshid=1maiaor8plsz2

Minggu, 12 Juli 2020

NONTON (DENGERIN) YOUTUBE BAGAIKAN RACUN



Youtube bagiku bagaikan patner digital (lah iya mpok) yang tak bisa dipisahkan terutama saat rebahan. Dari dulu suka buka youtube biasanya buat cari-cari video musik, tayangan tv yang tak sempat ditonton bahkan cara jadul-jadul walau sepotong tapi bisa jadi obat rindu.

Mulai masuk ke tahun 2017 jadi lebih suka nonton vloger-vloger terutama food vloger dan konten-konten format talkshow buat selingan kemuakan terhadap tayangan TV yang penuh drama dan gimick. Semacam butuh asupan informasi yang edukatif lah, ditambah rumah mulai pasang wifi sehingga kebiasaan pegang hp sambil nonton youtube selalu menemani bahkan bisa sambil dengerin dimana ga terlalu dipantengin youtubenya tapi yang penting ada suara.

Aktivitas ini bahkan bukan sekedar selingan dimana lelah melakukan aktivitas sehingga hiburannya buka hp dan youtube. Menonton bagaikan racun dimana bisa mematikan aktivitas lainnya sehingga ketika masa kekacauan jadwal akhirnya kompromi dengan melakukan aktivitas sambil nonton youtube. Bahkan agar bisa multitasking youtube dijadikan semacam radio yang hanya didengar tapi itu channel yang sifatnya tak perlu ditonton tapi suara pun cukup

Jumat, 19 Juni 2020

ANTARA CINTA DAN OBSESI PADA SECANGKIR CINTAPUCCINO

Edited by photogrid apk



IDENTITAS BUKU


Judul Buku : CINTAPUCCINO

Penulis : Icha Rahmanti

Penyunting : Denny Indra
Desain Sampul : Didiek Arifman
Penata Letak : Jefri Fernando

Penerbit : GagasMedia

Cetakan ketujuh November 2004

ISBN : 979-3600-22-5

XVIII + 260 hlm ; 19 cm

Sekilas info tentang jenis novel ini yaitu chicklit
Chicklit adalah singkatan dari chick literature merupakan salah satu genre novel fiksi populer yang ditujukan untuk pada perempuan modern yang cerdas, ceria, mandiri dan menikmati hidup.
Chicklit juga biasanya tentang kehidupan perempuan kalangan perkotaan yang umurnya antara 20-30 an tahun.
Nah, teenlit gabeda jauh sama chicklit. Bedanya kalau chicklit buat yang perempuan dewasa atau diatas 20 tahun, kalau teenlit buat remaja usia belasan tahun:)


Perbedaan chicklit, teenlit dan metropop bisa dibaca di link 


⏳ "Di dalam ketakutan ada keberanian sejati bahwa satu cara untuk mengatasi ketakutanmu adalah dengan menghadapinya."

-hal 250- 


💓 Pernahkah kamu terobsesi dengan satu cowok segitu kronisnya, sampai setiap jejak langkah hidupmu apapun yang kamu lakukan selalu berkaitan dan berusaha ada didekatnya? Novel dengan sebuah kisah menggambarkan cinta dan obsesi. Cinta dan obsesi adalah 2 hal yang tidak bisa dilepaskan dari dunia remaja. Hal itu pulalah yang dituangkan Icha dalam novelnya. Uniknya, walaupun cinta dan obsesi merupakan hal yang lazimnya terdapat dalam dunia remaja, namun dalam novel ini, tidak hanya membahas dunia remaja, novel ini juga membahas tentang dunia wanita dewasa yang penuh kedewasaan juga pemikiran masa depan

 💌 Apradhita Arrahmi atau biasa dipanggil Ami mengalami obsesi kronis bahkan nyaris seperti stadium IV akhir terhadap seniornya di eskul keamanan semasa SMA, Dimas Geronimo atau Nimo. Segitu parahnya sampai 10 tahun kemudian, ketika Ami bahkan hampir menikah dengan pacarnya yang serba perfect, Raka, hati dan otaknya masih belum bisa melupakan Nimo. Nimo yang terkenal playboy dan kerap gonta-ganti pacar sepertinya tidak pernah menaruh perhatian lebih pada Ami. Hanya Ami yang tidak bisa mengalihkan perhatiannya dari lelaki itu. Ia bahkan rela kuliah dan bekerja di tempat yang sama dengan Nimo hanya untuk merasa patah hati berkali-kali karena kesempatannya untuk berdekatan dengan Nimo tidak pernah datang. Penyakit yang bisa disebut Nymonius kronis. 

💌 Suatu hari, di sebuah restoran, karena sebuah pemantik api, Ami bertemu kembali dengan Nimo. Lalu seperti sudah ditakdirkan saja, pertemuan secara kebetulan itu terus berlanjut, memorakporandakan hati Ami, bahkan membuatnya ragu untuk menjalani masa depannya dengan Raka. Apalagi kali ini jelas-jelas Nimo mendekatinya. Hingga ada fase dimana sebuah obsesi menjadi sebuah hal seperti Voldemort musuh besar bebuyutan di serial Harry Potter "Dia Yang Tidak Boleh Disebut Namanya".  Pada siapakah cinta Ami berlabuh? 

💐 Cintapuccino adalah berbicara tentang sebuah obsesi terhadap sosok "NIMO". obsesi yang mulai menjadi  kenyataan dan tentang betapa banyak ketakutan yang harus dihadapi ketika obsesi itu mulai menjadi kenyataan dan mulai merusak 'rencana sempurna' kita. Membaca novel ini membuat yang membaca berpikir mungkin ini kisah yang 'gue banget' buat banyak orang yaitu tentang seseorang yang menjadi obsesi hidup kita. Bila digambarkan pada era sekarang rela stalking setiap jengkal kehidupannya dan kepo akan segala lini pergerakannya. 

Edited by photogrid apk



💐 Novel ini pernah di filmkan walau tetap lebih asik baca novelnya. Film yang mengajarkan tentang arti cinta dan keberanian dalam memperjuangankan cinta tersebut sekalipun dianggap bucin oleh sekitar. Novel ini terdapat sebuah perumpaan cinta dalam bentuk kopi seperti halnya cinta ami terhadap nimo bagaikan cappuccino olahan dari espresso (ekstrak kopinya lebih kuat, sekuat keyakinan yang bikin obsesi ami mengkronis) bukan seperti kopi hitam reguler yang natural, klasik, meant to be ga macam-macam.


💐 Kelebihan Novel
Saya rasa alur cerita maju-mundur di dalam novel ini yang tetap enak untuk dinikmati tanpa membuat pembaca merasa bingung merupakan salah satu kelebihan dari novel ini. Selain dari nuansa baru yang berbeda yang ditawarkan Cintapuccino di dalam segi ide cerita, sangat menunjang judul novel tersebut yang juga menarik sehingga membuat orang penasaran akan cerita di dalamnya. Beberapa karakter penunjuang di dalamnya juga diceritakan sangat berkarakter dan mempunyai peran yang pas. Tidak lupa dengan penggunaan bahasa yang mengalir membuat mudah mencerna maksud cerita.

💐 Kelemahan Novel
Untuk kelemahan mungkin terletak pada penggunaan bahasa yang tidak baku sehingga mengurangi sedikit unsur pendidikan dan juga pada epilog atau ending cerita 

Banyak penggunaan kalimat Bahasa inggris yang lumayan sering dan mungkin bagi sebagian orang sedikit ganggu jadi perlu mencerna terlebih dahulu

Semua tulisan tentang ulasan novel cintapuccino ini ditampilkan pada 
OWOB.doc

Minggu, 14 Juni 2020

LUPA MEMPERINGATI



Sudah diniatkan minggu kemarin tepat di tanggal 31 Mei untuk setor demi memperingati 3 tahun tetap bertahan di nomor 14 walau ga tiap minggu rajin setor juga.

Tapi apa daya antara mager banget sama rebahan yang berakibat terlupakan niat itu, setidaknya sudah niat loh ya. Sebenarnya bukan dari tanggal tersebut karena sebelumnya pun sudah bergabung di september 2016 dengan form setornya masih gfrom dan kicknya manual ga by sistem gitu. Obrolan grup masih imbang antara obrolan akademis per-blog-an dan gosip serta obrolan receh lainnya, namanya juga kehidupan mungkin sekarang komunitasnya jadi lebih baik dari segala bidang.

Lalu tulisanmu setelah lama gabung gimana mia? Ya gitu-gitu aja seputar curhatan yang tak berstruktur, semau-maunya aja gimana suasana hati dan bawa santai aja. Mungkin nanti atau entah kapan bisa jadi mulai memikirkan hal yang bersifat profesional dan komersil dari dunia penulisan online. Mana tau ya kan Allah Maha Membolak balikkan hati hambaNya.

Jadi inti tulisan kamu apa mi? Ah biar kaya orang aniv 3 tahun gitu. Walau ga heboh gimana secara lagi corona tapi tetap ku sayang komunitas blog kesayanganku 1minggu1cerita

Jumat, 08 Mei 2020

REVIEW NOVEL ANAK : HANTU SUNGAI KARYA NOVIA SYAHIDAH

Hari ini saya mau berbagi novel yang saya baca dengan kilat hanya dua jam dan satu jam untuk bikin review. Demi menjaga kewarasan selama masa diam di rumah memang perlu sesekali baca buku yang ringan, sederhana dan lekat dengan kehidupan sehari-hari

Judul Buku : Hantu Sungai
Penulis : Novia Syahidah
Penerbit : Gema Insani
Cetakan Pertama Juli 2009
ISBN 979-56-0150-4

“..setiap orang pasti berubah jadi lebih baik…”
-Hal 79-

Novel anak dengan judul Hantu Sungai, sebuah buku yang menceritakan keseharian seorang gadis kecil bernama Yaya yang tinggal bersama Ayah, Bunda, dan kedua kakaknya, Kak Rita dan Bang Fauzan serta kucingnya, si Bayam. Novel yang terdiri dari 9 kisah dengan tokoh yang sama.

Kisah pertama dibuka dengan judul "Yayaaa...!"Yaya, gadis belia yang suka makan mangga sampai membuatnya harus bohong pada Bunda. Diam-diam dia akan pergi mencari mangga bersama Neti, sahabatnya, tanpa minta ijin dulu pada Bunda. Sampai-sampai perutnya sakit malam harinya setelah menghabiskan 5 mangga sehingga membuat Bunda memarahinya.

Kemudian ada cerita yang dipakai untuk judul novel yaitu "Hantu Sungai" yang menceritakaan saat Yaya, Azimah, Neti dan Tary bermain, makan siang kemudian mandi di sungai. Neti mengingatkan teman-temannya untuk tidak mandi di rimbunan semak yang menuju ke arah hilir sungai. Karena, Emaknya bilang di bawah rimbunan semak-semak itu ada hantu. Awalnya ketiga teman Neti bergidik ngeri. Tapi, mereka terlupa akan cerita hantunya saat mandi dan merasakan kesejukan air sungainya. Sambil tertawa-tawa mereka naik ke atas tanggul sungai dan menghanyutkan diri ke hilir. Namun, keceriaan itu buyar saat Neti hanyut ke arah semak belukar yang katanya tempat si hantu tadi. Yaya, dan Azimah pun berteriak meminta tolong karena kebingungan mendengar teriakan Neti...."Toloooong!"  Cerita yang sarat akan makna dimana kita terkadang masih percaya dengan tahayul dan mitos yang berkembang dari mulut ke mulut, pesan yang sebenernya ingin disampaikan untuk tidak boleh bermain di sungai nanti akan terseret pusaran air sungai, akan tetapi dibaluti dengan bumbu cerita rakyat yang dipercaya oleh sebagaian besar orang Indonesia yaitu hantu.

Masih ada 7 kisah Yaya lainnya yang tak kalah serunya. Novel Hantu Sungai ini memang menggambarkan masa kecil yang riang, tanpa beban dan menyenangkan. Kenakalan kecil, ketidakpatuhan pada orang tua, keusilan antar saudara, kehangatan keluarga, persahabatan, rasa hormat pada guru dan rasa sayang pada binatang menjadi gambaran keseharian tokoh Yaya. 

Novel ini sarat akan makna tentang nilai-nilai kebaikan yang musti dianut dalam kehidupan. Juga menerapkan hukuman untuk sebuah kesalahan juga akan memberikan penghargaan akan prestasi yang dicapai putra-putrinya. Nilai agama yang dilekatkan dalam kebiasaan shalat lima waktu, rajin mengaji di mushalla dan menjadikan Al Quran sebagai tuntunan hidup manusia. Selain itu juga nilai kasih sayang pada sesama yang tertuang pada hubungan Yaya dengan kedua kakak dan teman-temannya. Juga rasa kasih pada makhluk lain, seperti pada hewan peliharaan dan pohon manggis yang ada di halaman.

Novel ini dituliskan dengan pilihan kata yang sederhana sehingga mudah dimengerti saat dibaca oleh anak-anak usia sekolah. Dan hanya perlu beberapa penjelasan jika dibacakan untuk anak usia pra-sekolah.

doc pribadi dengan hasil edit menggunakan aplilkasi photogrid


Kamis, 07 Mei 2020

TERPAKSA MASAK DAN MAKAN TERATUR SELAMA PEMBATASAN DIRI DIAM DIRUMAH



Manusia hidup membutuhkan makanan. Makan umumnya dilakukan sehari 3 kali, pagi, siang, dan sore/malam. Cara orang menyediakan makan berbeda-beda. Ada yang memasak atau membeli makanan dari warung makan langganan, bahkan makan di lokasi tempat orang berjualan seperti warung makan atau restoran dan pesan melalui aplikasi ojek online yang umum dilakukan orang saat ini. Pada masa pandemik sekarang dengan segala kekhawatiran apabila membeli diluar dan keterbatasan akses maka tanpa tersadar kita dituntut untuk memasak di rumah.

Memasak dengan membeli makanan apabila dibandingkan yang paling baik adalah memasak. Memasak kita bisa menentukan sendiri kualitas bahan masakan, jenis masakan, dan rasa masakan walau terkadang ada pendapat enak dan tidak enak masakan sendiri ya minimal akan dimakan oleh kita sendiri. Apabila membeli kita tidak mengetahui apakah kuliatas bahan yang digunakan baik, ataukan proses memasak dilakukan secara bersih atau tidak. Membeli makanan merupakan budaya konsumtif dengan mengeluarkan uang lebih banyak dibandingkan memasak sendiri, tentu pola tersebut bukan hal baik mengingat perlu berhemat mengingat entah sampai kapan kondisi pembatasan ini berakhir
Memasak adalah kreativitas. Bumbu dasar pada masakan apapun sama yaitu bawang merah dan bawang putih. Bumbu lainnya disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter masakan. Sekalipun konon kabarnya mecin dan aneka bumbu instan bisa jadi penyelamat segala rasa masakan itupun yang terjadi di masakan saya. Zaman teknologi sekarang, apabila kita tidak mengetahui resep masakan, kita dapat searching di internet. Resep masakan diseluruh dunia bisa kita dapatkan baik tertulis maupun berbentuk video sehingga tidak perlu khawatir apabila timbul keraguan akan hasil akhir masakan dan tentunya bisa menjadikan resep tersebut sebagai tameng bila menjadi aneh secara lidah.
Memasak adalah kreativitas. Mengenai rasa sesuai selera, apabila kita akan memasak menu baru, kita dapat melakukan beberapa kali percobaan. Sehingga kita dapat menemukan resep pas sesuai dengan selera. Memasak adalah kreativitas memasaklah itu jauh lebih baik dibandingkan membeli langsung kemudian mengkonsumsinya. Beberapa hasil terpaksa memasak tiada henti demi kebutuhan perut terpenuhi.
doc pribadi dengan editan menggunakan aplikasi photogrid
Bahkan untuk cemilanpun akhirnya memasak sendiri, biasanya suka jajan untuk selingan makan ini. Selama diam dirumah tentu hasrat nafsu makan makin tinggi dengan ditandai mulut gatal untuk selalu mengunyah
doc pribadi dengan editan menggunakan aplikasi photogrid

Secara tidak sadar selama pandemik ini pola makan jadi teratur dan sangat mempertimbangkan setiap gizi yang akan kita makan. Pola makan teratur akan membantu tubuh tahan akan berbagai macam penyakit karena asupan yang dibutuhkan tubuh sudah terpenuhi. 
Sebagian besar orang banyak yang meremahkan akibat dari telat makan dengan alasan malas makan atau juga karena hal lain seperti sedang tanggung bekerja yang berujung pada perut yang nyeri.Pentingnya membiasakan pola makan yang sehat sebenarnya tidak terbatas pada makan saja, tetapi juga bagaimana cara kita memakan makanan tersebut. 
Dengan kebisaan pola makan yang sehat dan teratur akan membantu tubuh kita terhindar dari berbagai macam penyakit. Apalagi asupan makanan yang kita makan hasil olahan dari masak sendiri. Biasakan makan teratur dengan pola hidup sehat.

sumber : www.1minggu1cerita.id

Hasil Telusur

Hasil Web dengan Link Situs