Rabu, 12 September 2018

REVIEW NOVEL TENTANG KAMU TERE LIYE


Identitas Buku

Judul Buku : Tentang Kamu
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Republika Penerbit
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2017 (Cetakan X)
Jumlah Halaman : vi + 524 halaman
ISBN : 978-602-0822-34-1
Genre : Historical Fiction

Doc pribadi

BLURB :
Terima kasih untuk kesempatan mengenalmu,
itu adalah salah satu anugerah terbesar hidupku.
 Cinta memang tidak perlu ditemukan,
cintalah yang akan menemukan kita.

Terima kasih. Nasihat lama itu benar sekali,
aku tidak akan menangis karena sesuatu telah berakhir,
tapi aku akan tersenyum karena sesuatu itu pernah terjadi.

Masa lalu. Rasa sakit. Masa depan. Mimpi-mimpi.
Semua akan berlalu. Seperti sungai yang mengalir.
Maka biarlah hidupku mengalir seperti sungai kehidupan.

SINOPSIS :
Novel “Tentang Kamu” memiliki tokoh utama dengan nama yang unik, Zaman. Lengkapnya Zaman Zulkarnaen. Zaman adalah seorang lulusan master hukum di Oxford University. Ia bekerja sebagai associate di firma hukum Thompson & Co., firma hukum  di bidang Elder Law yang menjadi legendaris karena prinsip serta komitmen yang dipegangnya.

Hingga suatu hari, ia dipanggil oleh atasannya untuk menuntaskan sebuah kasus dari kliennya. Kasus ini merupakan permasalahan harta warisan yang ditinggalkan oleh kliennya yang baru saja meninggal. Usut punya usut, harta warisan yang ditinggalkan oleh kliennya ini jumlahnya begitu besar yaitu 1% saham perusahaan besar yang dalam kurs poundsterling senilai satu miliar poundsterling atau dalam kurs rupiah setara dengan 19 triliun rupiah.  Dan ternyata, kliennya ini bernama Sri Ningsih berkewarganegaraan dengan Zaman yaitu Indonesia.

Sayangnya, data diri Sri Ningsih begitu sulit untuk ditemukan. Bahkan surat wasiatnya pun tidak ada. Sehingga sulit untuk mencari siapa ahli pewarisnya yang berhak menerima warisannya. Sri Ningsih hanya meninggalkan sedikit barang, dan yang bisa membantu Zaman menuntaskan kasus Sri Ningsih hanyalah sebuah diari yang ditulis oleh tangan Sri Ningsih sendiri diberikan oleh Aimee pengurus panti yang mendapat kepercayaan dari Sri Ningsih untuk menghubungi kantor pengacara apabila dia meninggal dan menyimpan diary Sri Ningsih sebelum ia kehilangan kesadaran.

Diary yang menjadi kompas bagi Zaman untuk melangkah, diary tersebut berisi 5 bagian. Sri menuliskan bagian ini dengan kata juz. Juz pertama tentang kesabaran. Di sini kita akan menyaksikan masa kecil Sri Ningsih yang penuh dengan keharuan yang dimulai 1946 sampai 1960. Zaman akan mulai menjelajahi Pulau Bungi yang ada di Sumbawa. Tidak jauh dengan kata pantai, perahu dan ikan.  

Peristiwa besar yang akan menguji kesabaran pembaca akan terasa pada bagian ini. Juz kedua adalah persabatan. Melalui rangkaian kisah yang panjang bermula pada 1961-1966 kita akan merasakan persahabatan indah yang berubah hanya karena kedengkian yang begitu dalam. Kisah Sri pada tahun ini akan mengajak kita merasakan gejolak politik Indonesia pada masa itu dari partai komunis.

Juz ketiga adalah keteguhan hati. Kisah yang berlangsung pada 1967-1979 akan membuat kita termotivasi dengan semangat yang digambarkan Ningsih. Di sinilah kita akan melihat sejarah Jakarta tempoe doeloe seperti monas yang dikelilingi rumput-rumput, kerbau-kerbau yang berseliweran, ungkapan pedagang kaki lima, sewa kost 200 rupiah, dll. Mana pas bagian ini disinggung-singgung pula yang namanya ojek online,hehe. Nah, keteguhan hati Ningsih akan ditempa disini, karena disini ia akan belajar berbisnis hingga akhirnya memiliki perusahaan. Hingga akhirnya terjawab pertanyaan mengapa ia memiliki 1% saham perusahaan besar

Juz keempat adalah Cinta, “Mencintaimu telah memberikanku keberanian, dan dicintai olehmu begitu dalam telah memberikanku kekuatan. Terima kasih. Aku tidak akan menangis sedih karena semua berakhir, aku akan tersenyum karena semua hal itu pernah terjadi.” Saat ini kita diajak melihat sisi lain dari sosok Sri sebelumnya. Kisah cinta Sri dengan seorang pria keturunan Turki bernama Hakan akan membangkitkan rasa yang sangat campur aduk bagi pembacanya. Rasa suka-duka, haru serta tawa akan menghiasi kisah yang berlangsung pada 1980-1999 di London. Sederhana tapi manis sekali.

Juz terakhir novel ini mengisahkan tentang memeluk semua rasa sakit. Sri akhirnya bisa menerima dengan lapang segala kejadian yang menimpa dirinya. Diceritakan bagaiamana Sri dari Londo tiba-tiba ke Paris dan akhirnya meninggal di Panti Jompo. Dan di beberapa bagian diceritakan selintas masa lalu seorang Zaman yang penuh dengan kepedihan, ia ingin belajar seperti Sri Ningsih untuk berdamai dengan siapa pun tetapi ternyata ia tidak bisa untuk kasusnya.

REVIEW :
Novel karya ke 28 dari 33 yang ditulis oleh Tere Liye ini menggunakan alur maju mundur artinya dalam cerita terjadi flashback ke masa lalu dan kejadian masa datang. Dimana perjalanan Zaman yang menelusuri potongan-potongan cerita hidup Sri Ningsih dari masa kecil hingga akhir hayatnya demi menemukan ahli waris dari harta yang ditinggalkannya. Banyak tema di bahas dalam buku ini sehingga dekat dengan pembaca. Kita bisa memposisikan dirinya sebagai tokoh utama yang jatuh cinta, yang hidupnya penuh ujian dan menempatkan diri juga sebagai tokoh dalam karya tersebut. karena karakter-karakter tokoh di novel ini terasa nyata.
Novel Tentang Kamu menggunakan sudut pandang orang ketiga. Biasanya memang sudut pandang orang pertama yang lebih bisa mendapati ‘feel’nya. Tapi, sekali lagi, inilah Tere Liye, penulis yang sangat piawai dalam merangkai tulisan-tulisannya. Walaupun memakai sudut pandang orang ketiga, pembaca tetap bisa mendapati feel yang mendalam. Karena Tere Liye menuliskannya dengan penjabaran yang sangat detail.

KELEBIHAN
1.      Secara plot memang tidak bisa diragukan lagi ya, Tere Liye ini memang jagonya membuat cerita yang plot twist. Di setiap babnya benar-benar kejutan banget. Setiap berhasil mengupas satu persatu sejarah Sri Ningsih, pasti ada saja yang membuat geregetan banget. Terus aku menemukan keterkaitan novel ini dengan novel Rindu, di bagian  plot awal kehidupan Sri Ningsih.
2.      Seperti yang sudah aku paparkan di Kilas Balik Cerita, bahwa perjalanan Zaman meliputi tiga Negara. Selama ini Tere Liye jarang menggunakan latar tempat di luar negeri, dan kali ini beliau membuktikannya bahwa beliau juga bisa menggambarkan latar luar negeri dengan baik. Tere Liye juga mengangkat latar Indonesia dengan baik.
3.      Pada umumnya di bagian epilog dan ending membaca novel Tere Liye suka greget gimana dan menebak apakah novel ini akan ada sesi berikutnya. Tapi entah mengapa sama novel ini puas banget sama bagian epilog hahaha
4.      Tere Liye dalam novel Tentang Kamu ini tidak hanya sekadar menghibur pembacanya, namun juga mengajarkan para pembacanya tentang kehidupan tanpa terkesan menggurui. Nasihat-nasihat kehidupannya sangat memotivasi. Kejutan-kejutan di dalam plot ceritanya berhasil membuatku tercengang-cengang. Padahal sudah lama menjadi penggemar tulisannya Bang Tere Liye, tapi masih aja tercengang-cengang. Aku nggak menyangka sama sekali, bahwa akan ada bagian actionnya, walaupun cuma sedikit dan terselip beberapa komedi.



KEKURANGAN
1.      Penjelasan tentang keluarnya Sulastri dan selamatnya Tilamuta tidak diceritakan dengan jelas. Sehingga pembaca seperti kehilangan sebagian cerita yang seharusnya diketahui.
2.      Bagi yang menyukai novel dengan alur ringan tanpa istilah dan bidang yang rumit mungkin kurang cocok membaca novel karya Tere Liye karena akan merasa jemu ketika muncul plot penjelasan terhadap ilmu seperti halnya novel Tentang Kamu yang banyak membahas istilah hukum
3.      Ada beberapa kesalahan dan ketidak singkronan penulisan pada setiap plot walaupun tertutupi oleh kisahnya yang cukup membuat baper

PELAJARAN MORAL
1.      Selain literasi, penulis juga menyelipkan jiwa entrepeneur dalam diri Sri yaitu
a)      dia berdagang nasi goreng tidak seperti pedagang pada umumnya
b)      cara berdagangnya mulai ditiru banyak pedagang lain, Sri memulai usaha baru
c)      Sri mengalami musibah dan harus memulainya dari nol lagi
Ada beberapa hal yang bisa kita tiru dari Sri bahwa untuk menjadi seorang entrepeneur harus melakukan beberapa hal; jangan berpikir instan, jangan berpikir gratisan, siap dan berani gagal. Dan yang terpenting adalah selalu terus melakukan inovasi tiada henti. Itulah kunci sukses seorang entrepreneur.
2.      Kunci Zaman dalam penelusuran informasi mencari tahu kehidupan Sri, tanpa disadari pembaca, penulis menyelipkan melalui beberapa kegiatan literasi, yaitu :
a)       Tekun membaca,
Sri Ningsih belajar tentang hukum melalui buku-buku yang dia pinjam dari perpustakaan nasional Prancis
b)      Memiliki sebuah buku diary
Tidak hanya berupa tulisan, ada beberapa potong foto yang terselip dalam diary tersebut
c)       Gemar berkorespondensi sebagai jalan untuk berkomunikasi dengan sahabatnya ketika di madrasah, Nur’aini. Di tahun 1970-an, cara paling ampuh berkomunikasi adalah melalui surat menyurat
3.      Ada banyak pesan moral yang bisa kita ambil dalam buku ini. Pertama, tentang kesabaran. Kedua, tentang persahabatan. Ketiga, tentang keteguhan hati. Keempat, tentang cinta. Kelima, tentang memeluk semua rasa sakit. Semoga dalam menjalani kehidupan kita bisa seperti Sri, hatinya sebening kristal, tidak ada rasa dendam dalam jiwanya meskipun itu hanya sebesar debu

Banyak kalimat favorit bertebaran dalam buku ini:
1.      Kesabaran bisa mengalahkan apa pun. (hlm. 111)
2.      Kita seharusnya lebih banyak bicara satu sama lain agar bisa melewati masa-masa sulit bersama. (hlm. 136)
3.      Aku ingin sekali punya hati sebaikmu. Tidak pernah punya prasangka walau sebesar debu. (hlm. 179)
4.      Saat kita sudah melakukan yang terbaik dan tetap gagal, apa lagi yang harus kita lakukan? (hlm. 209)
5.      Jika kita gagal 1000x, maka pastikan kita bangkit 1001x. (hlm. 210)
6.      Sejatinya, banyak momen berharga dalam hidup datang dari hal-hal kecil yang luput kita perhatikan, karena kita terlalu sibuk mengurus sebaliknya. (hlm. 257)
7.      Hantu masa lalu itu kapan pun bisa muncul lagi. Tidak ada yang benar-benar bisa kita lupakan, karena saat kita lupa, masih ada sisi-sisi yang mengingatnya. (hlm. 270)
8.      Dicintai begitu dalam oleh orang lain akan memberikan kita kekuatan, sementara mencintai orang lain dengan sungguh-sungguh akan memberikan kita keberanian. (hlm. 286)
9.      Sekarang bukan siapa-siapa, tapi besok lusa kita tidak tahu, kan? (hlm. 345)
10.  Daripada kita sibuk bertanya kapan seorang gadis menikah, hanya membuatnya sedih, lebih baik bantu dia agar segera mendapatkan jodohnya. Itu lebih bermanfaat. (hlm. 357)
11.  Biarkan semuanya mengalir seperti air. (hlm. 360)
12.  Jika memang berjodoh, maka berjodohlah. Tidak perlu terlalu berharap, tapi tidak juga sangat negatif menanggapinya. (hlm. 360)
13.  Apa yang membuat pernikahan orang tua dulu langgeng berpuluh-puluh tahun? Karena mereka jatuh cinta setiap hari pada orang yang sama. Itulah yang terjadi. Maka, kesedihan apa pun, ujian seberat apa pun bisa dilewati dengan baik. (hlm. 385)
14.  Hati manusia persis seperti lautan, penuh misteri. Kita tidak pernah tahu kejadian menyakitkan apa yang telah dilewati oleh seseorang. (hlm. 415)

 Sumber : FP Tere Liye

Minggu, 19 Agustus 2018

JATUH CINTA PADA SANG DESAINER SD

Apa bacaan pertama yang kau sukai dan berkesan?

Kalau saya diberikan pertanyaan tersebut akan saya jawab 
"Komik Hitomi Brand"

Doc Pribadi

Kenapa berkesan?
Buat saya yang biasa baca buku gimana dibelinya sama orang tua dan baca majalah bobo ataupun buku yang dibelikan karena namanya anak SD mana kepikiran punya keinginan diluar asupan dari orang tua. Habis lebaran tentu kita punya uang untuk beli sesuatu kalau pada tahun sebelumnya biasa untuk beli mainan entah kenapa pas kelas 6 SD di tahun 2002 (duh ketahuan deh tuirnya) kepikiran beli yang bukan mainan. Begitu masuk ke Indomaret Cilodong (dulu minimarket di daerah saya cuma itu doang) yang awalnya mau beli cemilan yang banyak sama beli binder kertas malah jadi beli komik. Kepincut sama covernya yang beda dan pas liat halaman belakang baca sinopsinya langsung beli. Kepikiran buat jadi desainer gara-gara baca komik ini tapi langsung ciut pas tahu kemampuan diri cuma bisanya mewarnai gambar dan gambar pemandangan gunung doang hahaha.

Efek bisa memilih dan mementukan buku apa yang mau dibeli jadi bikin kecanduan buat membeli lagi buku-buku lainnya hingga sekarang. Walau sudah menikah kalau ada uang lebih pasti lebih baik beli buku daripada ga jelas beli sesuatu yang tak berfaedah dan akan tertelan zaman.

Sempat hilang entah masih ada di rumah bogor atau ga kebawa ketika pindahan dari depok ke bogor , akhirnya pesanlah di salah satu aplikasi belanja online dan untungnya ada beserta kota pengirim ga nyebrang pulau. Sengaja beli bekas biar masih berasa punya dari lama walaupun sudah ada seri cover terbarunya. 

Lalu bacaan pertama kamu yang berkesan apa?

Minggu, 01 Juli 2018

EDISI LEBARAN 2018

Umat Islam di seluruh dunia bolehlah berbahagia karena malam ini sudah sampai di hari lebaran setelah diuji selama sebulan penuh di bulan Ramadhan, artinya sudah secara sah terlewati. Lelah payah yang dilakukan, insya allah diganti dengan kesucian dan ampunan. Setidaknya, begitulah janji Allah kepada manusia yang bertakwa.Seperti kita ketahui bahwa lebaran itu merupakan bahasa kita, Tak ada dalam negara manapun yang memakai istilah ini untuk memaknai hari raya Idul Fitri.

Lebaran tidak memiliki arti kesucian ataupun pengembalian roh pada titik awal. Lebaran bukan kata ganti yang artinya sama dengan Idul Fitri (hari raya makan). Namun lebaran, karena sudah terlalu lama dan mengakar, lebih mudah diucapkan daripada menyebut Idul Fitri.

Edisi Lebaran 2018 untuk pertama kalinya saya rasakan di lingkungan yang benar-benar baru yaitu tempat keluarga suami (mohon bersabar bagi para pasukan jomblo dan single) di Kabupaten Sumedang Kecamatan Pamulihan Desa Cimarias Dusun Neglasari (berusaha dihapalin karena sekarang KTPnya disana hahaha). Sengaja dibuat menjadi sebuah kisah dalam blog biar jadi kenangan di beberapa tahun berikutnya apabila membaca kembali kisah ini akan senyam senyum sendiri.

Biasanya lebaran Idul Fitri di cimahi tempat keluarga Ibu dimana umumnya budaya urban dan khasnya hidangan lebaran yang melimpah ruah sampai di hari kedua, ketiga bahkan keempat masih merasakan kehangatan dari setiap masakan lebaran (opor yang berubah jadi tumis dan suwir nasi goreng/bihun goreng wkwkwkw). Makin kesini sistem kumpul di keluarga cimahi untuk bawa makanan sistemnya Badami dengan membuat daftar setiap keluarga mau bawa makanan apa agar bisa saling melengkapi dan menambahkan di setiap hidangan.

Lebaran di tempat yang baru tentulah menjadi pengalaman yang baru bagi yang merasakan begitu pula saya. Kalau tahun sebelumnya datang ke sumedang di hari ketiga jadi ga dapet feel lebarannya. Pada umumnya kalau di lembur benar-benar lebaran hanya hari pertama, hari kedua kunjung-kunjung ke keluarga yang jauh/jalan-jalan ke kota lalu hari berikutnya sudah kembali nyawah dan ngebon (pada umumnya pekerjaan di daerah sang suami bekerja sebagai petani).
Foto diambil ketika perjalanan menuju shalat ied

Terhitung nekat sekali mudik di H-1 lebaran (walaupun pada saat itu masih harap-harap cemas karena belum tentu lebaran besok). Tepat setelah asyar berangkat dari cimahi, melihat bawaan udah kaya mau naik haji maka diputuskan suami berangkat pakai motor macam petugas jn* mau antar paket saya pakai umum. Memaksakan diri membawa motor karena masalah kebutuhan dan praktis dalam segi ekonomi, kalau pakai umum nanti repot kalau mau kunjung-kunjung (mahal biaya naik ojeg haha). Jangan tanya lah jarak antar rumah – rumah dan menuju jalan raya beneran kaya lagi KKN dan P2M zaman mahasiswa yang gambarannya naik motor aja dari rumah mertua ke jalan utama 20 – 30 menit kanan dan kiri masih sawah dan hutan.

Lebaran di daerah suami masih kental banget suasana kekeluargaannya terlihat dari begitu beres shalat ied langsung salam-salaman macam halal bil halal kalau di daerah kota (konon kabarnya ada selintingan omongan pada saat sasalaman ini ajang “aktualisasi diri”). Tetap terpisah sasalamannya antara laki-laki dan perempuan. Dilanjutkan sarapan pertama setelah sebulan tidak merasakan sebulan sarapan karena biasa menghadapi makanan lebaran yang bermacam-macam begitu dapat hidangan simpel cukup dua jenis itupun makanan kemarin yang belum habis,  berasa beda banget jadi sistemnya cuma untuk makan hari ini saja. Karena lebaran di rumah orang tua jadi pasti dapat kunjungan dari kakak dan adik suami (FYI suami anak ke 6 dari 7 bersaudara).

Salaman rombongan laki-laki

Salaman rombongan perempuan


Setelah dirasa semua anak dan keluarga sudah hamper semua kunjung dilanjutkan dengan ziarah ke makan keluarga, saya diposisi itu mengikuti saja karena dibiasakan keluarga memang tidak untuk ziarah dengan segala rentetan budayanya tapi tetap menghargai karena indahnya keberagaman budaya lebaran di setiap keluarga dan daerah.
Tempat shalat Ied

Waktu 4 hari 3 malam rasanya kurang cukup untuk menikmati suasana lebaran dan belum semua keluarga untuk dikunjungi, sebagai orang Bandung (satu-satunya anak yang tidak menetap di sana dan saya menantu bukan orang sumedang) secara tidak langsung diminta untuk mengunjungi setiap keluarga dan untuk inti saja ada yang terlewat. Begitulah lika liku masyarakat yang merasa dihargai apabila kita menyempatkan untuk mampir ke rumahnya walaupun hanya sebentar.

Apabila ada pepatah yang mengatakan pulang bawa satu tas pulang berlipat-lipat maka benarlah pepatah tersebut. Tak usah dibayangkan cukup lihatlah fotonya saja sudah jerihhhh dan itupun tidak semua terbawa ya mudah-mudahan jadi doa buat nabung beli mobil.
Bawaan pulang 

Dengan hati terbuka, wajah yang berseri-seri serta senyum yang manis kita ulurkan tangan kita untuk saling bermaaf-maafan. Kita buka lembaran baru yang masih putih, dan kita tutup halaman yang lama yang mungkin banyak terdapat kotoran dan noda seraya mengucapkan Minal Aidin Wal faizin Mohon Ma’af Lahir dan Batin.

Semoga Allah senantiasa memberikan pertolongannya kepada kita semua. Oleh karena itu marilah kita jadikan Idul Fitri tahun 2018 ini berbeda dengan Idul Fitri di tahun-tahun sebelumnya, mari merajut kembali dan maksimalkan bersilaturahim untuk meminta maaf, memberi maaf dan menjadi seorang pemaaf. Jangan biarkan kedengkian dan kebencian merasuk kembali ke jiwa kita yang telah suci.

Selasa, 29 Mei 2018

KEBAIKAN TIADA BATAS

Kebaikan Allah tiada batasNya

Aku sering lupa menabur kebaikan 
Tapi Allah memberikan apa pun yang kubutuhkan
Bukan memberi yang kuinginkan

Aku sering lupa berdoa
Tapi Allah selalu tak lupa memberikan kebaikanNya

Aku sering lupa memberi kepada sesama
Disaat kondisiku berlebih 
Mampu menyisihkan sedikit rezekiku
Tapi Allah tetap memberiku seperti seorang ibu
Kasih sayangNya sepanjang masa

Aku pernah berpikir
Apakah aku mampu memaafkan kelakuannku dengan mudah
Selayaknya Allah memberikan kebaikan kepadaku tiada batasNya

Itulah mengapa kebaikan diberikan oleh tangan kanan dan tangan kiri tidak boleh mengetahui

"Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS Al-Baqarah : 148)



Selasa, 22 Mei 2018

TERUNTUK CINTA TANPA SYARAT



Tepat di bulan mei ini kita resmi 4 tahun bersama
Melewati waktu bersama
Kau tak pernah lelah menungguku di depan teras rumah 
Ataupun kalau kau malas cukup menunggu di balik pintu
Dimana ketika ku buka pintu kau datang menyambutku

Kau yang menjadi tempat sampah akan kepenatan hidup
Aku tak takut kau akan bocorkan
Karena engkau adalah teman curhat terbaik 
Tak pernah membocorkan rahasia
Kau yang dengan elegan tidak sembarang sama orang
Mukamu yang bisa disebut jutek 
Bahkan kau sangat pemilih dalam urusan makan

Maafkan aku yang pernah pergi selama hampir dua tahun
Untuk sebuah keegoisan untuk hidup kos-kosan
Aku tetap mengunjungi dalam beberapa waktu
Awalnya kau sempat menerima 
Akan tetapi berjalannya waktu kasih sayangmu berubah
Sedikit menjauh dariku
Berbagi dengan yang lain

Bahkan sedihnya kau sempat mengalami sakit 
Membuat kau seolah terusir
Banyak bentakan dan aksi kau diberi makan tetapi tidak diperbolehkan masuk rumah
Akhirnya ku sembuhkan bukan dengan medis 
Dengan kasih sayang dan perhatian lebih
Hingga akhirnya kau menjadi lebih sehat 
Kembali lucu dengan segala elegannya

Entah berapa lama lagi kau bertahan hidup
ketahuilah kau anugerah terbaik yang pernah kusayangi 
Belum tentu bila ada pengganti akan sama secara hati
Terima kasih cinta tanpa syarat yang kau berikan padaku
Wahai kucingku tersayang Bubu

Doc pribadi




Senin, 14 Mei 2018

HIJAU PENYELAMAT KULIAHKU

"Belum jadi mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah UPI Bandung kalau belum menghapal buku hijau di semester dua"
Setiap di semester dua mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah UPI Bandung (sekarang nama jurusan berganti menjadi pendidikan masyarakat) pasti mengontrak mata kuliah Filsafat dan Teori PLS dengan total 3 SKS.
doc pribadi

Seperti pada umumnya awal perkuliahan pasti setiap dosen selalu menyampaikan daftar buku pendamping kuliah yang perlu dimiliki oleh setiap mahasiswa. Khusus untuk mata kuliah ini setiap mahasiswa wajib memiliki karena akan terpakai menjadi referensi utama skripsi ya semacam kitab jurusan lah. Masa mengontrak kuliah tidak semua membeli buku ada yang minjem ya terkadang si kakak tingkat juga pelit untuk buku ini. 

Kadang nekat foto copy memang murah drpd membeli dan tidak menghargai sang penulis tapi alasan irit pasti jadi benteng (padahal buat nongkrong dan window shopping pasti diusahakan mati-matian ya kan) Bukan sekedar perlu dimiliki saja tetapi beserta dihapalkan dan uasnya simpel sekali dengan menghapal dan diuji oleh tim dosen pengampu mata kuliah. FYI ini sistem di angkatan 2009 (jadi ketahuan tuanya) ke bawah entah di masa sekarang dengan sistem kurikulum yang baru. Bukan sekedar rumor yang selalu diceritakan oleh kakak tingkat dengan segala bumbunya. 

Kita perlu hapal berapa bab buku dan point per bab nya bahkan daftar lampiran dan tabel 😴. Dan untunglah saya mendapat dosen penguji yang tidak sekedar menguji buku tapi menanyakan secara pendapat personal (doa mahasiswa sholehah terkabul). Saya bukan tipe penghapal lebih suka membaca lalu memaknai dari buku yang saya baca, pergolakan batin disaat membaca dan menghapal jadi sebuah virus yang menempel selama satu semester.

Sekalipun tidak suka tetap harus disukai karena sugesti mempengaruhi alam bawah sadar kita ketika tidak menyukai sesuatu hal yang berakhir tidak ikhlas dalam menghapal dan memaknai buku pun jadi tidak bagus. 

 Nikmatilah hal yang kau benci dengan berdamai maka ia akan memeluk eratmu yang akhirnya kau akan menyukainya

Minggu, 13 Mei 2018

KEMBALI MENGINGAT

Senin, 07 Mei 2018
Tepat satu tahun saya bersama lelaki yang mungkin tak pernah dibayangkan menjadi iman saya. Tepat di hari itu saya kembali mengingat berbagai hal yang kami lalui selama satu tahun ini

Doc pribadi


Kembali mengingat
Masa dimana akhirnya terucap ijab qobul dengan satu helaan nafas dengan lancar tanpa ulang bahkan tak perlu dibantu oleh kertas apabila demam panggung melanda. Maka tepat di waktu itupun ridho dan surgaku berpindah dari aba kepada yang ku sebut suamiku
Doc pribadi

Kembali mengingat
Bahwa untuk sampai ke titik dimana kami akhirnya menikah bukanlah hal mudah. Kami dipertemukan dalam lingkup organisasi yang dimana bisa dikatakan tercatat anggota aktif dan tokoh utama dalam angkatan (FYI saya adalah adik tingkat beda dua angkatan). Cibiran, julid, omongan nyinyir bahkan diramal bahwa kami tak langgeng sudah makanan sehari2 disamping nasi tentunya. Akhirnya kamipun tertawa krn sebuah hukum alam berlaku seperti layaknya boomerang yang membicarakan akhirnya dibicarakan.

Kembali mengingat
Ada anggapan umum ketika kita menikah akan terlihat siapa yang peduli dan perhatian dengan kita terutama ketika persiapan. Itupun yang akhirnya saya alami, selama persiapan ketika ada di posisi terendah suka mikir ko orang2 gini banget ya ke saya lagi dibutuhin pd susah dan banyak alasan toh dalam moment apapun saya ringan tangan dan loyalitas tiada akhir. Tapi masa2 itu dinikmati aja paling nangis aja sesengukan di kamar kosan yang penting kelihatan bahagia dan tetap tenang dimata orang lain

Kembali mengingat
Bahagia kami sederhana ditengah kerumitan akan hantu akhir bulan bagi anak rantau dengan berbagi bersama dalam makan bersama di warteg, warung pecel atau spot2 UPI Bandung yang bisa pakai duduk tanpa perlu membayar tiket masuk krn merasa sudah membayar spp. Bahagia itu sederhana hanya perlu manusia yang menyederhanakan definisi bahagianya

Kembali mengingat
Ketika hampir sebagian pasangan merayakan anniversary dengan sebuah moment yang wow, bagi kami cukup dengan mengingat kembali masa indah ketika pacaran dengan makan di warung pecel lele. Ketika dahulu kami sama2 punya limit waktu makan, saya yang apabila pulang malam akan dimarahi para mbah2 (selama kuliah di Bandung saya menumpang hidup dengan orang tua dari Umi). Dia berpacu pada gerbang kosannya yang akan digembok. Sebagai yang berpasangan lama (7 tahun pacaran) kami harus menjaga dengan baik gaya pacaran agar nanti tidak ahhhh begitulah jadi waktu our time selama pacaran ya makan malam bersama di warung pecel lele deket koramil gerlong. Pasti bedalah ketika makan sudah menikah dan sebelum menikah ya mending makan dirumah secara kenyamanan saat makan dan kalaupun memang keluar rumah ga akan ada yang protes kalo pulang kemaleman toh pulangnya pun bersama suami caelahh

Doc pribadi
Ini menu standar sy kalau ke warung pecel lele

Doc pribadi
Ini menu standar suami kalo makan di pecel lele


Kembali mengingat
Selama setahun menjalani pernikahan pertanyaan paling menghantui ya "sudah isi" yang ingin rasanya ku teriak dan berkata kasar. Paling standar ya dijawab belum dikasih mohon doanya, ini kalau lagi bijak dan rada males jawab. Kalau lagi mood rada baik suka dibercandain dengan jawaban isi lemak atau tuh suami yang berisi (bucitrek maksudnya). Percayalah yang sampai saat ini belum diberikan amanah keturunan bukannya ga mau tapi memang belum diberi kesempatan jadi doakan saja atau sarankan cara bukan menghakimi.

Kembali mengingat
Bahwa hidup sudah ada takdirNya masing-masing sebagai manusia kita hanya bisa berusaha, pasrah dan berdoa.

"Bahagia itu sederhana hanya perlu manusia yang menyederhanakan definisi bahagianya."

Apa yang sedang diingat kalian?

*Walaupun sudah lewat dari tanggal aniv tapi sengaja dituliskan sebagai bentuk hadiah yang terdokumentasikan krn tipe orangnya ga suka diucap-ucapin dan dirayakan*


Minggu, 29 April 2018

TOTTO CHAN SELALU DI HATI


Tiada seindah selain menyelam kata bersama ratusan kalimat sang penyair membuat kita memiliki dunia sendiri ketika sedang membaca sebuah karya satra entah sastra fiksi maupun non fiksi. Dari sekian ratus karya yang pernah saya baca novel Totto Chan – Gadis Cilik di Jendela karya dari Tetsuko Kuroyanagi menempati porsi besar di hati saya dalam hal favorit.

Ketika di masa sekarang informasi sudah didampingi oleh teknologi dimana bisa mengetahui novel apa yang sedang kekinian atau review buku tersebut bagus atau tidak. Di masa saya menemukan novel totto chan adalah sebuah ketidak sengajaan ketika ingin menyewa buku di daerah kampus IPB daerah Dermaga (sekarang sudah tidak ada). Di hari itu tepatnya tahun 2008 entah mengapa berapa kali melihat-lihat buku mata saya selalu tertuju pada buku cover putih bergambar anak kecil karena saya percaya pada insting cinta pada pandangan pertama ketika memilih buku akhirnya novel itu saya baca. Seperti halnya narkoba yang memiliki pengaruh ketergantungan hingga saya berulang kali meminjam sampai aa penjaga bertanya “pinjem lagi kakak?” dengan tanpang heran.

Hingga akhirnya 2009 saya berpindah ke Bandung entah kenapa ketika masuk ke jurusan kuliah pilihan ke dua setelah satu semester mempelajari mata kuliah seperti halnya ada yang nyambung dengan novel totto chan (FYI saya kuliah jurusan Pendidikan Luar Sekolah UPI Bandung yang sekarang berganti nama menjadi jurusan Pendidikan Masyarakat). Perlu waktu lama hingga tahun 2013 hingga akhirnya saya memiliki buku tsb, alasan sederhana dulu saya masih suka pinjem ke beberapa orang untuk mengobati rasa kangen saya terhadap buku tersebut.

Doc Pribadi


Judul        : Totto Chan – Gadis Cilik di Jendela
Penulis      : Tetsuko Kuroyanagi
Penerbit    : PT Gramedia Pustaka Utama
Halaman    : 272 Halaman
Terbit       : Cetakan ketiga belas Januari 2013
ISBN        : 978 – 979 – 2 – 3655 – 2

Apa yang membuat saya menyukai buku totto chan? Pada awalnya saya begitu candu membaca buku tsb hanyalah karena kisah sederhana yang begitu sarat makna. Dimana tidak semua tempat pendidikan formal terkadang masih memandang anak istimewa dalam hal sikap sebagai sebuah hal postif hal inipun yang saya alami selama di sekolah. Saya memiliki kemampuan lebih dalam hal pendapat terhadap hal yang perlu dipertanyakan tetapi selalu dibatasi oleh waktu dan bahkan dialihkan yang parahnya kadang berpengaruh terhadap nilai. Kemampuan lama berbicara saya pun seolah-olah seperti anak yang terlalu banyak komentar dan julukan cerewet selalu tersemat kepada saya. Sehingga ketika akhirnya saya memutuskan untuk menjadi pengajar ketika menghadapi anak istimewa dan unik terkadang mendalami sudut pandang sang anak karena tidak ingin salah dalam mengambil tindakan.

Sama halnya seperti totto chan, Kepolosan dan keceriaan Totto-chan tidak menjadikannya putus asa manakala ia dikeluarkan dari sekolahnya, sebuah Sekolah Dasar konvensional yang kurang cocok dengan anak-anak luar biasa sepertinya. Totto-chan memiliki rasa ingin tahu yang besar dan jiwa sosial yang besar pula, makanya ia suka berinteraksi dengan orang meskipun tidak dikenalnya seperti penjaga karcis di stasiun kereta, pemusik jalanan, dan bahkan dengan anjingnya, Rocky. Kali lain, ketika ia diam-diam hendak mengundang Yasuaki-chan — temannya yang menderita polio – untuk memanjat pohon yang dianggap sebagai miliknya. Semua itu ia lakukan dengan semangat dan ketulusan seorang gadis cilik yang dididik dengan baik oleh sang Mama dan Papa yang hebat. Biar bagaimanapun pendidikan keluargalah yang membentuk karakter anak.

Tokoh yang begitu penting dalam kehidupan Totto-chan yakni kepala sekolah, Pak Susaku Kobayashi. Pertemuan pertamanya sebagai calon murid begitu membekas di hati gadis cilik itu, ketika sang kepala sekolah tulus memberikan perhatian terhadap ceritanya selama empat jam tanpa terlihat bosan di mata Totto-chan. Itulah awal fase pendidikan Totto-chan di sekolah Tomoe Gakuen. Kepala sekolah selalu menanamkan nilai positif dan meyakinkan Totto-chan bahwa ia benar-benar(dengan penekanan) anak yang baik, dalam arti meyakini dan meyakinkan Totto-chan bahwa betapa pun ajaibnya perilaku gadis cilik itu, dan sebagian orang mungkin menilainya nakal, ia adalah anak yang baik dan pantas untuk mendapat pendidikan terbaik.

Salah satu bagian paling berkesan dari buku Totto Chan adalah ketika Totto-chan benar-benar memikirkan tentang cita-citanya di masa mendatang berkat inspirasi dari Tai-chan yang disukainya. Ia menemui kepala sekolah dan menyatakan secara dewasa bahwa kelak ia akan menjadi guru di Tomoe. Cita yang menjadi janji namun hangus terbakar kobaran api perang yang pada masa tahun tersebut sedang dilanda perang dunia. Namum begitu, impiannya untuk terjun dalam dunia pendidikan tidak pudar sedikit pun hingga akhirnya buku ini bisa terbit bahkan di luar negara asalnya untuk mengenang Sang Kepala Sekolah Susaku Kobayashi.

Membaca Totto-chan membuat saya belajar banyak tentang filosofi pendidikan, metodologi belajar, tumbuh kembang anak yang semua itu menghasilkan perpaduan yang indah bagi pembangunan memanusiakan manusia.

Buku Totto Chan menggunakan sudut pandang anak kecil kelas 1 SD, begitu sederhana sehingga tidak butuh waktu lama untuk menyelesaikannya. Menurut saya Tetsuko Kuroyanagi melakukan pekerjaan hebat. Ia mampu mendeskripsikan semua paradigma anak kecil yang penuh dengan imajinasi. Cerita-Cerita sederhana menjadi lebih menarik jika kita melihat ke dalam mata anak kecil dan menjadi tamparan halus bagi para penggiat pendidikan terutama para pendidik (khususnya saya yang saat ini sedang menjadi guru di pendidikan formal)

Banyak pesan-pesan yang sangat istimewa yang ditunjukkan bagi orang-orang dewasa untuk lebih memahami sudut pandang anak kecil. Walaupun orang-orang dewasa memiliki kuasa penuh atas anak kecil, tapi akan sangat bagus seandainya berusaha menjadi orang dewasa yang baik dan tidak menilai benar salah apa yang dilakukan anak-anak kecil.

Dengan pemahaman yang benar, generasi penerus bangsa akan mampu berkembang dengan baik. Hanya jika kita, para orang dewasa, mau meluangkan sedikit waktu untuk belajar bagaimana anak kecil bertindak dan apa yang mereka pikirkan.

Ada beberapa tips dari saya untuk mengenali buku favorit yang dimiliki oleh teman-teman berdasarkan pengalaman saya
1.    Buku yang selalu ingin dibaca walaupun sudah berkali-kali dibaca
2.   Terlalu sayang untuk dipinjam ke orang sama halnya seperti hati yang tak ingin dibagi
3.   Membacanya seolah-olah kita menjadi tokoh dalam buku tersebut
4.   Tak banyak alasan pokoknya berkesan sampai jadi favorit kita

Apa buku favorit kalian?

Doc Pribadi






Minggu, 22 April 2018

AKU DAN MEMBACA


Di beberapa artikel yang saya baca dalam upaya untuk mendorong kecintaan atau minat membaca seseorang harus dibuat tertarik untuk membaca terlebih dahulu. Ibaratnya seperti dalam menjalin hubungan dengan pasangan haruslah jatuh cinta pada pandangan pertama. Untuk itu pada umumnya sebaiknya memulai dengan memperkenalkan membaca buku yang menarik terutama sejak dini seperti yang saya rasakan

Sumber : http://thayyiba.com

Ada pepatah mengatakan sebaik-baiknya seribu nasihat tiada sebenar satu teladan, saya termasuk tipe yang akan menuruti perintah seseorang dengan melihat keteladanan orang tersebut. Membaca merupakan keteladanan yang saya dapatkan dari ibu saya, beliau sangat addict dalam membaca. Karya semacam novel 200-300 halaman bisa dibaca dalam seharian itupun diselingi dengan aktivitas rumah tangga. Sehingga ketika dibiasakan berlangganan majalah bobo pada masa SD berlanjut membaca komik lalu menanjak dewasa membaca karya fiksi dan non fiksi. Untuk saat ini saya belum berlanggangan kembali majalah/koran efek bila melihat informasi tinggal membuka mbah google

Pada kisah sebelumnya pernah saya ceritakan tentang bagaimana saya menikmati aktivitas membaca, bisa di baca di http://simiati257.blogspot.co.id/2017/03/tips-menikmati-aktivitas-membaca.html

Ada satu tambahan lagi dalam menikmati aktivitas membaca perlu adanya teman dalam senang membaca dengan bergabung dalam komunitas membaca. Pernah ada wacana dengan teman untuk medisiplinkan diri dalam membaca tetapi akhirnya tak terlaksana karena tidak ada motivasi sehingga membaca hanya menjadi konsumsi pribadi yang terkadang di share pada sosmed yang bersifat quote atau hal yang menarik pada buku tsb. 

Hingga akhirnya tanpa sengaja saya membaca postingan kakak saya sedang mengikuti gerakan satu minggu satu buku lalu kepo dan stalking gerakan tersebut dan cukup menarik akhirnya saya ikutilah gerakan itu. Manfaat yang saya rasakan dalam membaca bukan hanya sekedar me time semata dan kebiasaaan saja tapi ada motivasi dimana bisa share ke orang lain review buku tsb dan positifnya mengajak orang lain untuk membaca.

Sumber : Instagram Gerakan_OneWeekOneBook


Sekedar informasi  hingga saat ini buku yang saya buku masih dalam bentuk buku (muter2 ih) maksudnya ga ebook atau aplikasi online. Antara males dan memang sedang mengurangi addict dengan pegang hape karena hettic dengan kerjaan dan bisnis. Buku- buku yang saya miliki pada umumnya semua memiliki label sebagai identitas agar tidak hilang ataupun kalau minjem rada malu yang pegang jadi harus dikembalikan. Kisah tentang label buku ada pada kisah blog sebelumnya, kisahnya ada disini http://simiati257.blogspot.co.id/2016/11/bukuku-bukan-bukumu.html

Ada yang masih belum senang dengan aktivitas membaca?
Coba aja dulu jangan kaya minyak kayu putih merk itu aja yang dicoba-coba buku juga mulai dicoba siapa tau ketagihan. 

“Dengan membaca engkau bisa menjelajahi dunia tanpa perlu meninggalkan kursimu”
(Sherry K.Plummer)


Minggu, 25 Maret 2018

ME TIME SIMPLE

Beberapa waktu ke belakang #1m1c pernah mengusung tema me time dan pada waktu itu dengan segala alasan akhirnya ku tak menulis. Tetiba skrg ingin menulis dengan tema tsb ihayy 😂

Arti me time pada umumnya adalah waktu untuk diri sendiri tanpa kehadiran orang lain, sehingga kita bisa beraktivitas sendirian (atau bahkan tidak melakukan apa-apa). Bagi saya me time sederhana cukup dengan membaca buku membuat rileks karena dengan membaca membuat tenggelam dalam untaian kalimat, Biasanya aktivitas membaca sangat menyenangkan bila sambil tiduran (jangan ditiru yak). 

Selain membaca ada lagi me time yang saya lakukan yaitu memasak dan lebih menyenangkan memasak untuk orang lain. Dengan melihat reaksi orang yang memakan masakan kita dengan lahap dan menambah lagi membuat kita senang dan meningkatkan mood booster dalam kembali beraktivitas kita.


doc pribadi

Contohnya hari ini efek dua minggu ke belakang hetic banget sama aktivitas mengajar sehingga masak sesuai kebutuhan dan bahkan seringnya membeli. Jadi terpikirlah memasak dari stok yang ada di kulkas maka jadilah 
1. Bala-bala 
2. Tempe goreng
3. Sambel terasi
4. Lalap, jengkol dan ikan kere
5. Bihun goreng
6. Tahu bejek
7. Puding kelapa
Duh jadi keingetan udah lama ga posting resep wkwkwkwk

Me time yang paling nikmat selain dari membaca dan memasak adalah gogoleran sambil ngoprek hape dan nonton tv.

Sejenak melakukan aktivitas tidak produktif membuat naik mood kembali asalkan tidak berlebihan dan berlarut dalam kemalasan

Minggu, 04 Maret 2018

Kehidupan Emak-emak


Sebagai insan yang sudah masuk dalam dunia emakemaklifes yang rasanya waktu 24jam itu ga cukup apalagi kalau diimbangi dengan mencari sesuap berlian.

Ada ungkapan yang mengatakan bahwa lebih menyenangkan mencuci drpd menyetrika. Asli ini kayanya bener banget setelah ditinggal hampir dua bulan sama asisten rumah tangga yang memutuskan berhijrah ke tempat yang menurutnya lebih baik sangat terasa urusan setrika.

Konon kabarnya aktivitas menyetrika membuat kita panas dan dehidrasi akibat hawa yang dikeluarkan dr setrika krn pada umumnya kita masih banyak menggunakan setrika listrik drpd setrika uap.

Bayangkan aja setrika seminggu dua kali bila dikali dengan dua bulan ditinggal jd ada 8x cucian. Suka nyetrika ga? Suka pas butuh doang.

Jadi ya kisah ini jangan2 ditiru hahhahhahahaha yang merasakan seperti saya berilah tips dan triknya. Jangan kasih saran laundry dan cr asisten lagi wkwkwkwk

Minggu, 11 Februari 2018

BERBAGI ITU INDAH

Awalnya bukan kisah ini yang ingin ditampilkan tetapi mendadak berubah haluan tulisan akibat melihat moment di Facebook.

Kamu akan merasakan makna berbagi bila merasakan nikmatnya di kehidupan alam. Tentu tidak asing dengan kata kemping, dari kemping saya diajarkan untuk berbagi.

Berbagi posisi tidur yang terkadang buat tidur lurus dengan posisi nyaman itu udah bahagia. Belum berbagi kenyamanan dimana saut2 suara dengkur bagaikan pesan berantai.

Berbagi tugas selama kegiatan dimana pembagian bawaan kelompok, yang direlakan menjadi ketua bahkan menikmati melihat sisi lain setiap orang dalam watak dan sifat. Karena sesungguhnya bila ingin melihat aslinya seseorang ajaklah ia buat kegiatan yang berhubungan dengan alam. Ada pepatah mengatakan jangan pernah macam2 dengan alam krn nanti Alam yang mengatur manusia.

Berbagi rasa krn ketika kita di alam waktu sangat terasa lama setiap menit dan jam putarannya berasa lama. Beda halnya saat kita ada di lingkungan urban, waktu 24 jam seperti tak cukup. 

Berbagi itu indah bila Kita rela membagi kepada yang lain, tidak hanya bentuk barang krn sesungguhnya bila kita berbagi dengan hati maka kita pun akan merasakan kedamaian tiada tara.