Minggu, 21 Februari 2021

CELOTEH TENTANG NOVEL CEWEK MATRE

doc.pribadi


IDENTITAS BUKU

Judul Buku              : CEWEK MATRE

Penulis                   : Alberthiene Endah

Penerbit                  : PT. Gramedia Pustaka Utama

Cetakan ketujuh      : Oktober 2016

Jumlah Halaman      : 464 hlm

ISBN                      : 978 – 602 – 03 – 3515 – 5

Baca melalui aplikasi Gramedia Digital

 

 

“Kau boleh menghitung keuntungan materi dalam cinta. Tapi itu tak akan bisa menandingi kemurniaan cinta.”

 

 

BLURB

“Mana bisa hidup tenang di Jakarta? Coba lihat, di sebelah kiri kamu cewek pake tas Prada, di kanan pake terusan Gucci. Di belakang, cewek kecentilan pake kelom Dior! Jauh di depan mata, ada yang siap melototin kamu dari ujung rambut ke ujung kaki. Lalu matanya akan mengejek baegitu tahu yang nempel di tubuh kamu Cuma keluaran Mangga Dua.”

 

Lola humas di sebuah radio. Kantor yang membuatnya panas-dingin tiap hari, karena selalu berurusan dengan jetset-jetset Jakarta yang superglamor. Ia gadis yang cantik dan seksi. Mulanya ia tidak menyadari kelebihan itu. Tapi suatu hari ia sadar penampilannya bisa dituker dengan uang.

 

Bahagiakah dia, setelah menjadi Cewek Matre?

 

CUPLIKAN CERITA

Lola adalah humas di radio City Girls FM, hampir setiap hari mengeluhkan gaji sebulannya yang berjumlah empat juta perak ternyata tidak cukup untuk hidup di Jakarta ini. Saat gajian, Lola mulai menyusun anggaran yang sudah keluar. Tentunya belum juga sebulan, kantongnya sudah mengering.

 

Lola bersahabat baik dengan Palupi, Silvia dan Renata. Tiga gadis yang memiliki nasib yang serupa dengan Lola dari segi finansial. Setiap hari pandangan mereka selalu melirik iri pada rekan kerjanya, Arientha, Linda, Bianca dan Verena, yang selalu berpenampilan sophisticated dan dibalut pakaian serta aksesoris bermerek yang sesuai trend

 

Lalu timbullah niatan mereka untuk berusaha merubah nasib mereka dengan menggebet atau minimal bisa berteman dengan cowok-cowok kaya agar bisa ketiban rejeki ditraktir barang-barang branded. Di antara mereka berempat hanya Lola yang berhasil menggebet cowok mapan karena secara fisiknya yang memang cantik.

 

Merasa sudah nyaman dengan kondisi, Lola jadi lupa diri. Bermandi uang, baju-baju mahal, tas dan sepatu branded, Lola jadi keenakan memanfaatkan kecantikan fisiknya untuk menggaet pria-pria kaya yang tergila-gila. Lalu masalah datang satu per satu dan mulai mengusik harga dirinya. Belum lagi gosip yang beredar di kantornya kalau dia menjadi simpanan om-om. Lola terusik, tapi membayangkan dirinya kembali miskin tidak meruntuhkan naluri matre dalam dirinya.

 

Sampai dia bertemu Clift. Seorang fotografer yang memotret karyawan City Girls FM saat membuat Company Profile. Lola jatuh cinta, dan cintanya terbalas. Untuk pertama kalinya Lola melihat seorang pria tanpa memikirkan kemapanan finansial pria tersebut. Lantas berhentikah Lola menjadi cewek matre dan siap meninggalkan kehidupan glamor yang sudah menjadi bagian hidupnya selama satu tahun terakhir?

 

 

CELOTEH TENTANG NOVEL

Novel ini awal terbit di tahun 2004, dan bukan nomimal kecil untuk nilai uang sejumlah empat juta rupiah di tahun itu. Dengan catatan, kita bisa mengatur pengeluaran dengan baik. Bergaya sesuai isi kantong tepatnya. Siapa yang tidak ingin merasakan kehidupan glamor? Tapi kalau harus memilih jalan seperti Lola, sayang banget. Apalagi Lola digambarkan mempunyai paras cantik yang masih bisa digunakan dalam hal lain, selain menggaet laki-laki kaya dan mapan.

 

Cerita di novel ini selain mengungkapkan gaya hidup instan yang kebanyakan dipilih di jaman sekarang, juga secara tidak langsung mengajarkan kita untuk bersyukur. Kalau merasa hidup kita serba kekurangan, jangan melihat ke atas. Tapi lihatlah ke bawah. Lihat ke orang-orang yang susah payah bekerja tapi hanya bisa dapat uang yang hanya cukup untuk makan sehari saja. Kalau mata kita hanya tertuju ke atas saja, yah pastinya kita akan menjadi Lola-Lola yang berikutnya.

 

Untuk apa memedulikan pandangan atau omongan orang-orang yang mungkin hanya setahun atau beberapa bulan sekali baru ketemu, sementara di sisi kita ada keluarga yang hangat dan sahabat yang akan membuka lebar tangannya tanpa harus melihat merek mahal dan terkenal mana yang sedang menempel di tubuh kita.

 

Novel ini membuat kita tak perlu merasa kesindir, atau digurui, tapi ambil hikmahnya saja. Secara tidak langsung, kita jadi bisa tahu mana yang bisa menjadi sumber kebahagiaannya.

 

Novel ini realistis. Mengajak kita melihat benar – benar pada apa yang terjadi dan memang terjadi di sekeliling kita. Pada akhirnya buku ini mengajak kita untuk berpikir, sebegitu jauhkah seseorang harus melangkah demi mendapatkan pengakuan dari sekelilingnya?

Minggu, 14 Februari 2021

PETA 100 TEMPAT JAJAN DAN MAKAN LEGENDARIS DI BANDUNG

Doc.Pribadi

 


Judul Buku : PETA 100 TEMPAT JAJAN DAN MAKAN LEGENDARIS DI BANDUNG

Penulis : Baddi Hidayat, Lusi Triyani, Siti Hannifah
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 128 halaman
Cetakan kedua, Juli 2009
Baca melalui aplikasi Gramedia Digital


Bandung tidak hanya sekedar kunjungan wisata dan belanja fashion di aneka distro dan factory outlet. Bandung juga kaya akan surga makanan, mau cari makanan apapun segala ada dan ketahuilah wisata kuliner inipun yang membuat diriku bertambah angka timbangan (halah alasan saja kau).

Kreativitas orang Bandung dalam urusan nama tentu sudah tidak asing dengan menyingkat nama-nama makanan sehingga lebih mudah diingat. Tidak hanya nama jajanan yang unik dari segi inovasi racikan dan bahan makanan, jajanan Bandung juga kaya variasi bahan. Sekalipun aneka makanan baru bermunculan seiring berjalannya waktu, tapi jajanan legendaris tetap dapat tempat dihati para peminatnya, hal ini sudah terbukti, sekalipun varian aneka makanan baru menjamur, semua lidah tetap senang dengan makanan legendaris.
Buku ini memaparkan 100 lokasi tempat makan dan jajan legendaris di Bandung, walau dalam prakata yang disampaikan penyusun, masih banyak lokasi lain yang belum tersampaikan secara tulisan. Setiap lembaran yang kubaca, bukan sekedar membaca tapi diriku seperti sedang membuat daftar, apa saja yang sudah dimakan dan dikunjungi.

Buku ini membaca kategori lokasi tempat makan menjadi lima bagian, yaitu :
1. Restoran makanan Indonesia dan Eropa
2. Makanan khas Bandung
3. Roti dan kue
4. Minuman
5. Restoran Mie Chinese Food

Daftar makanan yang pernah kukunjungi dan makan, yaitu
1. Sate ayam asli
2. Dago tea house
3. Warung nasi ampera
4. Kantin Mesjid Salman ITB
5. Colenak murdi putra
6. Gepuk Ny. Ong
7. Mi Kocok H. Amsar
8. Bakso Mandep
9. Bubur ayam Mang Oyo
10. Bubur ayam pak Amid
11. Batagor H. Isan
12. Batagor Riri
13. Kartika sari
14. Mayasari Bakery & Pasty
15. Surabi Enhaii
16. Prima rasa Bakery
17. Biskuit Tunggal
18. Sus Merdeka
19. Kopi Aroma
20. Es Cendol Elizabeth
21. Es Goyobod Kliningan
22. Mie Baso Akung

22 dari 100 lah, ternyata masih banyak, makanan legendaris yang perlu dikunjungi di lain waktu. Buku ini disusun 2008, pastinya banyak perubahan pada harga dan bisa jadi menu juga.  Mengingat situasi sekarang sedang pandemik juga, mudah-mudahan semua lokasi tempat makan yang ada dibuku ini, tetap bertahan di tengah pandemik seperi sekarang, agar nanti bisa kukunjungi.


Akan ku lampirkan, foto di daftar isi ya, sudah pernah makan dimana saja? Atau kita mau kulineran bareng? Hayuuu (dasar si tukang dahar mah hayu hayu aja si saya teh).




doc.pribadi


Tulisan ini pernah di publikasikan di Instagram pribadi dengan perubahan yang diperlukan https://www.instagram.com/p/CLCWeOkg06Y/?utm_source=ig_web_copy_link

Minggu, 07 Februari 2021

FOKUSLAH

Terkadang hidup tak perlu muluk-muluk, ingin ini dan itu, ikutan segala hal hanya sekedar ingin, lalu akhirnya tak fokus dan mengakibatkan tak berkomitmen terhadap apa yang sedang dijalani

Itupun yang amat kupikirkan saat memilih dan bergabung dengan aneka komunitas. Walau beberapa orang beranggapan bahwa komunitas itu hiburan dan eskul, maka jangan sampai menjadikan hiburan dan eskulnya menjadi beban. 

Fokuslah pada hal yang kamu sukai, seperti halnya membaca, baca bukan sekedar hobi semata, tapi saya fokuskan untuk menjadikan baca sebagai kebiasaan. 

Awal 2020, komitmen ku tak muluk-muluk, hanya ingin baca tanpa bolong di setiap minggunya, tak perlu muluk-muluk ingin ikut komunitas a, b, c blablabla. Kalau banyak akhirnya tak fokus dan terbebani dengan tantangan dan tema, lebih baik sedikit diikuti tapi fokus dan menghasilkan komitmen. 

Inilah hasil dari komitmenku, dan tahun ini semoga bisa fokus nulis 1 tulisan setiap minggunya biar ga ada bolos di 1m1c


Minggu, 31 Januari 2021

REVIEW NOVEL RUMAH LEBAH

 

doc.pribadi


IDENTITAS BUKU

Judul Buku : Rumah Lebah

Penulis : Ruwi Meita

Penerbit : Bhuana Ilmu Populer

Penyunting : Aprilia Wirahma

Desainer : Alif Mustofa

Ilustrasi Sampul : Ikbar Munandar (garisinau)

Tebal : 286 Halaman

ISBN : 978-623-216-484-0

2019

Genre : Psychology thriller

 

Siapa disini yang bacaan bukunya dominan thriller? suka/pernah baca buku thriller? Ini salah satu buku dengan genre tersebut. Kalau lihat percakapan siang, ada beberapa yang sudah baca bukunya, mau ulang lagi, disini siapa yang sudah baca buku Rumah Lebah?

 

Ada yang versi terbitan Gagas Media dan Bhuana Ilmu Populer, saya baca versi yang Bhuana Ilmu Populer dengan cover terbarunya. Kalau dibaca blurbnya pun, antara versi Gagas Media dan Bhuana Ilmu Populer sedikit berbeda, tapi isi tetap sama. Mari mulai dengan saya sampaikan blurbnya, ya.


Blurb

 

Mala, gadis kecil berusia enam tahun yang terobsesi dengan ensiklopedia. Dia hanya membaca buku ensiklopedia dan selalu mengurutkan buku satu sampai buku terakhir dari sisi kiri ke sisi kanan. Dia juga tertarik dengan beruang.

 

Di rumah, Mala hanya tinggal bersama orangtuanya, tetapi dia selalu membicarakan enam orang asing yang hidup bersama di dalam rumahnya. Dia selalu takut pada Satira, bersahabat dekat dengan Wilis, berbicara dengan Tante Ana yang suka berdandan, belajar Spanyol dengan Abuela, dan si Kembar yang hanya bisa mendengar, melihat dan mencatat.

 

Siapakah sebenarnya enam orang asing yang selalu dibicarakan Mala? Rahasia apakah yang dimiliki oleh enam orang asing tersebut?

 

Tenang, jangan berpikir ini buku horor banget, mari ikuti gambaran singkat tentang buku ini, yaaa


Coretan cerita tentang buku

 

“Jiwa kita adalah rumah tanpa jendela dan pintu, anehnya kita pasti bisa keluar untuk berlarian di padang rumput, membebaskan tubuh kita, dan menyanyikan lagu para ilalang.”

(hal.18)

 

Jika hanya membaca judulnya saja orang tidak akan tahu apa yang coba disampaikan penulis dalam novelnya Rumah Lebah Rahasia. Orang akan berfikir "untuk apa menceritakan kehidupan lebah", “Oh, buku anak tentang kehidupan lebah” atau asumsi lainnya. Penulis seolah menyajikan cerita berbeda dari buku dengan genre yang sejenis. Novel Rumah Lebah, memberikan hiburan unik yang berisi, menegangkan dan menimbulkan rasa penasaran yang segar.

 

Kisah yang disajikan mampu menembus batas nalar, tapi bukan sebuah kisah dongeng yang hanya berisi khayalan semata. Bahasa cerita di sajikan dengan baik dan mudah dimengerti. Cerita dalam buku ini, dibangun dengan mendeskripsikan alur-alur cerita dalam novel Rumah Lebah. Membuat akhir cerita yang misterius dari kisah thriller yang dikembangkannya.

 

Karakter-karakter yang digambarkan sangat hidup. Penulis mengajak kita berimajinasi mengungkap misteri-misteri yang terjadi dalam novel Rumah Lebah Rahasia. Saya menyangka novel Rumah Lebah Rahasia adalah novel terjemahan.

 

Rumah Lebah Rahasia bercerita tentang keluarga kecil yang tinggal dengan latar tempat di daerah kecil di Ponorogo. Sebuah rumah di sebuah bukit kecil menjadi saksi semua peristiwa-peristiwa misterius yang terjadi dalam keluarga tersebut. Keluarga kecil ini memang hanya terdiri dari Winaya (ayah), Nawai (ibu) dan seorang gadis kecil bernama Mala yang memiliki dunianya sendiri tapi keluarga ini ternyata di kelilingi wajah-wajah asing yang misterius.

 

Mala sang gadis kecil berteman akrab dengan wajah-wajah asing tersebut. Mereka adalah Satira, Wilis, Tante Ana, Abuela dan si Kembar yang hanya bisa mendengar, melihat dan mencatat. Wajah-wajah asing ini mengajarkan Mala banyak hal, mereka teman yang paling baik, teman yang pemalu, juga ada yang bebahaya.

 

Rumah mereka di perbukitan ternyata bertetangga dengan vila milik seorang pengusaha bernama Rayhan. Ia dikenal sebagai seseorang yang memuja kesempurnaan dan seringkali membawa perempuan yang berbeda ke vilanya. Adalah Alegra, seorang artis ibu kota yang menjadi salah satu perempuan yang berhubungan dengan Rayhan dan terpilih memerankan tokoh utama dalam novel yang ditulis Winaya.

 

Masing-masing Wajah-wajah asing ini memiliki rahasia, rahasia yang tidak boleh diketahui, rahasia-rahasia yang seharusnya tidak boleh terungkap. Tapi berbahaya jika terus tersembunyi. Nawai, Sang ibu, khawatir terhadap Mala yang berteman dengan sang wajah-wajah asing. Karena khawatir dengan Mala, Nawai mulai berusaha mengungkap misteri di balik sang wajah-wajah asing. Namun saat Nawai berusaha keras menemukannya Nawai justru jatuh sakit.

 

Peristiwa-peristiwa pun mulai terjadi dan semakin berkembang. Tidak hanya mengenai persahabatan sang wajah-wajah asing dengan Mala. Tapi juga mengenai peristiwa pembunuhan yang tiba-tiba terjadi didekat pondok rumah tinggal mereka. Yang mau tidak mau membuat keluarga kecil ini turut terseret dalam berbagai kisah misteri tersebut.

 

Ketika seekor ratu lebah menetas dia akan menjerit dengan lengkingan yang kuat. Siapapun lebah betina yang ikut menetas bersamanya menjawab lengkingan itu maka dia telah berbuat kesalahan. Sama saja dia memanggil kematiannya sendiri. Hanya boleh ada satu ekor ratu lebah dan sang ratu akan membunuhi siapa pun saingannya.

 

Jalan cerita Rumah Lebah ini awalnya memang sempat membuatku bingung (terutama penggunaan alur maju mundur di awal). Bahkan sempat mengira kalau buku ini bergenre horor dan bikin males baca pas malem-malem (asli imajinasi liar sekali kalau dibaca malam). Namun seiring berjalannya cerita dan mulai paham alurnya, ceritanya page turner banget!

 

Karakterisasi dan penggambaran latar cerita begitu kuat dan misterius, plotnya pun rapi. Walaupun sudah bisa menebak inti cerita di pertengahan buku, pelaku utamanya sendiri benar-benar tidak terduga sampai segalanya terungkap.

 

Walaupun masih ada konflik yang masih terasa menggantung dan belum benar-benar terselesaikan, sepertinya penulis ingin membiarkan pembaca untuk mengimajinasikan sendiri penyelesaiannya.

 

Secara keseluruhan, bagi pecinta buku bergenre psycho thriller, cerita Rumah Lebah ini mengasyikkan dan tidak boleh dilewatkan. Tiap lembar ceritanya bikin penasaran dan ingin cepat-cepat diselesaikan.


“Tidak ada yang pernah tahu kapan biji tanaman tumbuh karena dia selalu mengelabui. Jadi, saat mimpi buruk bercerita tentang pembunuhan yang terjadi atas dirimu, anggaplah sebagai gladi kotor kematianmu. Karena kematian memang selalu mengelabui dan datang tiba-tiba. Bersiap-siaplah selalu….”

(hal.113)


Bagi yang ingin membaca tapi belum bisa beli buku fisiknya, bisa baca di aplikasi gramedia digital. Seperti diriku yang awalnya baca di aplikasi gramedia digital, eh malah tergoda untuk beli buku fisiknya 😆😆😆

doc.pribadi


Pernah disampaikan ulasanku di OWOB Bahas buku di WAG OWOB 

sumber : https://www.instagram.com/p/CKnbvE7AYR_/?utm_source=ig_web_copy_link


Minggu, 24 Januari 2021

REVIEW NOVEL DUO DETEKTIF : PERBURUAN NAGABIRU



Judul Buku             :         DUO DETEKTIF : PERBURUAN NAGABIRU

Penulis                   :         Wiwien Winarto @wiwienwintarto

Penerbit                :         PT. Gramedia Pustaka Utama  @bukugpu 

Tahun Terbit         :         2019

ISBN Digital         :         978-602-06-3537-8

Jumlah Halaman     :         152 hlm

Baca melalui aplikasi @gramediadigital



Jalu dan Bima adalah duo detektif yang yang sudah menyelesaikan kasus sabotase lokomotif dan komplotan pencuri hewan piaraan.  

 

Pada kisah ini, Jalu dan Bima berlibur ke rumah Om Seto dan Tante Farah di Semarang. Selain liburan dan menikmati kuliner khas Semarang, mereka berkunjung ke kantor OmageDome, studio pembuat video game lokal yang terkenal.

 

Kunjungan itu membuat Jalu dan Bima, ikut Perburuan Nagabiru, dalam rangka promosi game terbaru keluaran OmegaDome. Perburuan Nagabiru adalah kompetisi perburuan harta karun yang diadakan di delapan kota besar. Setiap peserta harus menebak satu demi satu teka-teki hingga tiba di tahap akhir di kota masing-masing. Hadiah utamanya jalan-jalan ke kantor Nintendo di Kyoto, Jepang.

 

"Kamu, nggak cuman asal main apa pun yang menarik, tapi bisa membedakan mana game yang baik dan cocok buatmu dengan game yang kurang bermanfaat."
(hal 59-60)

 

Sepanjang menyelesaikan teka-teki perburuan, ada teror mengejutkan, kode yang harus dipecahkan, yang menyangkut seseorang dalam pelarian, serta kasus besar dibalik perburuan ini. Apakah Jalu dan Bima berhasil menyelesaikan kompetensi Perburuan Nagabiru?

 

Ini bukan hanya kisah misteri biasa, ada banyak pengetahuan bersifat IT, yang bisa dipahami dengan sederhana oleh anak. Dari sosok Jalu dan Bima, kita diberi pembelajaran bahwa persahabatan saling melengkapi. Jalu memecahkan kode, sementara Bima pengamatannya cermat dan terampil game ketangkasan. Jalu memiliki sifat kompetitif yang tinggi dan Bima dengan sifatnya yang kadang santai tapi serius. Beberapa kali juga ada adegan lucu dan relate dengan kehidupan sehari-hari.

 

Bacaan yang cocok untuk anak-anak yang suka misteri dengan nuansa kearifan lokal dan bagi usia seperti saya, bisa jadi bahan pembelajaran bahwa tidak semua game itu tidak baik bagi anak, asal diarahkan dengan benar.

 

Sepertinya harus baca seri lainnya nih.

 

Rating : 4,5/5

 

Review yang sudah di posting di Instagram pribadi https://www.instagram.com/p/CKQbgbBAUCi/?utm_source=ig_web_copy_link

 


Sebuah kebanggaan bagi bookstagram ketika membuat review dan respon dari penulisnya, salah satunya saat saya review ini, bukan hanya sekedar dikomen biasa tapi dapat notifikasi terhadap karya lainnya, sukses terus mas untuk karya-karya berikutnya

Minggu, 17 Januari 2021

REVIEW NOVEL PASUNG JIWA OKKY MADASARI

doc.pribadi


Judul Buku             : PASUNG JIWA 

Penulis                   : Okky Madasari 

Penerbit                : PT. Gramedia Pustaka Utama 

Cetakan kedua       : Oktober 2015 

Jumlah Halaman     : 328 hlm 

ISBN                    : 978-602-03-2220-9 

Baca melalui aplikasi @gramediadigital

 

Tokoh utama dalam novel Pasung Jiwa adalah Sasana/Sasa dan Cak Jek/Jaka Wani/Jaka Baru. Sasana digambarkan sebagai seorang berjiwa perempuan yang terkungkung dalam tubuh lelaki. Dia lahir dari keluarga berada dan terpandang yang senantiasa mempersiapkan Sasana untuk menjadi seorang yang membanggakan kedua orangtuanya.

Cak Jek digambarkan sebagai seorang lelaki yang pandai bicara dan mempengaruhi sekitarnya. Masa kecilnya tidak terlalu diceritakan, tapi secara umum diceritakan dari keluarga kelas bawah.

Mereka dipertemukan di sebuah warung kopi milik Cak Man dan di sinilah awal perjalanan mereka dalam menemukan kebebasan jiwa mereka, yaitu melalui mengamen.

Sebuah perjalanan yang tak hanya berisikan tawa, tapi juga dipenuhi luka. Dari mulai luka fisik sampai luka batin.

Melalui dua tokoh utama, Sasana dan Jaka Wani, dihadirkan pergulatan manusia dalam mencari kebebasan dalam mencari kebebasan dan melepaskan diri dari segela kekurangan. Mulai dari kungkungan tubuh dan pikiran, kungkungan tradisi dan keluarga, kungkungan norma dan agama, hingga dominasi ekonomi dan belenggu kekuasaan.

“Tak ada jiwa yang bermasalah, yang bermasalah adalah hal-hal yang ada di luar jiwa itu. Yang bermasalah itu kebiasaan, aturan, orang-orang yang mau menjaga tatanan. Kalian semua harus dikeluarkan dari lingkungan mereka, hanya karena kalian berbeda” (hlm 146)

Pasung Jiwa adalah novel yang ditulis oleh mbak Okky Madasari untuk menyuarakan pendapat dan harapannya pada masalah kebebasan dan kemanusiaan. Sebuah karya sastra yang tak hanya menghibur pembaca juga memberikan pesan-pesan tentang keadilan, kebebasan, dan kemanusiaan. Sebuah novel yang memberikan pemahaman untuk dapat mengenal dan mencintai diri kita sendiri, agar diri kita menjadi rumah bagi tubuh kita sendiri.

Rating : 4,5/5

 

Minggu, 10 Januari 2021

TERIMA KASIH 71 BUKU DI 2020

Aktivitas dominan yang saya lakukan selama 2020, mengingat betapa toxic baik secara mental dan situasi di masa pandemik. Membaca buku salah satu pilihan mengatasi kegundahan akan segala keterbatasan dan prokes saat ini.


Bila kegiatan membaca masih berat, maka mulailah membaca buku yang menarik. Menikmati aktivitas membaca perlu adanya teman dalam senang membaca. Terutama bila bergabung pada komunitas membaca.

@gerakan_1week1book adalah komunitas pertama yang saya ikuti. Bergabung OWOB sejak 11 februari 2018, saya merasakan bahwa membaca bukan sekedar me time semata dan kebiasaan saja. Dari membaca, bisa cerita online dalam bentuk review dan tentunya secara tidak langsung mengajak orang lain untuk membaca.




Sudah terlalu telat untuk ukuran bikin tulisan mengucapkan terima kasih di 2020, tapi mau mengucapkan terima kasih untuk diriku sendiri yang masih lumayan mau membaca buku, walau kadang ada beberapa buku yang cukup dibaca dan tak diulas.




Awal tahun 2020, saya menantang diri untuk bisa baca 50 buku selama setahun dan ternyata diakhir setelah dihitung 71 buku yang dibaca selama 2020 ini. Terima kasih buat teman-teman online yang selama 2020 ini, secara tidak langsung menebar racun buku baru untuk ditimbun yang bukannya berkurang malah makin banyak, bikin ngiler untuk ikut dalam menguji keberuntungan dalam giveaway dan terutama merasa tak sendiri lagi ketika sedang membaca buku. Mungkin nanti akan ku ceritakan, tantangan lebih detailnya apa saja yang kuikuti selama 2020, sampai bisa melebihi target.


Tahun 2021, saya menantang diri saya untuk membaca,,,,,,,,,,,,



Bismillah saja dulu, biar tak terasa tiba-tiba sudah sesuai target minimal.

Sabtu, 02 Januari 2021

CERITA DI PENGHUJUNG 2020

Minggu pertama di Januari 2021, akan sedikit bercerita tentang kumpul bersama sahabat.


doc by risa


Terdengar klise, ada anggapan, tak ada manfaatnya dan buang-buang waktu, terutama ketika usia sudah tak remaja dan berkeluarga. 

Ketika rutinitas pekerjaan terlalu membebani diri dan jenuh, maka berkumpul dengan orang-orang yang kau anggap sahabat, bikin suasana hidup jadi lebih berwarna.

Apalagi ketika salah satu sahabatmu berbahagia, melewati satu tahap kehidupan. Berada pada momen terbaik sahabatmu, adalah hal terindah, yang tak ternilai secara angka dan nominal. Misal pada momen tunangan dan ulang tahun sahabatmu.

doc by risa



Kumpul bareng sahabat walaupun berbincang tentang hal-hal yang tak penting, bukanlah sia-sia. 
Tiga orang dalam foto ini, yang dominan mewarnai hidupku selama pandemik, bahkan hal tergila yang pernah kami lakukan yaitu telepon grup sampai 5 jam, ngobrolin apa? Apa saja 😂.

doc by risa


Dari obrolan yang santai itulah keakraban sedang dibangun dan keterikatan akan semakin terjalin. Walau mungkin sekarang, akan ada hal yang diadaptasi dari segala keterbatasan.

doc by risa


Ada pula lingkar persahabatanku yang lain, yang tentunya nanti akan dijadikan cerita untuk blog berikutnya


Temukanlah segala sesuatu dalam dirimu, untuk kebahagiaan dirimu, walau pada hal sederhana.

edited by canva



Semoga tahun 2021 jauh lebih rajin dan komitmen nulis blognya, biar ga bolong-bolong setoran tulisannya. 

Sudah pernah di publikasi di https://www.instagram.com/p/CJgaXxgF2Wu/?utm_source=ig_web_copy_link , dengan perubahan yang diperlukan. 

Minggu, 27 Desember 2020

REVIEW NOVEL SETELAH KAMU PERGI

 



Judul Buku : Setelah Kamu Pergi

Penulis : Kori Rahayu
Penerbit : Loka Media
ISBN : 978-602-5509-83-4
216 halaman
Cetakan 1, September 2020
Rate : 8/10

Harsa, remaja usia 16 tahun ditemukan bunuh diri dengan menggantungkan dirinya. Harsa yang kesehariannya penuh canda dan tawa bagi sekelilingnya, nampak tak menjamin memiliki masalah yang dipendam oleh dirinya.

Ini bukan sekedar kisah milik Harsa seorang. Ada Mita, kakak Harsa, cantik dan pemalu bahkan cenderung anti sosial, bahkan banyak yang tak tahu, bahwa ia menderita kecemasan sosial.

Anjasmara, ibu Harsa, seorang single mother yang berjuang menafkahi keluarga, setelah kematian suaminya, dengan menjadi guru lukis dan memiliki usaha dibidang alat lukis.

Bella, sahabat Harsa yang pintar, diam-diam mencintai Harsa, selalu merasa minder dengan dirinya.

Kepergian Harsa membuat kondisi bagaikan 180° bagi kehidupan mereka. Memberikan kesedihan yang dalam dan penuh tanya teramat besar. Pertanyaan, kenapa Harsa mengakhiri hidupnya, selalu memenuhi otak dan mengganggu kehidupan orang yang ditinggalkan. Seseorang yang terlihat penuh canda dan tawa, belum tentu memiliki kebahagiaan.

"Dirimu memang penuh dengan cela, tapi bukan berarti kamu tidak berhak dicintai."
(Hal.193)

Ada beberapa selipan ilmu psikologi yang kita dapatkan secara tak langsung. Seperti mengenal 4 jenis bunuh diri yang terdiri dari : bunuh diri egoistik, altruistik, anomik dan fatalik. Bahkan dipaparkan bahwa bunuh diri terjadi menurut Durkheim, karena kegagalan seseorang mengintegrasikan diri dengan lingkungan sosialnya.

Lumayan terkecoh dengan judul bukunya, yang kupikir romance, ternyata novel psikologi. Pembaca diajak untuk mendalami setiap karakter dan tokoh pada novel ini, dengan sudut pandang pada masing-masing tokoh.

Senang akhirnya buku hasil menang GA dari @loka_media , tamat juga 😍

Sudah pernah di publikasi di Instagram pribadi dengan segala perubahan yang diperlukan https://www.instagram.com/p/CJGikBRg-wf/?utm_source=ig_web_copy_link

Minggu, 13 Desember 2020

SIBUK ITU RELATIF DAN KEBANYAKAN ESKUL

 Sibuk itu relatif

Masalahnya mau menyempatkan atau tidak


Mungkin sudah sering mendengar istilah itu ya, tapi tak bisa dipungkiri ada kalanya saat kita berhadapan dengan orang yang kita butuhkan, untuk menyempatkan waktunya, dengan lugas dan lancarnya bisa berkata seperti itu.


Ketika situasinya berbalik, bisa jadi kita akan mendapatkan ucapan yang sama seperti itu.


Sama halnya seperti diriku, yang semenjak bergabung ke 1M1C, selalu saja ada masa bolosnya. Entah hidupnya terlalu sibuk atau mager nulis, tiba-tiba sudah senin pagi saja. Tapi hingga sekarang, Alhamdulillah belum pernah daftar ulang member 1M1C, bisa menyempatkan cuma memang suka rada konslet aja.


Saking sibuknya, nulis dan setor mepet waktu sekali.


Mau sedikit berbagi kesibukan baru seminggu ini aja deh, jadi saya punya satu akun IG, awal bikin untuk akun dagang, karena sedang tak aktif dagang maka ikutlah salah satu tantangan online dari Tanos, iya itu tantangan naon sih, sibuk dengan aktivitas harian, masih aja bisa bikin beginian, hidupnya banyak eskul sekali memang. 


Berkat tantangan online ini, btw ini link-nya, yang ingin kepo https://www.instagram.com/tanos.challenge/?hl=id feed instagram nampak hidup, boleh lah yang mau kepo https://www.instagram.com/tokimi_07/ , siapa tau jadi nambah lagi follower-nya hahahhaa


Dikasih spoiler dikit deh instagramnya biar mau mampir-mampir gituhhh




sumber : https://www.instagram.com/tokimi_07/


Bisa ya menyempatkan untuk ribet sama perintil, tapi tetap aja suka bolos nulis, padahal sudah mau akhir tahun hahahahhahahahaha