Minggu, 25 September 2011

Contoh Ice Breaking


Berikut beberapa contoh singkat dari Ice breaking dan energizer tersebut:
 Jenis yel-yel
  1. Jika fasilitator ingin memusatkan perhatian kembali tanpa harus berteriak-teriak,” bapak-bapak dan ibu-ibu mohon ketenangannya karena materi berikut sangat penting!”. Kalau hal itu yang kita lakukan tentu sangatlah tidak efektif. Semakin keras kita berteriak semakin gaduh pula suasana ruang pelatihan. Semakin sering kita berteriak semakin tidak terhormat pula seorang fasilitator.
Bagaimana strateginya? Terlebih dahulu kita membuat kesepakatan-kesepakatan untuk melakukan yel-yel tertentu. Yel yang paling sering untuk tujuan ini adalah model-model sapa jawab.
Contoh:
Fasilitator menyapa
Peserta menjawab
Halo
Hai
Hai
Halo
Apakabar
Luar biasa
Selamat pagi
Siap-siap
Selamat siang
Kerja keras
Selamat sore
Terima gaji
Selamat malam
Enak tenan
Kita kembali ke…
Laptop
Are you ready?
Yes
Dsb

Yel-yel tersebut dapat diciptakan sendiri berdasarkan kesepakatan bersama dengan peserta pelatihan. Jika fasilitator memandang peserta gaduh karena berbicara sendiri maka dapat menggunakan salah satu sapa jawab di atas.

  1. Yel juga sering digunakan untuk memompa semangat kerja tim dalam kerja kelompok. Yel-yel model ini biasanya sering digunakan untuk mengawali pekerjaan kelompok ataupun dalam mengakhiri kerja kelompok. Misalnya pada saat pelatihan peserta dibagi dalam kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok dipersilahkan membuat yel-yel yang dapat memotivasi mereka untuk lebih semangat atau bahkan agar mempunyai daya kompetisi yang tinggi. Di sini yel-yel yang mereka ciptakan akan sangat berfariasi sebab jika ada 10 kelompok, maka akan terdapat 10 yel yang berbeda-beda.
Yel-yel yang muncul seperti:
Pring reketek, gunung gamping ambrol
Pasti Kelompok anggrek yang paling jempol
Kelompok mawar………
Oke-oke.. yes..
Dsb.
2. Jenis tepuk tangan
Untuk kepentingan energizer dalam pelatihan, tepuk tangan dapat dimodifikasi menjadi banyak sekali modelnya. Pada kesempatan ini saya akan memberikan beberapa model tepuk tangan, sebagai berikut:

TEPUK ANGGOTA BADAN
Jika kita pegang hidung, peserta tepuk 1 x
Jika kita pegang bibir, peserta tepuk 2 x
Jika kita pegang telinga, peserta tepuk 3 x
Jika kita bersedekap, peserta tepuk 4 x
(bisa dimodifikasi ataupun dibolak-balik ketentuannya)

TEPUK DIBALAS TEPUK
Jika kita tepuk 1x, peserta tepuk 4 x
Jika kita tepuk 2x, peserta tepuk 3 x
Jika kita tepuk 3x, peserta tepuk 2 x
Jika kita tepuk 4x, peserta tepuk 1 x
(bisa dimodifikasi ataupun dibolak-balik ketentuannya)
Dan masih banyak lagi.
3. Jenis menyanyi
Selama ini berdasarkan pengalaman, ice breaking jenis ini adalah yang paling banyak disukai oleh peserta pelatihan apalagi kalau pesertanya kebanyakan wanita. Untuk kepentingan ice breaking menyanyi tidaklah harus lagu-lagu original ciptaan sendiri, tetapi bisa juga kita hanya menyanyikan lagu-lagu yang sedang nge-trend tetapi dengan lirik yang diganti sesuai dengan tema pelatihan. Misalnya kita ajak peserta menyanyikan lagu “Munajat Cinta” pada pelatihan guru dengan lirik sebagai berikut:
Hari ini kami di sini
Memperhatikan materi penyaji
Seperti hari-hari
yang sudah-sudah
semuanya kami lakukan
untuk menambah keterampilan
seperti orang-orang
yang profesi-onal
Tuhan jadikanlah aku
Orang yang penuh dedikasi
Ntuk memajukan bangsaku
Indonesia tercinta
Tentu masih banyak sekali contoh lagu-lagu lain yang bisa digunakan untuk energizer. Bahkan tidak hanya lagu-lagu yang sedang trend, tetapi lagu anak-anak yang dulu pernah kita kenal juga bisa tetap menarik. Tentu dengan merubah lirik-liriknya.
4. Jenis gerak anggota badan
Energizer jenis ini biasanya digunakan dalam pelatihan jika dilihat para peserta sudah kecapaian. Setelah seharian mereka diskusi atau presentasi fasilitator, maka perlu digerakkan anggota badannya agar kondisi psikologis kembali fress. Jenis ini bisa dilakukan secara individual maupun berpasangan. Salah satu contoh adalah sebagai berikut:
Jika kita katakan mangga, peserta mengangkat kedua tangan sambil berjinjit
Jika kita katakan jeruk, kedua tangan peserta mengacung ke depan.
Jika kita katakan kacang, peserta membungkukkan badan sambil kedua tangan memegang sepatu.
Permainan tersebut bisa dimodifikasi, dan juga dapat dilakukan secara bolak-balik tergantung kesepakatan dengan peserta.
5. Jenis gerak dan lagu
Jenis lagu ini hampir sama dengan jenis gerak anggota badan, justru jenis ini lebih menarik, karena disertai dengan lagu. Di sini bisa saya berikan satu contoh sebagai berikut:





GAME 1: APA KABAR ?
Prosedur :
-         Sampaikan pada audience, buat kesepakatan diawal bila kita bertanya sesuatu maka audience harus menjawab dengan kata-kata yang disepakati.
-         Tanya kabar ini bisa bermacam-macam, missal:
o       Tanya : Bagaimana kabarnya pada pagi hari ini…!
o       Jawab: Alhamdulillah, luar biasa Allahu akbar…!
o       Tanya : How are you today?
o       Jawab: Excellent….! Atau Fantastic…!
-         Keterangan : kata-kata yang diucapkan bisa bervariasi, bisa dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan kita.
GAME 2 :
PERMAINAN KONSENTRASI
“IKUTI APA YANG SAYA KATAKAN”

Permainan ”BELANJA”

1.     Seluruh Peserta diminta kedepan …  Mereka berdiri berjejer dari kiri kekanan. … bisa di variasi dengan … berjejer dari yang paling pendek ke paling tinggi, atau dari yang paling muda sampai yang paling tua … dari nama yang paling sedikit hurufnya sampai yang paling panjang … atau tanggal Ultah (terserah bagaimana baiknya …)
2.     Instruksikan pada orang pertama untuk berkata …”Saya belanja ke pasar membeli Apel”.  (atau benda apapun yang berawalan ”A”)
3.     Lalu orang kedua harus menyambung dengan …”Saya belanja ke pasar membeli Apel dan Buku.  (ya orang kedua harus menyebut benda yang sudah dibeli oleh orang pertama … plus dia harus menambahkan benda lain … tapi berawalan ”B”, huruf ke dua)
4.      Giliran orang ke tiga tentu kira-kira menjadi … ”Saya belanja ke pasar membeli Apel, Buku dan …. Cempedak”
5.      Orang ke Empat … ”Saya belanja ke pasar membeli Apel, Buku, Cempedak  dan … Durian …”
6.     Demikian seterusnya … bergiliran … sehingga semua orang mendapat kesempatan untuk belanja … (jika orangnya sedikit … kembali lagi ke orang pertama …)
7.     Tentu yang kebagian paling belakang akan ”keringetan” … pertama karena dia harus mengingat semua benda yang telah disebutkan oleh orang-orang sebelumnya … plus dia mesti ngarang benda apa yang akan dia beli … dengan abjad yang pas tentu)
8.     Kalo ”oon-alike” alias tertegun, lupa, celingukan, telmi, dan sebagainya … hukum !!!

Note …
Kebayangkan ? orang yang berdiri di urutan ke 24 (abjad ”X”) …”Saya belanja ke pasar membeli Apel, Buku, Cempedak, Durian, Ember, mmm mmm Fanta … mmm Gurame … dst sampai huruf ke 24 … mmm X.. X… X Men … (hahaha)

Supaya lebih lucu, menantang dan lebih fun …
  • Kita hanya memberi contoh yang cemen-cemen dan umum saja (contoh Apel, Buku, Cempedak, Durian tadi )(cukup 4 huruf saja contohnya) … dan ketika mereka melakukan permainan yang sesungguhnya.  Mereka tidak boleh meniru anda, mereka harus memilih benda yang lain.
  • Bebaskan mereka untuk memilih benda apapun … sekalipun itu tidak umum dibelanjakan di pasar … (namanya juga usaha …)(Amplas, Bebek, Cumi, Dompet bahkan Gentong, Popok, Traktor, Jerapah, Vespa, Komet, Ulekan, Obor … apapun … pokoknya abjadnya pas).  Untuk huruf-huruf yang ”tidak populer” … pasti akan banyak ”mentok” nya … (F, Q, V, X, Z  ??)
  • Mau pake ”plesetan” juga boleh … i.e : Qorek Api, Vriwitan, Ples Disk, Xoklat atau Zepatu J.  (namanya juga buat lucu-lucuan … )

Learning point dari permainan ”Belanja” ini adalah …
  • Melatih daya ingat, kecepatan berfikir, belajar menyimak, kreatifitas … and just for laugh … of course …


Beberapa Contoh Ice Breaking:
1.      Ice Breaker Perkenalan.
The Little Known Fact -> Menanyai Peserta tentang nama, alamat dll.
True or False -> Seorang peserta diminta memperkenalkan diri. kemudian fasilitator membuat sebuah pernyataan berkaitan dengan orang tersebut. kemudian fasilitator meminta kepada peserta untuk menebak, apakah pernyataan tadi benar atau salah?
Interviews -> Semua peserta di pecah menjadi beberapa group, dan masing – masing menginterview temannya. kemudian peserta di satukan kembali dan masing – masing di minta menceritakan hasil interview mereka.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar